Produk Laris Kemerdekaan di Marketplace 2026

Produk Laris Kemerdekaan di Marketplace 2026

Produk Laris Kemerdekaan di Marketplace 2026 – digifolium.com. Setiap momen besar selalu menghadirkan peluang baru bagi para seller marketplace, termasuk Hari Kemerdekaan Indonesia. Menjelang tanggal 17 Agustus, minat masyarakat terhadap berbagai produk bertema kemerdekaan biasanya meningkat, mulai dari perlengkapan lomba, dekorasi, fashion merah putih, hingga kebutuhan acara kantor dan sekolah.

Bagi seller di Shopee, Tokopedia, Lazada, maupun TikTok Shop, momen ini bisa menjadi kesempatan untuk meningkatkan omzet. Namun, peluang tersebut hanya bisa dimanfaatkan jika toko sudah siap dari sisi produk, optimasi, hingga strategi promosi.

Lalu, produk apa saja yang paling laris saat momen kemerdekaan? Simak daftar lengkapnya berikut ini.

Daftar Produk Laris Jelang HUT RI di Marketplace

Daftar Produk Laris Jelang HUT RI di Marketplace
Daftar Produk Laris Jelang HUT RI di Marketplace
  1. Dekorasi Merah Putih

Produk dekorasi menjadi salah satu kategori yang paling banyak dicari menjelang 17 Agustus. Tidak hanya digunakan oleh sekolah, tetapi juga kantor, instansi pemerintahan, UMKM, hingga perumahan.

Contoh produk yang banyak dicari:

  • Bendera Merah Putih
  • Umbul-umbul
  • Dekorasi HUT RI
  • Balon Merah Putih
  • Banner Kemerdekaan
  • Backdrop Acara
  • Lampu Hias Outdoor
  • Kain Dekorasi Merah Putih

Tips:
Gunakan foto produk yang memperlihatkan hasil pemasangan agar calon pembeli lebih mudah membayangkan penggunaannya.

  1. Perlengkapan Lomba 17 Agustus

Lomba menjadi tradisi yang hampir selalu ada saat perayaan kemerdekaan. Hal ini membuat perlengkapan lomba mengalami peningkatan pencarian setiap tahunnya.

Produk yang berpotensi laris:

  • Karung Balap
  • Tali Tambang
  • Sendok Lomba Kelereng
  • Balon
  • Pita Garis Finish
  • Peluit
  • Medali
  • Piala
  • Hadiah Lomba

Semakin lengkap pilihan produk yang tersedia, semakin besar peluang pembeli melakukan checkout dalam satu toko.

  1. Fashion Bertema Merah Putih

Banyak masyarakat menggunakan pakaian bernuansa merah putih untuk mengikuti berbagai kegiatan kemerdekaan.

Beberapa produk yang banyak diminati:

  • Kaos Merah Putih
  • Jersey Kemerdekaan
  • Hijab Merah
  • Hijab Putih
  • Topi Merah Putih
  • Pin HUT RI
  • Aksesoris Kemerdekaan

Tambahkan variasi ukuran dan warna agar produk lebih mudah ditemukan di pencarian marketplace.

  1. Souvenir dan Merchandise Kemerdekaan

Banyak perusahaan, sekolah, hingga komunitas membutuhkan merchandise sebagai hadiah atau kenang-kenangan acara.

Produk yang bisa dijual antara lain:

  • Gantungan Kunci
  • Mug Custom
  • Tumbler
  • Totebag
  • Goodie Bag
  • Notebook
  • Pulpen Custom
  • Stiker HUT RI

Produk custom biasanya memiliki margin keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan produk biasa.

  1. Kemasan UMKM

Momentum kemerdekaan juga sering dimanfaatkan UMKM untuk membuat promo bertema merah putih.

Produk yang banyak dicari:

  • Paper Bag
  • Stiker Kemerdekaan
  • Box Snack
  • Cup Minuman
  • Label Produk
  • Pita Merah Putih
  • Kemasan Hampers

Seller yang menjual perlengkapan kemasan sebaiknya mulai meningkatkan stok sejak awal Agustus.

  1. Peralatan Acara

Banyak acara kemerdekaan membutuhkan perlengkapan pendukung.

Contohnya:

  • Tenda Lipat
  • Meja Lipat
  • Kursi Lipat
  • Speaker Portable
  • Mikrofon
  • Standing Banner
  • Tripod Banner

Kategori ini biasanya banyak dicari oleh panitia acara maupun instansi.

