Update Shopee 2026: Budget Iklan Naik Jadi Rp100 Ribu per Hari

Update Shopee 2026: Budget Iklan Naik Jadi Rp100 Ribu per Hari

Update Shopee 2026: Budget Iklan Naik Jadi Rp100 Ribu per Hari – digifolium.com. Mulai 1 Desember 2026, Shopee menerapkan perubahan minimum modal harian untuk beberapa jenis iklan. Salah satu perubahan yang perlu diperhatikan seller adalah minimum modal harian menjadi Rp100.000 untuk Iklan Produk dan Iklan Toko+ pada campaign baru yang terkena aturan tersebut.

Perubahan ini tentu membuat banyak seller bertanya-tanya: apakah budget iklan Shopee otomatis menjadi lebih mahal? Apakah seller wajib mengeluarkan Rp100 ribu setiap hari? Dan bagaimana strategi iklan yang tepat agar budget tersebut tetap menghasilkan profit?

Tenang, Seller. Minimum budget Rp100 ribu bukan berarti semua seller harus mengeluarkan uang sebanyak itu setiap hari. Yang berubah adalah batas minimum modal harian ketika membuat campaign baru, bukan biaya wajib untuk berjualan di Shopee.

Apa yang Berubah pada Budget Iklan Shopee?

Apa yang Berubah pada Budget Iklan Shopee?
Apa yang Berubah pada Budget Iklan Shopee?

Mulai 1 Desember 2026, minimum modal harian untuk beberapa jenis iklan menjadi Rp100.000, khususnya:

  • Iklan Produk
  • Iklan Toko+

Namun, ada satu hal penting yang perlu seller pahami.

Campaign yang sudah berjalan tidak otomatis terdampak oleh perubahan ini. Peraturan tersebut terutama perlu diperhatikan ketika seller membuat campaign baru yang termasuk dalam ketentuan minimum budget tersebut.

Jadi, jangan sampai mendengar kabar bahwa “budget iklan Shopee naik menjadi Rp100 ribu” lalu langsung menganggap seluruh campaign harus menggunakan budget Rp100 ribu per hari.

Perubahan ini paling terasa bagi seller yang sebelumnya terbiasa melakukan testing iklan dengan budget kecil.

Apakah Iklan Shopee Jadi Lebih Mahal?

Belum tentu.

Minimum modal harian Rp100.000 tidak berarti biaya iklan per klik atau biaya mendapatkan pesanan otomatis menjadi lebih mahal.

Yang berubah adalah jumlah minimum dana yang dapat dialokasikan dalam satu hari untuk campaign tertentu.

Mengapa hal ini penting? Karena campaign dengan budget yang terlalu kecil terkadang memiliki ruang yang terbatas untuk mendapatkan traffic dan mengumpulkan data. Padahal, data tersebut dibutuhkan seller untuk memahami apakah sebuah produk benar-benar memiliki potensi untuk menghasilkan penjualan dari iklan.

Dengan budget yang lebih memadai, seller memiliki ruang lebih besar untuk:

  • Mengumpulkan data performa iklan
  • Menguji potensi produk
  • Melihat pola traffic dan konversi
  • Mengevaluasi efektivitas campaign
  • Menentukan strategi optimasi dan scale up

Tetapi perlu digarisbawahi: budget lebih besar tidak sama dengan keuntungan yang lebih besar.

Mengeluarkan Rp100 ribu per hari tanpa strategi justru bisa membuat biaya iklan membengkak tanpa menghasilkan return yang sehat.

Apakah Seller Wajib Iklan Rp100 Ribu per Hari?

Tidak.

Iklan Shopee tetap merupakan pilihan strategi pemasaran, bukan biaya wajib yang harus dikeluarkan seller setiap hari.

Angka Rp100 ribu merupakan minimum modal harian untuk campaign baru tertentu yang terkena aturan, bukan kewajiban bagi semua seller untuk beriklan Rp100 ribu setiap hari.

Seller tetap dapat menentukan:

  • Produk yang ingin diiklankan
  • Campaign yang ingin dijalankan
  • Budget sesuai kemampuan toko
  • Strategi pengelolaan iklan
  • Waktu campaign mulai dan dihentikan

Jadi, jangan langsung panik ketika melihat angka Rp100 ribu.

Yang lebih penting adalah memastikan setiap rupiah yang masuk ke iklan punya tujuan dan dapat diukur hasilnya.

Ada Benefit untuk Seller yang Aktif Beriklan

Ada Benefit untuk Seller yang Aktif Beriklan
Ada Benefit untuk Seller yang Aktif Beriklan

Selain perubahan minimum budget iklan, seller yang aktif beriklan juga perlu memperhatikan adanya potensi penawaran khusus Gratis Ongkir XTRA dengan biaya yang lebih rendah.

Karena itu, jangan hanya melihat perubahan ini dari sisi:

“Wah, budget iklanku naik!”

Seller perlu menghitung keseluruhan economics dari campaign.

Mulai dari:

Tambahan omzet → biaya iklan → biaya program → HPP → margin → profit

Inilah alasan kenapa keberhasilan iklan tidak bisa hanya dinilai dari besar kecilnya budget.

Budget Rp100 ribu yang menghasilkan return sehat bisa jauh lebih bernilai dibandingkan budget Rp20 ribu yang tidak menghasilkan penjualan sama sekali.

Bagaimana Strategi Iklan Shopee dengan Minimum Budget Rp100 Ribu?

Bagaimana Strategi Iklan Shopee dengan Minimum Budget Rp100 Ribu?
Bagaimana Strategi Iklan Shopee dengan Minimum Budget Rp100 Ribu?

Dengan adanya minimum budget, seller perlu lebih selektif dalam menentukan produk yang akan diiklankan. Jangan langsung memasukkan seluruh produk ke campaign hanya karena memiliki budget.

  1. Pilih Produk dengan Potensi Konversi

Prioritaskan produk yang memang memiliki demand, harga kompetitif, review yang cukup baik, dan sudah terbukti mampu menghasilkan penjualan.

Jangan menggunakan produk yang belum siap jual sebagai prioritas utama iklan.

  1. Optimalkan Tampilan Produk

Sebelum mengalokasikan budget iklan, pastikan halaman produk sudah mampu meyakinkan calon pembeli.

Periksa kembali:

  • Foto produk
  • Judul produk
  • Harga
  • Deskripsi
  • Varian
  • Review dan rating
  • Informasi produk

Karena mendatangkan traffic melalui iklan saja tidak cukup. Traffic harus memiliki peluang untuk berubah menjadi transaksi.

  1. Jangan Hanya Melihat Omzet

Omzet memang penting, tetapi bukan satu-satunya indikator keberhasilan iklan.

Seller juga perlu memantau ROAS, biaya iklan, conversion rate, jumlah pesanan, dan margin keuntungan.

Campaign dengan omzet besar belum tentu menghasilkan profit besar jika biaya iklan dan biaya lainnya terlalu tinggi.

  1. Sesuaikan Budget dengan Cash Flow

Minimum budget Rp100 ribu per hari berarti seller harus lebih bijak dalam menghitung kemampuan modal.

Jika digunakan setiap hari selama 30 hari, secara nominal budget tersebut setara dengan Rp3 juta per bulan untuk satu campaign.

Karena itu, pastikan alokasi iklan tetap sesuai dengan cash flow, margin produk, dan target keuntungan toko.

Kesimpulan: Rp100 Ribu Bukan Masalah, Kalau Strateginya Tepat

Perubahan minimum modal harian iklan Shopee menjadi Rp100.000 mulai 1 Desember 2026 memang perlu diperhatikan, terutama bagi seller yang terbiasa melakukan testing dengan budget kecil.

Namun, jangan melihatnya hanya sebagai “budget iklan naik”.

Justru ini menjadi momentum untuk mulai menjalankan iklan dengan lebih terukur. Pilih produk yang tepat, optimalkan tampilan toko dan produk, ukur performa campaign, kemudian gunakan data untuk menentukan apakah campaign layak dilanjutkan atau di-scale up.

Karena pada akhirnya, tujuan iklan bukan sekadar menghabiskan budget, tetapi menghasilkan omzet dan profit yang sehat.

Budget kecil belum tentu efisien. Budget besar juga belum tentu untung. Yang paling penting adalah bagaimana budget tersebut dikelola dengan strategi yang tepat.

 

Pentingnya NIB dan HAKI untuk Seller di Indonesia

Pentingnya NIB dan HAKI untuk Seller di Indonesia

Pentingnya NIB dan HAKI untuk Seller di Indonesia – digifolium.com. Memulai bisnis tidak cukup hanya dengan memiliki produk yang bagus dan toko online yang aktif. Ketika bisnis mulai berkembang, seller juga perlu memikirkan hal yang sering dianggap sepele: legalitas usaha dan perlindungan brand.

Dua hal yang penting untuk mulai diperhatikan adalah NIB (Nomor Induk Berusaha) dan HAKI (Hak Kekayaan Intelektual).

NIB membantu memberikan identitas resmi bagi pelaku usaha, sedangkan HAKI dapat membantu melindungi berbagai hasil karya dan aset intelektual yang dimiliki bisnis. Keduanya bisa menjadi bagian penting dalam membangun bisnis yang lebih profesional dan siap berkembang.

Lalu, apa sebenarnya NIB dan HAKI? Mengapa seller marketplace perlu memilikinya? Dan bagaimana cara mengurusnya?

Apa Itu NIB?

Apa Itu NIB?
Apa Itu NIB?

NIB atau Nomor Induk Berusaha adalah identitas resmi pelaku usaha yang diterbitkan melalui sistem OSS (Online Single Submission). Pemerintah melalui OSS menggunakan sistem perizinan berusaha berbasis risiko untuk menentukan perizinan dan kewajiban yang perlu dipenuhi berdasarkan kegiatan serta tingkat risiko usaha.

Sederhananya, NIB dapat dipahami sebagai salah satu identitas penting yang menunjukkan bahwa sebuah usaha telah terdaftar dalam sistem perizinan berusaha.

Pengurusan NIB dilakukan melalui sistem OSS. Untuk usaha mikro dan kecil, tersedia panduan pendaftaran dan pengajuan perizinan melalui OSS sesuai dengan kategori usahanya.

Namun, perlu dipahami bahwa memiliki NIB bukan berarti otomatis semua jenis izin usaha sudah terpenuhi. Perizinan berikutnya dapat bergantung pada bidang usaha dan tingkat risiko kegiatan usaha tersebut. OSS sendiri membagi kegiatan usaha berdasarkan tingkat risiko yang menentukan izin serta kewajiban yang perlu dipenuhi.

