Kebiasaan Buyer yang Sering Diabaikan Seller Jelang Ramadhan – digifolium.com. Menjelang Ramadhan, banyak seller marketplace berharap penjualan ikut naik. Sayangnya, tidak sedikit yang justru kecewa karena omzet tidak bergerak signifikan. Padahal produknya bagus, harga bersaing, dan demand pasar sedang tinggi.
Masalahnya sering kali bukan di produk, tapi di kurangnya persiapan Ramadhan dan ketidakpahaman terhadap kebiasaan pembeli marketplace.
Faktanya, perilaku pembeli di Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, dan Lazada mulai berubah bahkan sebelum Ramadhan dimulai. Seller yang memahami pola ini dan mempersiapkan toko lebih awal akan punya peluang panen jauh lebih besar.
Berikut adalah kebiasaan pembeli yang sering diremehkan seller menjelang Ramadhan, padahal sangat menentukan performa penjualan.
-
Pembeli Ramadhan Belanja dari Jauh-Jauh Hari

Kesalahan paling umum seller adalah menunggu Ramadan benar-benar dimulai. Padahal, pembeli justru mulai:
- riset produk
- membandingkan harga
- menyimpan produk ke wishlist
- checkout lebih awal
Alasannya sederhana: menghindari kehabisan stok dan overload pengiriman saat puncak Ramadan.
Jika toko dan iklan baru aktif ketika Ramadhan sudah berjalan, algoritma marketplace belum sempat mengenali produk secara optimal.
Inilah kenapa persiapan Ramadhan harus dimulai lebih awal.
-
Pembeli Lebih Percaya Toko yang Terlihat Siap Ramadhan

Saat Ramadan, pembeli cenderung memilih toko yang terlihat profesional dan siap melayani lonjakan order. Hal ini terlihat dari:
- banner dan dekorasi toko bertema Ramadhan
- tampilan toko rapi dan konsisten
- foto produk yang meyakinkan
Toko yang tidak dipersiapkan akan kalah, meskipun harga lebih murah.
-
Review dan Performa Produk Jadi Penentu Utama

Menjelang Ramadhan, pembeli menjadi lebih selektif. Mereka membaca review, melihat foto real pembeli, dan mengecek performa produk sebelum checkout.
Tanpa histori performa yang kuat, produk akan sulit menang di momen persaingan tinggi.
Karena itu, iklan tidak bisa dijalankan dadakan. Performa produk perlu dibangun sebelum Ramadhan tiba.
-
Pembeli Tidak Menunggu Produk yang Sulit Ditemukan
Di momen Ramadhan, pilihan produk sangat banyak. Jika produk tidak mudah ditemukan di pencarian atau halaman kategori, pembeli akan langsung berpindah ke toko lain.
Optimasi SEO marketplace dan iklan menjadi kunci agar produk tetap muncul di momen traffic tinggi.
-
Promo Besar Tidak Akan Efektif Tanpa Persiapan
Diskon dan campaign Ramadhan hanya akan bekerja maksimal jika:
- stok siap
- pengiriman lancar
- tampilan toko profesional
- iklan sudah teruji
Tanpa persiapan matang, promo justru berpotensi boncos.
Kenapa Banyak Seller Gagal Panen Ramadhan?
Karena masih banyak yang:
- baru mulai optimasi saat Ramadan berjalan
- menyalakan iklan tanpa data
- tidak menyiapkan dekorasi toko
- mengandalkan insting, bukan sistem
Marketplace bekerja dengan algoritma yang membutuhkan waktu dan konsistensi.
Solusi Persiapan Ramadhan: Optimasi & Iklan Marketplace Bersama Digifolium

Digifolium hadir membantu seller menyiapkan toko sejak sebelum Ramadhan, bukan sekadar ikut ramai saat event sudah berjalan.
Layanan Digifolium meliputi:
- Optimasi & dekorasi toko marketplace
- Manajemen iklan Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, dan Lazada
- Strategi campaign Ramadan berbasis data
- Analisis performa produk untuk scaling omzet
Kami fokus membangun sistem agar toko siap menghadapi lonjakan traffic dan order saat Ramadhan.
Penutup
Ramadhan adalah momen singkat dengan potensi besar. Seller yang mempersiapkan toko lebih awal, memahami kebiasaan pembeli, dan menjalankan iklan secara strategis akan memiliki keunggulan nyata.
Jika kamu tidak ingin Ramadan tahun ini lewat begitu saja, serahkan persiapan, optimasi, dan iklan marketplace ke Digifolium.
👉 Hubungi Digifolium sekarang dan mulai persiapan Ramadhan dengan strategi yang benar.
Karena di marketplace, yang panen bukan yang paling sibuk, tapi yang paling siap sebelum Ramadhan dimulai.
[INSERT_ELEMENTOR id=”530″]