Tips Agar Produk Kemerdekaan Cepat Laris di Marketplace

Tips Agar Produk Kemerdekaan Cepat Laris di Marketplace
Tips Agar Produk Kemerdekaan Cepat Laris di Marketplace

Memiliki produk yang tepat saja belum cukup. Persaingan di marketplace semakin ketat sehingga seller perlu melakukan optimasi secara menyeluruh.

  1. Gunakan Keyword yang Banyak Dicari

Optimalkan judul produk menggunakan kata kunci yang relevan, misalnya:

  • Bendera Merah Putih
  • Dekorasi 17 Agustus
  • Perlengkapan Lomba 17 Agustus
  • Kaos Merah Putih
  • Hadiah Lomba
  • Umbul Umbul Merah Putih

Judul yang mengandung keyword akan lebih mudah muncul di hasil pencarian marketplace.

  1. Upload Produk Lebih Awal

Jangan menunggu mendekati tanggal 17 Agustus.

Idealnya produk sudah aktif sejak akhir Juli atau awal Agustus agar marketplace memiliki waktu untuk mengindeks produk dan mengumpulkan performa penjualan.

  1. Optimalkan Foto Produk

Gunakan foto yang:

  • Terang
  • Resolusi tinggi
  • Menampilkan detail produk
  • Memiliki variasi sudut pengambilan gambar
  • Menampilkan contoh penggunaan produk

Foto yang menarik dapat meningkatkan peluang klik dan konversi.

  1. Manfaatkan Iklan Marketplace

Saat momen campaign, persaingan akan meningkat.

Menggunakan Shopee Ads, Tokopedia Ads, maupun TikTok Shop Ads dapat membantu produk tampil di posisi yang lebih strategis sehingga peluang mendapatkan order juga meningkat.

Pastikan strategi iklan disesuaikan dengan produk, target pasar, serta budget yang dimiliki agar hasilnya lebih optimal.

  1. Ikuti Program Campaign Marketplace

Marketplace biasanya menghadirkan berbagai program khusus menjelang Hari Kemerdekaan.

Mengikuti campaign dapat membantu meningkatkan visibilitas toko sekaligus menarik lebih banyak pembeli melalui promo yang sedang berlangsung.

  1. Pastikan Stok Selalu Aman

Tidak sedikit seller kehilangan peluang karena stok habis di tengah campaign.

Lakukan perhitungan stok berdasarkan tren penjualan tahun sebelumnya dan siapkan cadangan agar toko tetap bisa menerima pesanan selama periode ramai.

Maksimalkan Momentum Kemerdekaan Bersama Digifolium

<yoastmark class=

Momentum Hari Kemerdekaan hanya datang satu kali dalam setahun. Sayang jika peluang tersebut terlewat karena toko belum dioptimasi atau strategi iklan kurang maksimal.

Jika kamu ingin fokus mengembangkan bisnis tanpa repot mengurus marketplace setiap hari, Digifolium siap membantu melalui layanan:

  • Optimasi Marketplace (Shopee, Tokopedia, Lazada, dan TikTok Shop)
  • Jasa Iklan Marketplace
  • Optimasi Judul & SEO Produk
  • Riset Keyword Marketplace
  • Desain Banner dan Foto Produk
  • Dekorasi Toko Marketplace
  • Analisis Performa dan Strategi Scale Up

Dengan strategi yang tepat, peluang produk muncul di pencarian, mendapatkan klik, hingga menghasilkan penjualan akan semakin besar.

Yuk, maksimalkan momen campaign berikutnya bersama Digifolium! 

Fokus mengembangkan bisnis, biarkan tim Digifolium membantu mengelola dan mengoptimalkan marketplace agar omzet bisnismu terus bertumbuh.

 

[INSERT_ELEMENTOR id=”530″]

 

Cara Bebas PPh Pasal 22 di Tokopedia dan TikTok Shop 2026

Cara Bebas PPh Pasal 22 di Tokopedia dan TikTok Shop 2026

Cara Bebas PPh Pasal 22 di Tokopedia dan TikTok Shop 2026 – digifolium.com. Mulai 1 Agustus 2026, seller Tokopedia dan TikTok Shop perlu memahami adanya perubahan kebijakan perpajakan. Berdasarkan PMK Nomor 37 Tahun 2025, marketplace resmi ditunjuk sebagai pihak yang memungut PPh Pasal 22 atas transaksi penjualan yang dilakukan oleh seller.

Kebijakan ini membuat banyak pelaku usaha bertanya-tanya:

Apakah semua seller akan dikenakan pajak?

Apakah omzet di bawah Rp500 juta tetap dipotong pajak?

Bagaimana cara mengajukan pembebasan PPh Pasal 22 di Tokopedia dan TikTok Shop?