Mengapa NIB Penting untuk Seller?

Bagi seller yang awalnya menjalankan bisnis secara sederhana, legalitas usaha mungkin terasa belum terlalu penting.

Namun, ketika bisnis mulai berkembang, kebutuhan legalitas biasanya ikut meningkat.

Beberapa manfaat NIB bagi pelaku usaha antara lain:

  1. Menjadi Identitas Resmi Usaha

NIB merupakan identitas pelaku usaha yang diterbitkan melalui OSS. Dengan memiliki NIB, bisnis memiliki identitas usaha yang tercatat secara resmi dalam sistem perizinan berusaha.

  1. Membantu Mengurus Perizinan Usaha

NIB menjadi bagian dari proses perizinan berusaha melalui OSS. Setelah memiliki NIB, pelaku usaha dapat melanjutkan pengurusan perizinan atau persyaratan lain yang diperlukan sesuai bidang dan tingkat risiko usahanya.

  1. Membantu Bisnis Terlihat Lebih Profesional

Legalitas juga dapat meningkatkan kesiapan bisnis ketika seller ingin bekerja sama dengan pihak lain, mengembangkan usaha, atau masuk ke peluang bisnis yang membutuhkan data legalitas.

Bisnis yang ingin naik kelas sebaiknya tidak hanya memikirkan omzet, tetapi juga mulai membangun fondasi usaha yang lebih rapi.

Pengertian HAKI

Pengertian HAKI
Pengertian HAKI

Selain legalitas usaha, seller juga perlu memikirkan perlindungan terhadap aset intelektual bisnis.

HAKI atau Hak Kekayaan Intelektual merupakan istilah yang digunakan untuk hak atas hasil olah pikir manusia yang memiliki nilai ekonomi.

Dalam praktik bisnis, kekayaan intelektual dapat berkaitan dengan berbagai hal seperti merek, hak cipta, paten, desain industri, dan bentuk kekayaan intelektual lainnya.

Salah satu yang paling relevan bagi banyak seller adalah merek.

Merek dapat menjadi identitas yang membedakan produk atau jasa sebuah bisnis dari kompetitor. Karena itu, semakin besar sebuah brand berkembang, semakin penting pula memikirkan perlindungan terhadap mereknya.

Apa Bedanya HAKI dan Merek?

Apa Bedanya HAKI dan Merek?
Apa Bedanya HAKI dan Merek?

HAKI adalah istilah yang lebih luas, sedangkan merek merupakan salah satu bagian dari kekayaan intelektual.

Jadi, ketika seller mengatakan ingin “mengurus HAKI”, sebenarnya perlu ditentukan terlebih dahulu jenis kekayaan intelektual apa yang ingin dilindungi.

Untuk brand yang menjual produk melalui marketplace, pembahasan HAKI sering kali berkaitan dengan pendaftaran merek.

Menurut DJKI, pendaftaran merek memiliki fungsi sebagai alat bukti bagi pemilik yang berhak atas merek, menjadi dasar penolakan terhadap merek yang sama atau memiliki persamaan pada pokoknya untuk barang/jasa sejenis, serta menjadi dasar untuk mencegah penggunaan merek yang sama atau memiliki persamaan pada pokoknya oleh pihak lain untuk barang/jasa sejenis.

Mengapa Pendaftaran Merek Penting untuk Bisnis?

Mengapa Pendaftaran Merek Penting untuk Bisnis?
Mengapa Pendaftaran Merek Penting untuk Bisnis?

Bayangkan seller sudah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk membangun sebuah brand.

Mulai dari membuat logo, desain kemasan, konten, iklan, mengumpulkan review, membangun pelanggan, sampai membuat brand semakin dikenal.

Lalu, ternyata ada pihak lain yang menggunakan nama yang sama atau memiliki merek yang sama/serupa untuk barang atau jasa sejenis.

Tentu situasi seperti ini bisa menjadi masalah.

Karena itu, perlindungan merek sebaiknya mulai dipikirkan sejak awal, terutama ketika seller sudah serius membangun brand.

  1. Memberikan Hak Eksklusif atas Merek Terdaftar

DJKI menjelaskan bahwa hak eksklusif atas merek diberikan negara melalui pendaftaran. Pemilik merek terdaftar memiliki hak untuk menggunakan mereknya sendiri, memberikan izin kepada pihak lain, dan melarang pihak lain menggunakan merek tersebut.

  1. Membantu Melindungi Identitas Brand

Nama brand bukan sekadar nama.

Bagi bisnis, nama tersebut dapat menjadi aset yang melekat pada produk, reputasi, pelanggan, dan aktivitas pemasaran.

DJKI juga menjelaskan bahwa merek dapat berfungsi sebagai identitas produk atau jasa, menambah nilai barang, menjadi aset tidak berwujud, serta mendukung pengembangan usaha.

  1. Menjadi Bagian dari Strategi Membangun Brand Jangka Panjang

Seller yang serius membangun brand sebaiknya tidak hanya fokus pada bagaimana mendapatkan penjualan hari ini.

Brand juga perlu dipersiapkan untuk berkembang dalam jangka panjang.

Ketika bisnis semakin besar, merek dapat menjadi salah satu aset penting yang memiliki nilai ekonomi bagi perusahaan.

NIB dan HAKI: Mana yang Harus Diurus Dulu?

NIB dan HAKI memiliki fungsi yang berbeda, sehingga keduanya tidak bisa dianggap sebagai pengganti satu sama lain.

NIB berkaitan dengan identitas dan perizinan berusaha.

Sementara itu, HAKI berkaitan dengan perlindungan kekayaan intelektual, yang jenis perlindungannya perlu disesuaikan dengan aset intelektual yang dimiliki.

Untuk seller yang baru membangun bisnis, langkah yang bisa dipertimbangkan adalah:

  1. Menentukan bidang dan kegiatan usaha.
  2. Mengurus NIB melalui OSS sesuai ketentuan yang berlaku.
  3. Menentukan aset kekayaan intelektual yang perlu dilindungi.
  4. Jika ingin melindungi brand, melakukan pengecekan merek terlebih dahulu.
  5. Mengajukan pendaftaran merek melalui sistem DJKI sesuai persyaratan.
  6. Menyimpan dan mengelola dokumen legalitas bisnis dengan baik.

DJKI juga menyediakan layanan dan panduan pendaftaran merek secara online. Sebelum mengajukan, pemilik usaha dapat melakukan penelusuran untuk mencari data merek pembanding agar dapat mempertimbangkan ketersediaan nama yang akan digunakan.

Jangan Tunggu Bisnis Besar untuk Mengurus Legalitas

Banyak seller baru memikirkan legalitas ketika bisnisnya sudah besar.

Padahal, semakin cepat fondasi bisnis disiapkan, semakin siap pula bisnis ketika menemukan peluang baru.

Misalnya ketika ingin:

  • Mengembangkan brand ke marketplace lain
  • Membangun kerja sama dengan perusahaan
  • Mengembangkan produk baru
  • Mengikuti peluang bisnis tertentu
  • Membangun brand secara lebih serius
  • Melindungi identitas brand dari penggunaan pihak lain

Legalitas memang bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan bisnis.

Namun, legalitas yang rapi dapat menjadi salah satu fondasi penting agar bisnis bisa berkembang dengan lebih terstruktur.

Bingung Mengurus NIB dan HAKI? Digifolium Kini Bisa Bantu!

Bingung Mengurus NIB dan HAKI? Digifolium Kini Bisa Bantu!
Bingung Mengurus NIB dan HAKI? Digifolium Kini Bisa Bantu!

Mengurus bisnis bukan hanya soal mengatur produk, pesanan, konten, dan iklan.

Ketika bisnis mulai berkembang, ada semakin banyak hal yang perlu diperhatikan—termasuk legalitas dan perlindungan brand.

Karena itu, Digifolium kini menghadirkan layanan Pembuatan NIB dan HAKI untuk membantu seller mempersiapkan kebutuhan legalitas bisnisnya.

Dengan layanan ini, seller tidak perlu mengurus semuanya sendirian dari awal.

Digifolium membantu proses pengurusan sesuai kebutuhan yang dipilih, sehingga seller dapat lebih fokus pada hal yang lebih penting: mengembangkan produk, mengelola bisnis, dan meningkatkan penjualan.

Saatnya Bangun Bisnis yang Bukan Cuma Laris, tapi Juga Lebih Siap Berkembang

Bisnis yang sehat bukan hanya bisnis yang menghasilkan omzet.

Bisnis yang sehat juga memiliki fondasi yang dipersiapkan untuk jangka panjang.

Mulai dari legalitas usaha melalui NIB hingga perlindungan kekayaan intelektual seperti merek, setiap langkah dapat membantu seller membangun bisnis yang lebih profesional.

Sudah punya brand dan mulai serius mengembangkan bisnis? Jangan tunggu sampai muncul masalah baru mengurus legalitas.

Hubungi Digifolium untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai layanan Pembuatan NIB dan HAKI.

Urus legalitasnya, lindungi brand-nya, dan fokus kembangkan bisnisnya bersama Digifolium!

 

[INSERT_ELEMENTOR id=”530″]

Produk Laris Kemerdekaan di Marketplace 2026

Produk Laris Kemerdekaan di Marketplace 2026

Produk Laris Kemerdekaan di Marketplace 2026 – digifolium.com. Setiap momen besar selalu menghadirkan peluang baru bagi para seller marketplace, termasuk Hari Kemerdekaan Indonesia. Menjelang tanggal 17 Agustus, minat masyarakat terhadap berbagai produk bertema kemerdekaan biasanya meningkat, mulai dari perlengkapan lomba, dekorasi, fashion merah putih, hingga kebutuhan acara kantor dan sekolah.

Bagi seller di Shopee, Tokopedia, Lazada, maupun TikTok Shop, momen ini bisa menjadi kesempatan untuk meningkatkan omzet. Namun, peluang tersebut hanya bisa dimanfaatkan jika toko sudah siap dari sisi produk, optimasi, hingga strategi promosi.

Lalu, produk apa saja yang paling laris saat momen kemerdekaan? Simak daftar lengkapnya berikut ini.

Daftar Produk Laris Jelang HUT RI di Marketplace

Daftar Produk Laris Jelang HUT RI di Marketplace
Daftar Produk Laris Jelang HUT RI di Marketplace
  1. Dekorasi Merah Putih

Produk dekorasi menjadi salah satu kategori yang paling banyak dicari menjelang 17 Agustus. Tidak hanya digunakan oleh sekolah, tetapi juga kantor, instansi pemerintahan, UMKM, hingga perumahan.

Contoh produk yang banyak dicari:

  • Bendera Merah Putih
  • Umbul-umbul
  • Dekorasi HUT RI
  • Balon Merah Putih
  • Banner Kemerdekaan
  • Backdrop Acara
  • Lampu Hias Outdoor
  • Kain Dekorasi Merah Putih

Tips:
Gunakan foto produk yang memperlihatkan hasil pemasangan agar calon pembeli lebih mudah membayangkan penggunaannya.

  1. Perlengkapan Lomba 17 Agustus

Lomba menjadi tradisi yang hampir selalu ada saat perayaan kemerdekaan. Hal ini membuat perlengkapan lomba mengalami peningkatan pencarian setiap tahunnya.

Produk yang berpotensi laris:

  • Karung Balap
  • Tali Tambang
  • Sendok Lomba Kelereng
  • Balon
  • Pita Garis Finish
  • Peluit
  • Medali
  • Piala
  • Hadiah Lomba

Semakin lengkap pilihan produk yang tersedia, semakin besar peluang pembeli melakukan checkout dalam satu toko.

  1. Fashion Bertema Merah Putih

Banyak masyarakat menggunakan pakaian bernuansa merah putih untuk mengikuti berbagai kegiatan kemerdekaan.

Beberapa produk yang banyak diminati:

  • Kaos Merah Putih
  • Jersey Kemerdekaan
  • Hijab Merah
  • Hijab Putih
  • Topi Merah Putih
  • Pin HUT RI
  • Aksesoris Kemerdekaan

Tambahkan variasi ukuran dan warna agar produk lebih mudah ditemukan di pencarian marketplace.

  1. Souvenir dan Merchandise Kemerdekaan

Banyak perusahaan, sekolah, hingga komunitas membutuhkan merchandise sebagai hadiah atau kenang-kenangan acara.

Produk yang bisa dijual antara lain:

  • Gantungan Kunci
  • Mug Custom
  • Tumbler
  • Totebag
  • Goodie Bag
  • Notebook
  • Pulpen Custom
  • Stiker HUT RI

Produk custom biasanya memiliki margin keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan produk biasa.

  1. Kemasan UMKM

Momentum kemerdekaan juga sering dimanfaatkan UMKM untuk membuat promo bertema merah putih.

Produk yang banyak dicari:

  • Paper Bag
  • Stiker Kemerdekaan
  • Box Snack
  • Cup Minuman
  • Label Produk
  • Pita Merah Putih
  • Kemasan Hampers

Seller yang menjual perlengkapan kemasan sebaiknya mulai meningkatkan stok sejak awal Agustus.

  1. Peralatan Acara

Banyak acara kemerdekaan membutuhkan perlengkapan pendukung.

Contohnya:

  • Tenda Lipat
  • Meja Lipat
  • Kursi Lipat
  • Speaker Portable
  • Mikrofon
  • Standing Banner
  • Tripod Banner

Kategori ini biasanya banyak dicari oleh panitia acara maupun instansi.

Tips Agar Produk Kemerdekaan Cepat Laris di Marketplace

Tips Agar Produk Kemerdekaan Cepat Laris di Marketplace
Tips Agar Produk Kemerdekaan Cepat Laris di Marketplace

Memiliki produk yang tepat saja belum cukup. Persaingan di marketplace semakin ketat sehingga seller perlu melakukan optimasi secara menyeluruh.

  1. Gunakan Keyword yang Banyak Dicari

Optimalkan judul produk menggunakan kata kunci yang relevan, misalnya:

  • Bendera Merah Putih
  • Dekorasi 17 Agustus
  • Perlengkapan Lomba 17 Agustus
  • Kaos Merah Putih
  • Hadiah Lomba
  • Umbul Umbul Merah Putih

Judul yang mengandung keyword akan lebih mudah muncul di hasil pencarian marketplace.

  1. Upload Produk Lebih Awal

Jangan menunggu mendekati tanggal 17 Agustus.

Idealnya produk sudah aktif sejak akhir Juli atau awal Agustus agar marketplace memiliki waktu untuk mengindeks produk dan mengumpulkan performa penjualan.

  1. Optimalkan Foto Produk

Gunakan foto yang:

  • Terang
  • Resolusi tinggi
  • Menampilkan detail produk
  • Memiliki variasi sudut pengambilan gambar
  • Menampilkan contoh penggunaan produk

Foto yang menarik dapat meningkatkan peluang klik dan konversi.

  1. Manfaatkan Iklan Marketplace

Saat momen campaign, persaingan akan meningkat.

Menggunakan Shopee Ads, Tokopedia Ads, maupun TikTok Shop Ads dapat membantu produk tampil di posisi yang lebih strategis sehingga peluang mendapatkan order juga meningkat.

Pastikan strategi iklan disesuaikan dengan produk, target pasar, serta budget yang dimiliki agar hasilnya lebih optimal.

  1. Ikuti Program Campaign Marketplace

Marketplace biasanya menghadirkan berbagai program khusus menjelang Hari Kemerdekaan.

Mengikuti campaign dapat membantu meningkatkan visibilitas toko sekaligus menarik lebih banyak pembeli melalui promo yang sedang berlangsung.

  1. Pastikan Stok Selalu Aman

Tidak sedikit seller kehilangan peluang karena stok habis di tengah campaign.

Lakukan perhitungan stok berdasarkan tren penjualan tahun sebelumnya dan siapkan cadangan agar toko tetap bisa menerima pesanan selama periode ramai.

Maksimalkan Momentum Kemerdekaan Bersama Digifolium

<yoastmark class=

Momentum Hari Kemerdekaan hanya datang satu kali dalam setahun. Sayang jika peluang tersebut terlewat karena toko belum dioptimasi atau strategi iklan kurang maksimal.

Jika kamu ingin fokus mengembangkan bisnis tanpa repot mengurus marketplace setiap hari, Digifolium siap membantu melalui layanan:

  • Optimasi Marketplace (Shopee, Tokopedia, Lazada, dan TikTok Shop)
  • Jasa Iklan Marketplace
  • Optimasi Judul & SEO Produk
  • Riset Keyword Marketplace
  • Desain Banner dan Foto Produk
  • Dekorasi Toko Marketplace
  • Analisis Performa dan Strategi Scale Up

Dengan strategi yang tepat, peluang produk muncul di pencarian, mendapatkan klik, hingga menghasilkan penjualan akan semakin besar.

Yuk, maksimalkan momen campaign berikutnya bersama Digifolium! 

Fokus mengembangkan bisnis, biarkan tim Digifolium membantu mengelola dan mengoptimalkan marketplace agar omzet bisnismu terus bertumbuh.

 

[INSERT_ELEMENTOR id=”530″]

 

Cara Bebas PPh Pasal 22 di Tokopedia dan TikTok Shop 2026

Cara Bebas PPh Pasal 22 di Tokopedia dan TikTok Shop 2026

Cara Bebas PPh Pasal 22 di Tokopedia dan TikTok Shop 2026 – digifolium.com. Mulai 1 Agustus 2026, seller Tokopedia dan TikTok Shop perlu memahami adanya perubahan kebijakan perpajakan. Berdasarkan PMK Nomor 37 Tahun 2025, marketplace resmi ditunjuk sebagai pihak yang memungut PPh Pasal 22 atas transaksi penjualan yang dilakukan oleh seller.

Kebijakan ini membuat banyak pelaku usaha bertanya-tanya:

Apakah semua seller akan dikenakan pajak?

Apakah omzet di bawah Rp500 juta tetap dipotong pajak?

Bagaimana cara mengajukan pembebasan PPh Pasal 22 di Tokopedia dan TikTok Shop?

Tenang, pada artikel ini Digifolium akan membahas semuanya secara lengkap, mulai dari mekanisme pemungutan, tarif, contoh perhitungan, hingga langkah mengajukan pembebasan pajak.

Apa Itu PPh Pasal 22 Marketplace?

Apa Itu PPh Pasal 22 Marketplace?
Apa Itu PPh Pasal 22 Marketplace?

PPh Pasal 22 Marketplace merupakan pajak yang dipungut langsung oleh marketplace yang telah ditunjuk pemerintah atas transaksi penjualan barang maupun jasa.

Artinya, seller tidak lagi menyetor sendiri pajak tersebut. Marketplace akan:

  • Menghitung besarnya PPh Pasal 22 sesuai ketentuan
  • Memotong pajak langsung dari hasil transaksi seller
  • Menyetorkan pajak ke kas negara
  • Memberikan bukti pemungutan kepada seller sebagai kredit pajak

Dengan sistem ini, proses administrasi perpajakan menjadi lebih sederhana karena seller tidak perlu melakukan penyetoran PPh Pasal 22 secara mandiri.

Apakah Semua Seller Tokopedia dan TikTok Shop Kena PPh Pasal 22?

Jawabannya, tidak.

Masih ada beberapa kategori seller yang mendapatkan pembebasan dari pemungutan PPh Pasal 22.

Seller yang dikecualikan antara lain:

  • Penjual orang pribadi dengan omzet belum melebihi Rp500 juta dalam satu tahun pajak
  • Seller yang telah memiliki Surat Keterangan Bebas (SKB) PPh Pasal 22 dari Direktorat Jenderal Pajak
  • Penjual yang menjual barang atau jasa yang memang dikecualikan berdasarkan ketentuan PMK Nomor 37 Tahun 2025

Apabila termasuk salah satu kategori tersebut, seller dapat mengajukan pembebasan agar marketplace tidak melakukan pemungutan pajak.

Berapa Tarif PPh Pasal 22 Marketplace?

Tarif yang ditetapkan pemerintah adalah sebesar: 0,5% dari dasar pengenaan pajak.

Namun dasar penghitungan tersebut berbeda antara seller yang berstatus PKP dan non-PKP.

Cara Menghitung PPh Pasal 22 Marketplace

Cara Menghitung PPh Pasal 22 Marketplace
Cara Menghitung PPh Pasal 22 Marketplace
  1. Seller Berstatus PKP

Untuk seller PKP, dasar pengenaan pajak dihitung dari harga jual setelah dikurangi diskon seller, kemudian dikeluarkan unsur PPN.