Tenang, pada artikel ini Digifolium akan membahas semuanya secara lengkap, mulai dari mekanisme pemungutan, tarif, contoh perhitungan, hingga langkah mengajukan pembebasan pajak.

Apa Itu PPh Pasal 22 Marketplace?

Apa Itu PPh Pasal 22 Marketplace?
Apa Itu PPh Pasal 22 Marketplace?

PPh Pasal 22 Marketplace merupakan pajak yang dipungut langsung oleh marketplace yang telah ditunjuk pemerintah atas transaksi penjualan barang maupun jasa.

Artinya, seller tidak lagi menyetor sendiri pajak tersebut. Marketplace akan:

  • Menghitung besarnya PPh Pasal 22 sesuai ketentuan
  • Memotong pajak langsung dari hasil transaksi seller
  • Menyetorkan pajak ke kas negara
  • Memberikan bukti pemungutan kepada seller sebagai kredit pajak

Dengan sistem ini, proses administrasi perpajakan menjadi lebih sederhana karena seller tidak perlu melakukan penyetoran PPh Pasal 22 secara mandiri.

Apakah Semua Seller Tokopedia dan TikTok Shop Kena PPh Pasal 22?

Jawabannya, tidak.

Masih ada beberapa kategori seller yang mendapatkan pembebasan dari pemungutan PPh Pasal 22.

Seller yang dikecualikan antara lain:

  • Penjual orang pribadi dengan omzet belum melebihi Rp500 juta dalam satu tahun pajak
  • Seller yang telah memiliki Surat Keterangan Bebas (SKB) PPh Pasal 22 dari Direktorat Jenderal Pajak
  • Penjual yang menjual barang atau jasa yang memang dikecualikan berdasarkan ketentuan PMK Nomor 37 Tahun 2025

Apabila termasuk salah satu kategori tersebut, seller dapat mengajukan pembebasan agar marketplace tidak melakukan pemungutan pajak.

Berapa Tarif PPh Pasal 22 Marketplace?

Tarif yang ditetapkan pemerintah adalah sebesar: 0,5% dari dasar pengenaan pajak.

Namun dasar penghitungan tersebut berbeda antara seller yang berstatus PKP dan non-PKP.

Cara Menghitung PPh Pasal 22 Marketplace

Cara Menghitung PPh Pasal 22 Marketplace
Cara Menghitung PPh Pasal 22 Marketplace
  1. Seller Berstatus PKP

Untuk seller PKP, dasar pengenaan pajak dihitung dari harga jual setelah dikurangi diskon seller, kemudian dikeluarkan unsur PPN.

Rumus:

PPh Pasal 22 = (Harga Jual − Diskon Seller) ÷ (1 + tarif PPN) × 0,5%

  1. Seller Non-PKP

Bagi seller non-PKP, perhitungan lebih sederhana.

Rumus:

PPh Pasal 22 = (Harga Jual − Diskon Seller) × 0,5%

Perlu diperhatikan bahwa:

  • Diskon marketplace tidak mengurangi dasar pengenaan pajak
  • Ongkos kirim juga tidak menjadi pengurang dalam perhitungan pajak

Contoh Perhitungan PPh Pasal 22

Misalnya terdapat transaksi sebagai berikut.

Harga produk : Rp100.000

Diskon Marketplace : Rp8.000

Diskon Seller : Rp3.000

Maka dasar pengenaan pajak menjadi:

Rp100.000 − Rp3.000 = Rp97.000

Apabila seller merupakan non-PKP, maka pajak yang dipungut adalah:

Rp97.000 × 0,5% = Rp485

Nominal tersebut nantinya akan muncul pada laporan transaksi marketplace.

Cara Mengajukan Pembebasan PPh Pasal 22 Tokopedia dan TikTok Shop

Cara Mengajukan Pembebasan PPh Pasal 22 Tokopedia dan TikTok Shop
Cara Mengajukan Pembebasan PPh Pasal 22 Tokopedia dan TikTok Shop

Bagi seller dengan omzet di bawah Rp500 juta atau yang telah memiliki SKB PPh Pasal 22, marketplace menyediakan fitur Tax Exemption untuk mengajukan pembebasan pajak.