Rumus:

PPh Pasal 22 = (Harga Jual − Diskon Seller) ÷ (1 + tarif PPN) × 0,5%

  1. Seller Non-PKP

Bagi seller non-PKP, perhitungan lebih sederhana.

Rumus:

PPh Pasal 22 = (Harga Jual − Diskon Seller) × 0,5%

Perlu diperhatikan bahwa:

  • Diskon marketplace tidak mengurangi dasar pengenaan pajak
  • Ongkos kirim juga tidak menjadi pengurang dalam perhitungan pajak

Contoh Perhitungan PPh Pasal 22

Misalnya terdapat transaksi sebagai berikut.

Harga produk : Rp100.000

Diskon Marketplace : Rp8.000

Diskon Seller : Rp3.000

Maka dasar pengenaan pajak menjadi:

Rp100.000 − Rp3.000 = Rp97.000

Apabila seller merupakan non-PKP, maka pajak yang dipungut adalah:

Rp97.000 × 0,5% = Rp485

Nominal tersebut nantinya akan muncul pada laporan transaksi marketplace.

Cara Mengajukan Pembebasan PPh Pasal 22 Tokopedia dan TikTok Shop

Cara Mengajukan Pembebasan PPh Pasal 22 Tokopedia dan TikTok Shop
Cara Mengajukan Pembebasan PPh Pasal 22 Tokopedia dan TikTok Shop

Bagi seller dengan omzet di bawah Rp500 juta atau yang telah memiliki SKB PPh Pasal 22, marketplace menyediakan fitur Tax Exemption untuk mengajukan pembebasan pajak.

Dokumen yang Perlu Disiapkan

Sebelum mengajukan pembebasan, siapkan salah satu dokumen berikut:

  • Surat Pernyataan Omzet di bawah Rp500 juta
  • Surat Keterangan Bebas (SKB) PPh Pasal 22 dari DJP

Langkah Mengajukan Pembebasan

Secara umum langkahnya sebagai berikut:

  1. Login ke Seller Center
  2. Masuk ke menu Finance
  3. Pilih menu Tax Exemption
  4. Masuk ke halaman Statement Letter atau Tax Exemption Documents
  5. Upload dokumen sesuai ketentuan
  6. Tunggu proses verifikasi marketplace

Jika dokumen dinyatakan valid, marketplace akan menghentikan pemungutan PPh Pasal 22 sesuai ketentuan yang berlaku.

Bagaimana Jika Seller Sebelumnya Terdaftar Sebagai Corporate?

Bagi seller perseorangan yang sebelumnya menggunakan akun Corporate/Enterprise, terdapat langkah tambahan sebelum mengunggah surat pernyataan omzet.

Seller perlu:

  • Masuk ke halaman Tax Exemption
  • Klik tombol Declare
  • Mengubah status menjadi penjual perorangan
  • Menunggu persetujuan marketplace
  • Setelah status berubah, unggah surat pernyataan omzet melalui menu Statement Letter

Apa yang Harus Dilakukan Seller Sebelum 1 Agustus 2026?

Apa yang Harus Dilakukan Seller Sebelum 1 Agustus 2026?
Apa yang Harus Dilakukan Seller Sebelum 1 Agustus 2026?

Agar proses pemungutan pajak berjalan lancar, seller sebaiknya melakukan beberapa hal berikut:

  • Memastikan data NIK atau NPWP sudah benar
  • Memperbarui status PKP atau non-PKP
  • Memastikan data perpajakan pada akun marketplace sudah sesuai
  • Mengajukan pembebasan pajak apabila memenuhi syarat
  • Menyimpan bukti pemungutan pajak sebagai arsip perpajakan

Apakah Seller Akan Mendapat Bukti Pemungutan Pajak?

Ya.

Marketplace akan menerbitkan bukti pemungutan PPh Pasal 22 secara berkala.

Dokumen tersebut biasanya memuat:

  • Identitas seller
  • NPWP atau NIK
  • Dasar pengenaan pajak
  • Jumlah PPh Pasal 22 yang dipungut

Bukti ini dapat digunakan sebagai kredit pajak ketika seller melaporkan Pajak Penghasilan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kesimpulan

Penerapan pemungutan PPh Pasal 22 Marketplace mulai 1 Agustus 2026 menjadi perubahan penting yang perlu dipahami seluruh seller Tokopedia dan TikTok Shop. Meski marketplace akan memungut pajak secara otomatis, tidak semua penjual dikenai kewajiban tersebut.

Seller orang pribadi dengan omzet di bawah Rp500 juta per tahun, atau seller yang memiliki SKB PPh Pasal 22, dapat mengajukan pembebasan melalui fitur Tax Exemption yang tersedia di Seller Center. Oleh karena itu, pastikan data perpajakan, status usaha, dan dokumen pendukung sudah sesuai agar proses verifikasi berjalan lancar.

Dengan memahami mekanisme ini sejak awal, seller dapat menjalankan bisnis di marketplace dengan lebih tenang, patuh terhadap regulasi, dan terhindar dari kendala administrasi perpajakan di kemudian hari.

 

[INSERT_ELEMENTOR id=”530″]

Panduan Menulis Judul & Deskripsi Produk di TikTok Shop Terbaru

Panduan Menulis Judul & Deskripsi Produk di TikTok Shop Terbaru

Panduan Menulis Judul & Deskripsi Produk di TikTok Shop Terbaru – digifolium.com. Dunia e-commerce Indonesia kembali memperketat celah bagi para pelaku manipulasi data. Memasuki pertengahan tahun 2026, TikTok Shop dan Tokopedia secara serentak memperbarui sistem AI pendeteksi pelanggaran merek mereka.

Jika dulu taktik “kucing-kucingan” dengan memplesetkan nama brand besar masih sering lolos, kini sistem algoritma baru akan langsung mendeteksi dan memberi sanksi tegas tanpa ampun. Mulai dari penghapusan produk hingga pemblokiran toko secara permanen!

Bagaimana aturan main terbarunya dan bagaimana cara menulis judul serta deskripsi produk yang aman namun tetap mendatangkan banyak traffic? Simak panduan lengkapnya di bawah ini!

Mengapa Aturan Penulisan Merek Ini Diperketat?

Mengapa Aturan Penulisan Merek Ini Diperketat?
Mengapa Aturan Penulisan Merek Ini Diperketat?

Sebelum masuk ke teknis penulisan, kamu harus paham dulu alasan di balik ketatnya sistem baru ini. TikTok Shop dan Tokopedia berkomitmen untuk menjaga ekosistem belanja yang sehat dan melindungi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dari brand-brand resmi.

Sistem deteksi otomatis yang diterapkan di tahun 2026 kini jauh lebih cerdas. Algoritma AI mereka tidak hanya membaca kecocokan kata (exact match), tetapi juga mampu mendeteksi:

  • Pola Visual: Membaca teks di dalam gambar/foto produk yang kamu upload.
  • Pola Fonetik: Mendeteksi kemiripan bunyi atau ejaan kata yang sengaja dimanipulasi.
  • Konteks Gambar: Mencocokkan kesesuaian antara gambar produk asli dengan teks judul yang kamu tulis.

Artinya, segala bentuk manipulasi karakter untuk mengecoh algoritma kini hampir 100% pasti akan tertangkap oleh sistem.

Bentuk Pelanggaran Penulisan yang Paling Diincar Sistem

Bentuk Pelanggaran Penulisan yang Paling Diincar Sistem
Bentuk Pelanggaran Penulisan yang Paling Diincar Sistem

Banyak seller yang tidak sengaja melakukan pelanggaran ini hanya karena ikut-ikutan toko sebelah. Pastikan kamu menghindari beberapa taktik penulisan berikut ini jika tidak ingin tokomu kena penalti:

  1. Manipulasi Karakter (Sengaja Salah Ketik)

Menulis nama merek terkenal dengan menyisipkan simbol, angka, atau spasi berlebih untuk menghindari filter sensor sistem.

  • Contoh Dilarang: Nik3, N!ke, Ad1das, C*anel, atau N i k e
  1. Klaim Merek Palsu / “Inspired” yang Salah Tempat

Menjual produk tanpa merek (no brand) atau produk tiruan, namun menuliskan nama merek terkenal di judul produk agar ikutan muncul di hasil pencarian buyer.

  • Contoh Dilarang: Sepatu Running Adidas KW Super, Tas Sekolah Anak Chanel Lokal
  1. Keyword Stuffing Merek Kompetitor

Memasukkan daftar nama merek kompetitor besar di bagian bawah deskripsi produk (biasanya dibungkus dalam tag pencarian atau hashtag) demi mencuri traffic pencarian.

  • Contoh Dilarang: #Eiger #Consina #Arei (ditulis pada produk tas gunung lokal tanpa merek resmi)

Dampak Buruk Jika Tokomu Nekat Melanggar

Sanksi dari Tokopedia dan TikTok Shop tidak lagi berupa peringatan ringan. Jika produkmu terdeteksi melakukan manipulasi penulisan nama merek, ini kerugian besar yang harus kamu tanggung:

  • Penghapusan Produk Seketika: Produk dengan performa penjualan tinggi sekalipun akan langsung di-take down permanen. Kamu akan kehilangan semua ulasan dan riwayat penjualan produk tersebut
  • Skor Kesehatan Toko (AHR) Anjlok: Di TikTok Shop, poin penalti akan langsung menumpuk. Di Tokopedia, skor performa tokomu akan menurun drastis
  • Pembatasan Fitur Toko: Kamu tidak akan diizinkan melakukan live streaming, fitur iklan tokomu akan dinonaktifkan sementara, hingga skenario terburuknya adalah akun tokomu di-banned permanen

Panduan Aman Menulis Judul Produk yang Ramah SEO & Bebas Banned

Panduan Aman Menulis Judul Produk yang Ramah SEO & Bebas Banned
Panduan Aman Menulis Judul Produk yang Ramah SEO & Bebas Banned

Kamu tidak perlu cemas kehilangan traffic pencarian jika menulis judul produk dengan benar. Algoritma pencarian dirancang untuk membaca relevansi, bukan sekadar kata kunci tiruan.