Dokumen yang Perlu Disiapkan

Sebelum mengajukan pembebasan, siapkan salah satu dokumen berikut:

  • Surat Pernyataan Omzet di bawah Rp500 juta
  • Surat Keterangan Bebas (SKB) PPh Pasal 22 dari DJP

Langkah Mengajukan Pembebasan

Secara umum langkahnya sebagai berikut:

  1. Login ke Seller Center
  2. Masuk ke menu Finance
  3. Pilih menu Tax Exemption
  4. Masuk ke halaman Statement Letter atau Tax Exemption Documents
  5. Upload dokumen sesuai ketentuan
  6. Tunggu proses verifikasi marketplace

Jika dokumen dinyatakan valid, marketplace akan menghentikan pemungutan PPh Pasal 22 sesuai ketentuan yang berlaku.

Bagaimana Jika Seller Sebelumnya Terdaftar Sebagai Corporate?

Bagi seller perseorangan yang sebelumnya menggunakan akun Corporate/Enterprise, terdapat langkah tambahan sebelum mengunggah surat pernyataan omzet.

Seller perlu:

  • Masuk ke halaman Tax Exemption
  • Klik tombol Declare
  • Mengubah status menjadi penjual perorangan
  • Menunggu persetujuan marketplace
  • Setelah status berubah, unggah surat pernyataan omzet melalui menu Statement Letter

Apa yang Harus Dilakukan Seller Sebelum 1 Agustus 2026?

Apa yang Harus Dilakukan Seller Sebelum 1 Agustus 2026?
Apa yang Harus Dilakukan Seller Sebelum 1 Agustus 2026?

Agar proses pemungutan pajak berjalan lancar, seller sebaiknya melakukan beberapa hal berikut:

  • Memastikan data NIK atau NPWP sudah benar
  • Memperbarui status PKP atau non-PKP
  • Memastikan data perpajakan pada akun marketplace sudah sesuai
  • Mengajukan pembebasan pajak apabila memenuhi syarat
  • Menyimpan bukti pemungutan pajak sebagai arsip perpajakan

Apakah Seller Akan Mendapat Bukti Pemungutan Pajak?

Ya.

Marketplace akan menerbitkan bukti pemungutan PPh Pasal 22 secara berkala.

Dokumen tersebut biasanya memuat:

  • Identitas seller
  • NPWP atau NIK
  • Dasar pengenaan pajak
  • Jumlah PPh Pasal 22 yang dipungut

Bukti ini dapat digunakan sebagai kredit pajak ketika seller melaporkan Pajak Penghasilan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kesimpulan

Penerapan pemungutan PPh Pasal 22 Marketplace mulai 1 Agustus 2026 menjadi perubahan penting yang perlu dipahami seluruh seller Tokopedia dan TikTok Shop. Meski marketplace akan memungut pajak secara otomatis, tidak semua penjual dikenai kewajiban tersebut.

Seller orang pribadi dengan omzet di bawah Rp500 juta per tahun, atau seller yang memiliki SKB PPh Pasal 22, dapat mengajukan pembebasan melalui fitur Tax Exemption yang tersedia di Seller Center. Oleh karena itu, pastikan data perpajakan, status usaha, dan dokumen pendukung sudah sesuai agar proses verifikasi berjalan lancar.

Dengan memahami mekanisme ini sejak awal, seller dapat menjalankan bisnis di marketplace dengan lebih tenang, patuh terhadap regulasi, dan terhindar dari kendala administrasi perpajakan di kemudian hari.

 

[INSERT_ELEMENTOR id=”530″]

PPh Pasal 22 Shopee Resmi Berlaku Mulai 1 Agustus 2026!

PPh Pasal 22 Shopee Resmi Berlaku Mulai 1 Agustus 2026!

PPh Pasal 22 Shopee Resmi Berlaku Mulai 1 Agustus 2026! – digifolium.com. Dunia e-commerce Indonesia kembali mengalami pergeseran regulasi yang cukup signifikan. Mulai 1 Agustus 2026, pemerintah secara resmi menunjuk Shopee sebagai agen pemungut, penyetor, dan pelapor PPh Pasal 22 berdasarkan payung hukum PMK No. 37 Tahun 2025. 

Pertanyaannya: Apakah tokomu sudah siap, atau kamu justru sedang pusing memikirkan margin yang terancam tergerus?

Sebagai seller yang adaptif, kamu tidak boleh melihat kebijakan ini sebagai hambatan, melainkan sebagai sebuah standarisasi bisnis baru. PPh Pasal 22 sebesar 0,5% akan ditarik langsung dari nilai tagihan bruto atau nilai perolehan transaksi. 

Namun, regulasi ini dirancang dengan asas keadilan sosial yang kuat, artinya ada klaster perlindungan untuk pelaku UMKM kecil dan skema khusus untuk korporasi besar.

Yuk, kita bedah secara mendalam, kritis, dan solutif!