Berikut adalah rumus struktur penulisan judul produk yang aman dan direkomendasikan oleh platform:

[Merek Resmi/Merekmu] + [Jenis Produk/Kategori] + [Fitur Utama/Bahan] + [Spesifikasi/Varian]

Contoh Penerapan yang Benar:

  • Kategori Fashion: DigiWear Kaos Polos Pria Katun Combed 30s Lengan Pendek Black
  • Kategori Elektronik: InnoTech Speaker Bluetooth Waterproof Mini Portable TWS-01
  • Kategori Sepatu Tanpa Merek (Inspired): Sepatu Sneakers Olahraga Pria Bahan Mesh Breathable Ringan (Fokus pada fungsi dan bahan, bukan mendompleng merek terkenal)

5 Tips Penting Agar Tokomu Bebas dari “Razia” Algoritma

5 Tips Penting Agar Tokomu Bebas dari "Razia" Algoritma
5 Tips Penting Agar Tokomu Bebas dari “Razia” Algoritma

Agar bisnis jualan onlinemu tetap berjalan lancar dan aman dalam jangka panjang, terapkan 5 tips praktis ini sekarang juga:

  1. Lakukan Audit Massal Produk Lama

Jangan tunggu sampai tokomu mendapatkan notifikasi pelanggaran. Buka Seller Center kalian sekarang, cek kembali produk-produk lama, dan segera ubah judul serta deskripsi produk yang masih menggunakan plesetan nama merek.

  1. Maksimalkan Penggunaan Kata Kunci Fungsional

Alih-alih memaksa membawa nama brand lain, manfaatkan kata kunci fungsional yang sering dicari pembeli, seperti: anti-slip, busui-friendly, bahan adem, muat laptop 15 inch, dsb.

  1. Urus Dokumen Brand Authorization (Izin Merek resmi)

Jika produk yang kamu jual memang produk asli/original dari brand besar, segera upload sertifikat keaslian atau surat izin distribusi resmi ke sistem Brand Authorization di Seller Center Tokopedia dan TikTok Shop agar tokomu mendapatkan centang resmi dan aman dari razia.

  1. Buat dan Daftarkan Merek Sendiri

Ini adalah solusi jangka panjang terbaik. Mulailah membangun brand lokal milikmu sendiri. Daftarkan merek tokomu ke DJKI (Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual) agar produkmu memiliki nilai jual lebih tinggi dan dilindungi secara hukum.

  1. Edukasi Tim Upload Konten & Host Live

Terkadang pelanggaran terjadi karena kelalaian staf. Pastikan tim copywriter yang menulis deskripsi produk serta tim host live streaming memahami aturan ketat ini agar mereka tidak asal menulis teks berjalan atau melontarkan kata-kata plesetan merek saat siaran langsung.

Kesimpulan

Bermain bersih di marketplace adalah satu-satunya jalan ninja terbaik untuk menjaga bisnis kalian tetap bertahan dalam jangka panjang. Sistem deteksi otomatis di tahun 2026 ini dibuat bukan untuk mempersulit seller, melainkan untuk menciptakan lingkungan belanja yang adil dan tepercaya bagi para pembeli.

Yuk, segera periksa dan rapihkan kembali judul serta deskripsi produk di tokomu sebelum algoritma AI mendeteksi pelanggaran di tokomu!

Bagaimana dengan tokomu? Apakah kamu sudah mulai merapikan judul-judul produk lama agar aman dari sistem baru ini? Tulis pendapat atau pertanyaanmu di kolom komentar, ya!

 

[INSERT_ELEMENTOR id=”530″]

PPh Pasal 22 Shopee Resmi Berlaku Mulai 1 Agustus 2026!

PPh Pasal 22 Shopee Resmi Berlaku Mulai 1 Agustus 2026!

PPh Pasal 22 Shopee Resmi Berlaku Mulai 1 Agustus 2026! – digifolium.com. Dunia e-commerce Indonesia kembali mengalami pergeseran regulasi yang cukup signifikan. Mulai 1 Agustus 2026, pemerintah secara resmi menunjuk Shopee sebagai agen pemungut, penyetor, dan pelapor PPh Pasal 22 berdasarkan payung hukum PMK No. 37 Tahun 2025. 

Pertanyaannya: Apakah tokomu sudah siap, atau kamu justru sedang pusing memikirkan margin yang terancam tergerus?

Sebagai seller yang adaptif, kamu tidak boleh melihat kebijakan ini sebagai hambatan, melainkan sebagai sebuah standarisasi bisnis baru. PPh Pasal 22 sebesar 0,5% akan ditarik langsung dari nilai tagihan bruto atau nilai perolehan transaksi. 

Namun, regulasi ini dirancang dengan asas keadilan sosial yang kuat, artinya ada klaster perlindungan untuk pelaku UMKM kecil dan skema khusus untuk korporasi besar.

Yuk, kita bedah secara mendalam, kritis, dan solutif!

  1. Memahami Peta Regulasi: Siapa yang Kena Potong dan Siapa yang Kebal?

Memahami Peta Regulasi: Siapa yang Kena Potong dan Siapa yang Kebal?
Memahami Peta Regulasi: Siapa yang Kena Potong dan Siapa yang Kebal?

Banyak rumor beredar di grup komunitas seller bahwa semua toko akan langsung dipotong 0,5% tanpa pandang bulu. Faktanya tidak demikian. Pemerintah membagi kategori seller secara spesifik guna menjaga stabilitas ekonomi digital nasional:

Profil Seller / Segmen Bisnis Konsekuensi Finansial & Regulasi (PMK 37/2025)
Seller Orang Pribadi (Omzet

Berjalan > Rp500 Juta/Tahun)

Wajib menjadi objek pemungutan PPh Pasal 22 sebesar 0,5% secara

otomatis pada setiap transaksi di Shopee

Seller Orang Pribadi (Omzet

Mikro < Rp500 Juta/Tahun)

Bebas Potongan (0%). Pemerintah memberikan proteksi penuh, asalkan kamu mengunggah Surat Pernyataan Omzet resmi ke sistem

Shopee

Seller Berbentuk Badan Usaha

(PT / CV / Firma)

Dikenakan tarif proporsional PPh 22 sejak rupiah pertama transaksi

tanpa melihat limitasi omzet Rp 500 juta

Pemegang SKB Pajak Resmi Bebas Pemotongan (0%) selama dokumen Surat Keterangan Bebas yang sah dari DJP diunggah dan diverifikasi oleh tim Shopee

 

Warning Box: Aturan Main Multi-Kategori

Jika tokomu menjual produk campuran dalam satu kali checkout pembeli (misal: pulsa bersamaan dengan fashion), Shopee hanya akan memotong persentase pajak pada kategori produk non-pengecualian. 

Kategori yang mutlak bebas dari PPh ini meliputi pulsa/kartu perdana, emas batangan/perhiasan pabrikan, serta transaksi properti/tanah.

  1. Checklist Mitigasi: Tiga Langkah Agar Operasional Toko Tetap Aman

Checklist Mitigasi: Tiga Langkah Agar Operasional Toko Tetap Aman
Checklist Mitigasi: Tiga Langkah Agar Operasional Toko Tetap Aman

Jangan menunda persiapan sampai malam tanggal 31 Juli. Jika data tokomu tidak sinkron saat sistem otomatis dijalankan pada 1 Agustus 2026, kamu berisiko menghadapi penalti administrasi atau pembekuan fitur keuangan interim. Lakukan tiga langkah taktis berikut:

Langkah 1: Audit Validitas Data Diri & Identitas Legalitas

 

Masuk ke platform Seller Centre-mu sekarang juga. Shopee mencocokkan data manifest perpajakan secara real-time dengan server pemerintah. 

Pastikan Nama Pemilik Akun, NIK/NPWP, serta Nomor Induk Berusaha (NIB) tidak memiliki perbedaan satu karakter pun. 

Poin paling krusial: Nama pemilik rekening bank pencairan wajib sama persis dengan nama legalitas toko.

Perbedaan nama dapat memicu penolakan validasi sistem.

Langkah 2: Amankan Dokumen Pengecualian & Surat Pernyataan Omzet

Bagi kamu pelaku usaha perorangan, hitung total omzet tokomu dari bulan Januari hingga Juli 2026 secara akumulatif (gabungkan data dari seluruh e-commerce tempat kamu berjualan). 

Jika totalnya terbukti belum menembus Rp500 juta, segera buat Surat Pernyataan format resmi pemerintah dengan opsi “Sampai dengan Rp 500 Juta” dan upload ke menu Toko > Profil Toko > Data Diri di aplikasi Shopee agar tokomu otomatis disatukan ke kluster bebas pajak.

Langkah 3: Integrasikan Laporan Pajak Otomatis Shopee ke Pembukuan Internal

Setelah tanggal pemberlakuan, Shopee akan meluncurkan dasbor transparan di tab Penghasilan Saya. Di sini, kamu bisa mengunduh berkas rekonsiliasi potongan pajak bulanan. Jadikan berkas ini sebagai dokumen kredit pajak saat kamu mengurus pelaporan SPT tahunan badan atau perorangan agar tidak terjadi pemajakan ganda (double taxation).

  1. Strategi Pricing Digifolium: Mengamankan Margin Profit Pasca- Regulasi

Strategi Pricing Digifolium: Mengamankan Margin Profit Pasca- Regulasi
Strategi Pricing Digifolium: Mengamankan Margin Profit Pasca- Regulasi

Potongan 0,5% dari omzet bruto mungkin terlihat kecil, tetapi bagi toko dengan margin tipis (seperti reseller atau dropshipper), angka ini bisa memotong porsi keuntungan bersih secara signifikan. Tim strategi Digifolium merekomendasikan dua pendekatan penyesuaian:

  • Re-Alokasi Biaya Iklan (Ad-Spend Optimization): Daripada menaikkan harga jual secara ekstrem yang berisiko menurunkan konversi (CR), optimalkan kembali efisiensi iklan tokomu. Gunakan fitur otomatisasi seperti GMV Max secara presisi guna memotong biaya operasional yang terbuang sia-sia, sehingga margin tokomu tetap seimbang.
  • Value Bundling Strategy: Buat paket produk bundel (misal beli 3 lebih hemat). Strategi ini efektif meningkatkan *Average Order Value* (AOV), sehingga beban pajak 0,5% per transaksi bisa terkompensasi oleh volume margin yang lebih tebal dari satu kali pengiriman barang.

Bagaimana Kesiapan Infrastruktur Tokomu Menyambut 1 Agustus?

Perubahan regulasi adalah hal yang mutlak dalam industri digital yang dinamis. Seller yang bertindak lebih cepat akan mencuri start dan tampil lebih dominan di pasar. Kalau kamu masih bingung cara menghitung omzet akumulatif atau cara sinkronisasi data NIK/NPWP di Shopee, yuk diskusikan masalah tokomu bersama tim ahli kami di kolom komentar di bawah ini!

 

[INSERT_ELEMENTOR id=”530″]

Strategi Meningkatkan Penjualan Saat Musim Liburan Sekolah

Strategi Meningkatkan Penjualan Saat Musim Liburan Sekolah

Strategi Meningkatkan Penjualan Saat Musim Liburan Sekolah – digifolium.com. Musim liburan sekolah sering kali dianggap sebagai periode penjualan yang cenderung melambat. Padahal, bagi seller marketplace, momen ini justru menjadi salah satu peluang emas untuk meningkatkan penjualan, terutama bagi yang menjual produk kebutuhan sekolah.

Menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027, banyak orang tua mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan anak sebelum kembali bersekolah. Mulai dari alat tulis, tas sekolah, sepatu sekolah, botol minum, kotak bekal, buku gambar, perlengkapan mewarnai, hingga berbagai aksesori sekolah, semuanya berpotensi mengalami peningkatan permintaan.

Berdasarkan kalender pendidikan, libur sekolah berlangsung mulai 22 Juni hingga 12 Juli 2026, sementara tahun ajaran baru dimulai pada 13 Juli 2026. Artinya, periode menjelang masuk sekolah menjadi waktu yang tepat bagi seller untuk mulai mengoptimalkan toko dan strategi penjualannya.

Sayangnya, masih banyak seller yang baru bergerak ketika permintaan sudah tinggi. Akibatnya, mereka harus bersaing lebih ketat dengan kompetitor yang sudah lebih dulu melakukan optimasi.

Lalu, apa saja strategi yang bisa dilakukan agar toko siap menghadapi momentum Back to School?

Identifikasi Produk yang Berpotensi Mengalami Lonjakan Permintaan

Identifikasi Produk yang Berpotensi Mengalami Lonjakan Permintaan
Identifikasi Produk yang Berpotensi Mengalami Lonjakan Permintaan

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengetahui produk mana saja yang biasanya mengalami peningkatan penjualan selama musim Back to School.

Selain alat tulis kantor (ATK), beberapa kategori yang biasanya ikut meningkat antara lain:

  • Tas sekolah
  • Sepatu sekolah
  • Botol minum
  • Kotak bekal
  • Tempat pensil
  • Buku gambar
  • Buku tulis
  • Pulpen dan pensil
  • Penggaris
  • Spidol
  • Crayon dan pensil warna
  • Label nama
  • Kaos kaki sekolah
  • Aksesori perlengkapan belajar

Jika kamu menjual salah satu produk tersebut, sekarang adalah waktu yang tepat untuk mulai mempersiapkan toko.

Optimasi Judul Produk dengan Keyword yang Tepat

Optimasi Judul Produk dengan Keyword yang Tepat
Optimasi Judul Produk dengan Keyword yang Tepat

Calon pembeli biasanya mencari produk menggunakan kata kunci tertentu di marketplace.

Karena itu, pastikan judul produk sudah mengandung keyword yang relevan, misalnya:

  • Tas Sekolah Anak SD Waterproof
  • Sepatu Sekolah Putih Anak
  • Paket Alat Tulis Sekolah Lengkap
  • Botol Minum Anak Anti Tumpah
  • Tempat Pensil Karakter

Judul yang jelas dan sesuai kebiasaan pencarian pembeli akan membantu produk lebih mudah ditemukan di Shopee, TikTok Shop, Tokopedia, maupun Lazada.

Optimasi Thumbnail dan Halaman Produk

Optimasi Thumbnail dan Halaman Produk
Optimasi Thumbnail dan Halaman Produk

Persaingan di marketplace semakin ketat. Oleh karena itu, foto produk menjadi faktor penting yang menentukan apakah calon pembeli akan mengklik produk kamu atau tidak.

Pastikan thumbnail:

  • Memiliki pencahayaan yang baik
  • Menampilkan produk dengan jelas
  • Menonjolkan keunggulan produk
  • Menggunakan desain yang rapi dan profesional

Selain itu, lengkapi halaman produk dengan deskripsi, spesifikasi, ukuran, varian, serta foto pendukung agar calon pembeli semakin yakin untuk melakukan checkout.

Buat Promo dan Bundling yang Menarik

Saat musim masuk sekolah, pembeli biasanya membeli lebih dari satu produk sekaligus.

Manfaatkan kebiasaan tersebut dengan membuat promo seperti:

  • Paket perlengkapan sekolah
  • Bundling tas + botol minum
  • Paket alat tulis lengkap
  • Diskon pembelian minimal
  • Voucher toko
  • Gratis ongkir
  • Cashback

Strategi bundling tidak hanya meningkatkan nilai transaksi, tetapi juga membantu mempercepat perputaran stok.

Jalankan Iklan Marketplace Sebelum Permintaan Memuncak

Jalankan Iklan Marketplace Sebelum Permintaan Memuncak
Jalankan Iklan Marketplace Sebelum Permintaan Memuncak

Salah satu kesalahan yang masih sering dilakukan seller adalah baru mulai beriklan ketika musim ramai sudah dimulai.

Padahal, algoritma marketplace membutuhkan waktu untuk mengoptimalkan performa campaign.

Mulailah menjalankan iklan lebih awal agar kamu memiliki waktu untuk melakukan evaluasi terhadap:

  • Click Through Rate (CTR)
  • Conversion Rate (CR)
  • Return on Ad Spend (ROAS)
  • Biaya per pesanan
  • Produk dengan performa terbaik

Dengan begitu, saat permintaan mulai meningkat, campaign iklan sudah lebih stabil dan siap menghasilkan performa yang optimal.

Pastikan Stok dan Operasional Toko Sudah Siap

Lonjakan permintaan tentu harus diimbangi dengan kesiapan operasional.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Pastikan stok produk mencukupi
  • Siapkan bahan packing
  • Percepat respon chat pelanggan
  • Atur jadwal pengiriman agar tetap tepat waktu
  • Cek kembali produk yang paling banyak diminati

Jangan sampai promosi sudah berjalan maksimal, tetapi pesanan justru terlambat diproses karena operasional belum siap.

Maksimalkan Momentum Campaign Marketplace

Selain permintaan yang meningkat secara alami, marketplace juga biasanya menghadirkan berbagai campaign yang dapat dimanfaatkan seller.

Pastikan toko kamu mengikuti campaign yang relevan, seperti:

  • Promo Back to School
  • Flash Sale
  • Gratis Ongkir
  • Voucher Toko
  • Campaign bulanan marketplace

Kombinasi antara campaign marketplace dan optimasi iklan dapat membantu produk memperoleh exposure yang lebih besar.

Jangan Tunggu Kompetitor Lebih Dulu Bergerak

Musim liburan sekolah bukan sekadar periode liburan. Bagi seller marketplace, ini adalah kesempatan untuk mempersiapkan toko sebelum memasuki periode dengan permintaan yang lebih tinggi.

Semakin cepat kamu melakukan optimasi, semakin besar peluang produk muncul di hasil pencarian, mendapatkan trafik, dan menghasilkan penjualan ketika kebutuhan sekolah mulai meningkat.

Ingat, pembeli biasanya sudah mulai mencari kebutuhan sekolah bahkan sebelum hari pertama masuk sekolah tiba. Jadi, jangan menunggu sampai 13 Juli 2026 untuk mulai bergerak.

Siapkan Toko Kamu Sebelum Musim Back to School Dimulai bareng Digifolium!

<yoastmark class=

Momentum Back to School hanya datang satu kali dalam setahun. Seller yang mempersiapkan strategi lebih awal biasanya memiliki peluang lebih besar untuk memenangkan persaingan, mendapatkan lebih banyak traffic, dan mengubahnya menjadi penjualan.

Jangan tunggu sampai kompetitor lebih dulu mengambil peluang ini.

Kalau kamu ingin toko lebih siap menghadapi lonjakan permintaan saat musim liburan sekolah, Digifolium siap membantu melalui layanan optimasi toko dan iklan marketplace yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnismu.

Yuk, manfaatkan momentum ini sebaik mungkin dan jadikan musim Back to School sebagai kesempatan untuk meningkatkan performa toko serta penjualan di marketplace bersama Digifolium.

 

[INSERT_ELEMENTOR id=”530″]

 

Panduan Lengkap Asuransi Retur Pembeli TikTok Shop Juni 2026

Panduan Lengkap Asuransi Retur Pembeli TikTok Shop Juni 2026

Panduan Lengkap Asuransi Retur Pembeli TikTok Shop Juni 2026 – digifolium.com. Dinamika regulasi di industri marketplace kembali membawa pembaruan signifikan bagi para pelaku bisnis online. Mulai Juni 2026, TikTok Shop secara resmi menerapkan kebijakan baru terkait struktur biaya logistik untuk pengiriman gagal dan retur barang. Kebijakan ini tentu menjadi perhatian besar karena berpotensi mempengaruhi margin keuntungan jika tidak disikapi dengan strategi yang tepat.

Sebagai solusi taktis, TikTok Shop yang bekerja sama dengan Tokopedia menghadirkan fitur Asuransi Pengiriman Retur Pembeli (Buyer Return Shipping Insurance – BRSI). Bagaimana fitur ini bekerja dan mengapa program ini wajib kamu maksimalkan? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Mengapa Fitur BRSI Sangat Penting Mulai Juni 2026?

Mengapa Fitur BRSI Sangat Penting Mulai Juni 2026?
Mengapa Fitur BRSI Sangat Penting Mulai Juni 2026?

Perubahan regulasi logistik kali ini membawa dampak finansial langsung pada operasional toko. Berikut adalah tiga poin utama yang wajib kamu pahami:

  • Beban Biaya Seller: Mulai Juni 2026, seluruh biaya pengiriman gagal (failed delivery) dan retur barang sepenuhnya dibebankan kepada penjual. Akumulasi biaya yang dikenakan bisa mencapai Rp10.000 per transaksi.
  • Subsidi Platform: Pihak platform tetap memberikan dukungan. Untuk pesanan di atas Rp5.000 yang diretur oleh pembeli, selisih biayanya akan ditanggung langsung oleh TikTok Shop.
  • Fungsi Utama BRSI: Fitur asuransi BRSI dirilis sebagai langkah preventif untuk memberikan perlindungan finansial bagi penjual, sekaligus menekan risiko kerugian akibat tingginya biaya logistik barang returan.

 

Simulasi Finansial: Perbandingan Menjadi Peserta BRSI vs Non-Peserta

Simulasi Finansial: Perbandingan Menjadi Peserta BRSI vs Non-Peserta
Simulasi Finansial: Perbandingan Menjadi Peserta BRSI vs Non-Peserta

Untuk melihat seberapa besar efisiensi yang ditawarkan oleh fitur ini, mari kita bedah simulasi perhitungan biaya saat terjadi retur pembeli melalui tabel di atas.

Dampak Jangka Panjang terhadap Margin Keuntungan (Profit Margin)

Dampak Jangka Panjang terhadap Margin Keuntungan
Dampak Jangka Panjang terhadap Margin Keuntungan

Premi asuransi sebesar Rp65 per paket mungkin terlihat sangat kecil. Namun, dalam jangka panjang, biaya tersebut dapat membantu melindungi margin keuntungan toko dari risiko kerugian akibat paket retur, gagal kirim, atau kendala logistik lainnya.

Untuk memahami dampaknya, mari gunakan simulasi sederhana.

Jika Toko Menghadapi 100 Kasus Retur atau Gagal Kirim dalam Sebulan

Tanpa Asuransi BRSI

Apabila biaya kerugian yang harus ditanggung seller sebesar Rp10.000 per paket, maka total kerugian yang terjadi adalah:

100 paket × Rp10.000 = Rp1.000.000

Kerugian ini secara langsung akan mengurangi profit toko dan dapat memengaruhi kesehatan arus kas bisnis, terutama bagi seller dengan margin yang relatif tipis.

Jika Menggunakan Asuransi BRSI

Dengan premi Rp65 per paket, biaya yang dikeluarkan untuk 100 paket hanya:

100 paket × Rp65 = Rp6.500

Sementara itu, biaya kerugian yang ditanggung dalam cakupan perlindungan asuransi akan digantikan sesuai ketentuan yang berlaku pada platform.

Mengapa Ini Penting untuk Profit Margin?

Dari simulasi di atas, seller hanya mengeluarkan biaya Rp6.500 untuk melindungi potensi kerugian hingga Rp1.000.000.

Artinya, terdapat potensi perlindungan profit sebesar Rp993.500 untuk setiap 100 kasus yang terjadi.

Dalam skala bisnis yang lebih besar, strategi perlindungan seperti ini dapat membantu menjaga profit margin tetap stabil, mengurangi risiko kerugian operasional, dan memberikan kepastian yang lebih baik dalam pengelolaan keuangan toko.

Oleh karena itu, biaya premi yang relatif kecil dapat dipandang sebagai investasi untuk mitigasi risiko, bukan sekadar tambahan biaya operasional.

Kesimpulan dan Langkah Taktis

Kehadiran fitur Buyer Return Shipping Insurance (BRSI) merupakan angin segar bagi stabilitas finansial para seller di ekosistem TikTok Shop dan Tokopedia. Regulasi baru Juni 2026 tidak lagi menjadi ancaman yang menakutkan jika kamu bergerak cepat melakukan mitigasi risiko sejak awal.

Pastikan kamu segera memeriksa dashboard penjual kamu dan mengaktifkan fitur BRSI ini untuk mengamankan setiap transaksi yang berjalan. Jangan biarkan margin keuntungan tokomu tergerus oleh biaya logistik yang tidak terproteksi.

Bagaimana dengan tokomu? Apakah kamu sudah mengaktifkan fitur BRSI ini di dashboard seller, atau baru merencanakan penyesuaian strategi ini dalam waktu dekat? Bagikan perkembangan tokomu dan mari berdiskusi di kolom komentar.

 

[INSERT_ELEMENTOR id=”530″]

Lakukan 3 Hal Ini di Tokomu Agar Tetap Cuan saat Ditinggal Mudik!

Lakukan 3 Hal Ini di Tokomu Agar Tetap Cuan saat Ditinggal Mudik!

Lakukan 3 Hal Ini di Tokomu Agar Tetap Cuan saat Ditinggal Mudik! – digifolium.com. Momen libur panjang selalu menjadi pedang bermata dua bagi para pemilik toko online. Di satu sisi, momen seperti Hari Raya Idul Adha yang disertai dengan rincian cuti bersama resmi dari pemerintah adalah waktu yang sangat dinantikan untuk beristirahat, berkumpul bersama keluarga besar, dan menikmati hasil kerja keras selama ini. 

Namun, di sisi lain, bagi seorang marketplace seller, libur panjang sering kali mendatangkan kecemasan tersendiri. Pertanyaan-pertanyaan seperti “Bagaimana nasib operasional toko nanti?”, “Apakah chat pembeli akan terbengkalai?”, hingga “Bagaimana kalau toko kena penalti karena pengiriman telat?” kerap kali membayangi pikiran para owner.

Kecemasan ini sangat beralasan. Ketika tim operasional, admin customer service, hingga tim gudang mengambil hak mereka untuk mudik dan menikmati libur Idul Adha, roda bisnis tokomu terancam mandek. Jika toko dibiarkan begitu saja tanpa persiapan, performa toko bisa langsung terjun bebas hanya dalam hitungan hari. Skor performa chat yang menurun atau tumpukan pesanan yang terlambat dikirim bisa membuat algoritma Shopee maupun TikTok Shop “menghukum” tokomu dengan menurunkan visibilitas produk di halaman pencarian.

Tapi tenang, kamu tidak perlu mengorbankan waktu liburanmu atau terpaksa menahan karyawan tidak mudik demi menjaga kestabilan toko. Solusi terbaiknya bukan mematikan toko, melainkan membangun sistem yang membuatnya berjalan secara auto-pilot. Dengan memanfaatkan teknologi dan ekosistem digital saat ini, kamu bisa berlibur dengan tenang tanpa takut kehilangan momentum penjualan.

Berikut adalah 3 hal krusial yang wajib kamu lakukan di tokomu supaya tetap cuan dan aman meskipun ditinggal mudik karyawan!

  1. Maksimalkan Fitur Otomatisasi Balas Chat dan Auto-Reply

Maksimalkan Fitur Otomatisasi Balas Chat dan Auto-Reply
Maksimalkan Fitur Otomatisasi Balas Chat dan Auto-Reply

Salah satu metrik paling sensitif di marketplace seperti Shopee dan TikTok Shop adalah persentase membalas chat (Chat Response Rate). Ketika admin tokomu mudik dan tidak ada yang memegang aplikasi seller, chat yang masuk dari calon pembeli akan menumpuk. 

Jika dibiarkan tidak terbalas dalam waktu 24 jam, metrik tokomu akan langsung memburuk, yang berujung pada turunnya reputasi tokomu di mata algoritma.

Untuk mengatasinya, kamu wajib mengoptimalkan fitur otomatisasi marketplace sebelum hari libur tiba:

  • Aktifkan Asisten Chat / Auto-Reply: Susun kalimat balasan otomatis yang informatif, transparan, namun tetap ramah. Beritahu calon pembeli secara jujur mengenai kondisi operasional tokomu selama libur Idul Adha dan cuti bersama.
  • Gunakan Fitur FAQ (Frequently Asked Questions): Buat daftar pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh pembeli, seperti ketersediaan stok, detail ukuran, atau jadwal pengiriman terupdate. Masukkan jawaban instan agar sistem bisa langsung menyelesaikannya tanpa bantuan manusia.

Contoh Template Chat Auto-Reply yang Ramah: “Halo Kak! Terima kasih telah menghubungi [Nama Tokomu]. Menyambut Hari Raya Idul Adha dan cuti bersama, operasional admin kami sedang libur mulai tanggal [Tanggal] hingga [Tanggal].

Toko kami TETAP MENERIMA PESANAN secara otomatis. Seluruh pesanan yang masuk selama periode libur ini akan diprioritaskan untuk dikirim serentak pada tanggal [Tanggal Mulai Masuk]. > Untuk informasi ketersediaan produk, stok yang tertera di etalase selalu up-to-date ya Kak, silakan langsung diorder! Selamat merayakan Idul Adha!

  1. Amankan Trafik dengan Migrasi ke Fitur Iklan Otomatis (GMV Max / Kompas Iklan)

Amankan Trafik dengan Migrasi ke Fitur Iklan Otomatis (GMV Max / Kompas Iklan)
Amankan Trafik dengan Migrasi ke Fitur Iklan Otomatis (GMV Max / Kompas Iklan)

Kesalahan fatal yang sering dilakukan oleh banyak owner toko online saat liburan adalah mematikan seluruh iklan berbayar karena takut boncos tidak ada yang memantau. Mematikan iklan secara total akan memutus aliran trafik masuk ke tokomu. Akibatnya, saat liburan selesai dan tokomu kembali beroperasi normal, kamu harus membangun momentum dan memancing algoritma dari nol lagi—proses yang memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit.

Strategi jualan di shopee dan TikTok Shop yang benar saat liburan adalah bukan mematikan iklan, melainkan mengubah metodenya dari manual ke otomatis. Manfaatkan iklan gmv max tiktok shop atau fitur optimasi otomatis di Shopee Ads.

Fitur otomatisasi ini menggunakan kecerdasan buatan (AI) milik marketplace untuk mencari audiens yang paling berpotensi melakukan pembelian berdasarkan data historis tokomu. Kamu hanya perlu menetapkan batas anggaran harian (daily budget) yang aman dan rasional agar pengeluaran tetap terkontrol. Dengan begitu, iklan akan tetap bekerja mencari cuan di latar belakang secara mandiri tanpa perlu dipantau ketat setiap jam oleh tim iklanmu yang sedang di perjalanan mudik.

  1. Atur Strategi Batas Pengiriman dan Manajemen Stok Khusus

Atur Strategi Batas Pengiriman dan Manajemen Stok Khusus
Atur Strategi Batas Pengiriman dan Manajemen Stok Khusus

Masalah terbesar saat libur panjang bukan hanya absennya tim gudang yang melakukan packing, tetapi juga operasional pihak ekspedisi atau kurir logistik yang biasanya ikut libur atau mengalami keterlambatan operasional. 

Jika kamu salah mengelola ekspektasi waktu pengiriman, tokomu akan kebanjiran komplain dan pengajuan pembatalan dari pembeli.

Untuk mengelola toko saat libur agar tetap aman, lakukan penyesuaian pada manajemen pengiriman tokomu:

  • Gunakan Fitur Pre-Order (PO) Secara Selektif: Jika tokomu tetap ingin membuka penjualan pada produk-produk best seller, ubah status produk tersebut menjadi Pre-Order (PO) khusus untuk memperpanjang masa pengemasan di dashboard agar tidak melewati batas waktu reguler marketplace. Ini akan menghindarkan tokomu dari poin penalti akibat keterlambatan pengiriman.
  • Batasi Stok Etalase Hanya pada Produk yang Mudah Di-packing: Jika kamu terpaksa mengurus beberapa orderan sendirian tanpa tim gudang, batasi stok produk yang rumit dikemas. Fokuskan stok pada produk ringan yang praktis pengemasannya sehingga kamu bisa menanganinya dengan cepat di sela-sela waktu liburanmu.
  • Buat Pengumuman Jelas di Banner Toko: Pasang pengumuman visual di halaman utama toko mengenai batas maksimal order agar bisa dikirim sebelum libur (misal: “Order sebelum H-2 Idul Adha dikirim di hari yang sama, selebihnya dikirim H+2 setelah cuti bersama”).

Kesimpulan: Bisnis yang Sehat adalah Bisnis yang Tersistem

Menikmati momen libur Idul Adha dan membiarkan karyawan berkumpul bersama keluarga adalah bagian dari menjaga kebahagiaan tim dan kelangsungan bisnis jangka panjang. Bisnis online yang sehat bukanlah bisnis yang menuntut pemilik atau karyawannya bekerja 24 jam tanpa henti, melainkan bisnis yang sistem operasionalnya tetap mampu berjalan menghasilkan profit meskipun ditinggal rehat sejenak.

Dengan menerapkan tiga langkah optimasi di atas—memaksimalkan auto-reply chat, memanfaatkan fitur iklan otomatis seperti GMV Max, serta melakukan penyesuaian durasi pengiriman—tokomu akan tetap aman dari penalti, trafik toko terjaga, dan pundi-pundi cuan tetap mengalir masuk ke rekening tokomu secara otomatis.

Ingin Tokomu Tetap Auto-Pilot dan Melejit Sepanjang Tahun? Hubungi Digifolium Sekarang Juga!

Ingin Tokomu Tetap Auto-Pilot dan Melejit Sepanjang Tahun? Hubungi Digifolium Sekarang Juga!
Ingin Tokomu Tetap Auto-Pilot dan Melejit Sepanjang Tahun? Hubungi Digifolium Sekarang Juga!

Mempersiapkan sistem toko online agar tetap menghasilkan cuan maksimal memang membutuhkan strategi yang matang dan pemahaman mendalam tentang algoritma marketplace terbaru. Jika kamu sebagai owner ingin fokus pada pengembangan produk skala besar dan menyerahkan pengelolaan toko, optimasi toko, hingga manajemen iklan (ads) kepada tim profesional, Digifolium siap membantumu!

Sebagai Shopee Certified Enabler resmi, Digifolium memiliki tim ahli yang siap mendampingi dan mengelola tokomu agar terus bertumbuh secara konsisten, baik di hari kerja maupun di musim liburan. Hubungi tim Digifolium sekarang untuk konsultasi strategis gratis mengenai toko onlinemu!

 

[INSERT_ELEMENTOR id=”530″]

Strategi Jualan Produk Non-Kurban di Shopee dan Tiktok Shop

Strategi Jualan Produk Non-Kurban di Shopee dan Tiktok Shop

Strategi Jualan Produk Non-Kurban di Shopee dan Tiktok Shop –  digifolium.com. Menjelang Idul Adha, banyak seller langsung berpikir: “Harus jual hewan kurban biar bisa cuan.”
Padahal faktanya, gak semua seller punya akses, modal, atau kesiapan untuk masuk ke kategori tersebut.

Menariknya, justru ada peluang besar dari produk non-kurban yang ikut naik saat Idul Adha dan seringkali lebih mudah dijalankan, lebih fleksibel, serta punya margin yang lebih terkontrol.

Sayangnya, masih banyak seller yang melewatkan momen ini. Mereka hanya ikut ramai tanpa strategi, atau sekadar menaikkan iklan tanpa memahami perilaku pembeli di momen Idul Adha.

Padahal, di marketplace seperti Shopee dan TikTok Shop, momen musiman seperti ini bisa jadi salah satu booster penjualan terbesar… kalau kamu tahu cara memaksimalkannya.

Di artikel ini, kita akan bahas strategi jualan saat Idul Adha di Shopee dan TikTok Shop, mulai dari ide produk sampai tips praktis yang bisa langsung kamu terapkan.

Kenapa Produk Non-Kurban Ikut Laris Saat Idul Adha?

Kenapa Produk Non-Kurban Ikut Laris Saat Idul Adha?
Kenapa Produk Non-Kurban Ikut Laris Saat Idul Adha?

Idul Adha identik dengan aktivitas memasak, berbagai makanan, dan menyimpan stok daging. Dari sini, muncul lonjakan kebutuhan untuk berbagai produk pendukung.

Artinya, kamu gak harus jual kambing atau sapi untuk dapat cuan. Dengan strategi yang tepat, jualan produk non-kurban saat Idul Adha justru bisa lebih sustain dan scalable.

Rekomendasi Produk Non-Kurban yang Laris Saat Idul Adha

Rekomendasi Produk Non-Kurban yang Laris Saat Idul Adha
Rekomendasi Produk Non-Kurban yang Laris Saat Idul Adha

 

Berikut beberapa kategori produk yang biasanya mengalami peningkatan:

1. Bumbu Masak & Marinasi

Permintaan bumbu rendang, sate, dan olahan daging meningkat drastis.

2. Alat Masak & BBQ

Seperti grill, tusuk sate, hingga alat bakar portable.

3. Kemasan Makanan

Box makanan, plastik vacuum, dan packaging untuk distribusi daging kurban.

4. Freezer & Penyimpanan

Chest freezer, plastik ziplock, dan wadah penyimpanan.

5. Peralatan Dapur

Pisau daging, talenan, hingga sarung tangan food grade.

Strategi Jualan di Shopee & TikTok Shop Saat Idul Adha

Strategi Jualan di Shopee & TikTok Shop Saat Idul Adha
Strategi Jualan di Shopee & TikTok Shop Saat Idul Adha

Supaya gak cuma ikut tren, tapi juga menghasilkan, ini beberapa strategi jualan marketplace saat Idul Adha yang bisa langsung kamu terapkan:

  1. Optimasi Judul Produk dengan Keyword Idul Adha

Gunakan kata kunci seperti:

  • “bumbu sate Idul Adha”
  • “alat BBQ kurban”
  • “plastik daging kurban”

Ini penting untuk meningkatkan pencarian di Shopee dan TikTok Shop.

👉 Contoh:
“Bumbu Sate Siap Pakai untuk Idul Adha | Marinasi Daging Kurban”

  1. Maksimalkan Visual Produk

Di kategori seperti makanan dan alat dapur, visual sangat menentukan.

Tips:

  • Gunakan foto close-up yang menggugah selera
  • Tambahkan konteks Idul Adha (daging, sate, suasana bakar-bakar)
  • Uji beberapa variasi foto (A/B testing)
  1. Bundling Produk untuk Naikkan AOV

Daripada jual satuan, coba buat bundling:

  • Bumbu + tusuk sate
  • Plastik + sarung tangan
  • BBQ set + arang

Strategi ini efektif untuk meningkatkan nilai transaksi (AOV).

  1. Manfaatkan Momentum Live Streaming (TikTok Shop)

Live streaming bisa bantu dorong penjualan, terutama untuk produk yang butuh demonstrasi.

Contoh:

  • Demo masak daging kurban
  • Review alat BBQ
  • Edukasi cara simpan daging yang benar

👉 Tapi ingat, live tanpa optimasi produk = hasilnya gak maksimal.

  1. Perkuat Review & Social Proof

Menjelang momen besar, pembeli cenderung lebih selektif.

Pastikan:

  • Review produk terlihat jelas
  • Rating tinggi ditampilkan di visual
  • Tambahkan testimoni di deskripsi
  1. Siapkan Stok & Operasional

Jangan sampai momentum hilang karena:

  • Stok habis
  • Pengiriman telat
  • Packing asal

Tips:

  • Prediksi lonjakan permintaan
  • Siapkan tim tambahan kalau perlu
  • Gunakan SOP packing yang rapi

Kesalahan Seller Saat Idul Adha yang Harus Dihindari

Banyak seller gagal memaksimalkan momen karena:

  • Asal ikut tren tanpa riset produk
  • Tidak optimasi listing (judul & foto seadanya)
  • Mengandalkan iklan tanpa persiapan produk
  • Tidak siap operasional saat order naik

Padahal, strategi jualan saat Idul Adha di Shopee dan TikTok Shop bukan cuma soal traffic, tapi kesiapan toko secara keseluruhan.

Kesimpulan: Jangan Cuma Ikut Ramai, Tapi Siap Bertumbuh

Kesimpulan: Jangan Cuma Ikut Ramai, Tapi Siap Bertumbuh
Kesimpulan: Jangan Cuma Ikut Ramai, Tapi Siap Bertumbuh

Idul Adha adalah momentum besar—tapi bukan sekadar soal ikut tren atau berharap traffic naik.

Yang membedakan seller yang “cuma ramai” dan yang benar-benar growth adalah:
👉 strategi yang tepat
👉 eksekusi yang rapi
👉 dan kesiapan toko secara menyeluruh

Kalau kamu merasa:

  • sudah coba berbagai cara tapi hasil belum maksimal
  • iklan jalan tapi belum efisien
  • atau bingung mau mulai dari mana untuk scale up

Mungkin yang kamu butuhkan bukan sekadar “coba lagi”… tapi strategi yang lebih terarah.

Digifolium siap bantu kamu mulai dari optimasi toko, strategi iklan (Shopee & TikTok Shop), sampai scale up bisnis secara lebih terukur.

Kalau kamu mau diskusi atau konsultasi, langsung aja hubungi tim Digifolium ya.

Siapa tau, momentum Idul Adha ini jadi titik balik growth bisnismu 🚀

 

[INSERT_ELEMENTOR id=”530″]

Alamat Kantor

Digifolium

Jl. Nitipuran No.89, Sonosewu, Ngestiharjo, Kec. Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
( Klik langsung menuju lokasi )

Copyright © 2026 Jasa Optimasi Marketplace Shopee, TikTok Shop, Tokopedia, Lazada - Digifolium.com