  1. Memahami Peta Regulasi: Siapa yang Kena Potong dan Siapa yang Kebal?

Memahami Peta Regulasi: Siapa yang Kena Potong dan Siapa yang Kebal?
Memahami Peta Regulasi: Siapa yang Kena Potong dan Siapa yang Kebal?

Banyak rumor beredar di grup komunitas seller bahwa semua toko akan langsung dipotong 0,5% tanpa pandang bulu. Faktanya tidak demikian. Pemerintah membagi kategori seller secara spesifik guna menjaga stabilitas ekonomi digital nasional:

Profil Seller / Segmen Bisnis Konsekuensi Finansial & Regulasi (PMK 37/2025)
Seller Orang Pribadi (Omzet

Berjalan > Rp500 Juta/Tahun)

Wajib menjadi objek pemungutan PPh Pasal 22 sebesar 0,5% secara

otomatis pada setiap transaksi di Shopee

Seller Orang Pribadi (Omzet

Mikro < Rp500 Juta/Tahun)

Bebas Potongan (0%). Pemerintah memberikan proteksi penuh, asalkan kamu mengunggah Surat Pernyataan Omzet resmi ke sistem

Shopee

Seller Berbentuk Badan Usaha

(PT / CV / Firma)

Dikenakan tarif proporsional PPh 22 sejak rupiah pertama transaksi

tanpa melihat limitasi omzet Rp 500 juta

Pemegang SKB Pajak Resmi Bebas Pemotongan (0%) selama dokumen Surat Keterangan Bebas yang sah dari DJP diunggah dan diverifikasi oleh tim Shopee

 

Warning Box: Aturan Main Multi-Kategori

Jika tokomu menjual produk campuran dalam satu kali checkout pembeli (misal: pulsa bersamaan dengan fashion), Shopee hanya akan memotong persentase pajak pada kategori produk non-pengecualian. 

Kategori yang mutlak bebas dari PPh ini meliputi pulsa/kartu perdana, emas batangan/perhiasan pabrikan, serta transaksi properti/tanah.

  1. Checklist Mitigasi: Tiga Langkah Agar Operasional Toko Tetap Aman

Checklist Mitigasi: Tiga Langkah Agar Operasional Toko Tetap Aman
Checklist Mitigasi: Tiga Langkah Agar Operasional Toko Tetap Aman

Jangan menunda persiapan sampai malam tanggal 31 Juli. Jika data tokomu tidak sinkron saat sistem otomatis dijalankan pada 1 Agustus 2026, kamu berisiko menghadapi penalti administrasi atau pembekuan fitur keuangan interim. Lakukan tiga langkah taktis berikut:

Langkah 1: Audit Validitas Data Diri & Identitas Legalitas

 

Masuk ke platform Seller Centre-mu sekarang juga. Shopee mencocokkan data manifest perpajakan secara real-time dengan server pemerintah. 

Pastikan Nama Pemilik Akun, NIK/NPWP, serta Nomor Induk Berusaha (NIB) tidak memiliki perbedaan satu karakter pun. 

Poin paling krusial: Nama pemilik rekening bank pencairan wajib sama persis dengan nama legalitas toko.

Perbedaan nama dapat memicu penolakan validasi sistem.

Langkah 2: Amankan Dokumen Pengecualian & Surat Pernyataan Omzet

Bagi kamu pelaku usaha perorangan, hitung total omzet tokomu dari bulan Januari hingga Juli 2026 secara akumulatif (gabungkan data dari seluruh e-commerce tempat kamu berjualan). 

Jika totalnya terbukti belum menembus Rp500 juta, segera buat Surat Pernyataan format resmi pemerintah dengan opsi “Sampai dengan Rp 500 Juta” dan upload ke menu Toko > Profil Toko > Data Diri di aplikasi Shopee agar tokomu otomatis disatukan ke kluster bebas pajak.

Langkah 3: Integrasikan Laporan Pajak Otomatis Shopee ke Pembukuan Internal

Setelah tanggal pemberlakuan, Shopee akan meluncurkan dasbor transparan di tab Penghasilan Saya. Di sini, kamu bisa mengunduh berkas rekonsiliasi potongan pajak bulanan. Jadikan berkas ini sebagai dokumen kredit pajak saat kamu mengurus pelaporan SPT tahunan badan atau perorangan agar tidak terjadi pemajakan ganda (double taxation).

  1. Strategi Pricing Digifolium: Mengamankan Margin Profit Pasca- Regulasi

Strategi Pricing Digifolium: Mengamankan Margin Profit Pasca- Regulasi
Strategi Pricing Digifolium: Mengamankan Margin Profit Pasca- Regulasi

Potongan 0,5% dari omzet bruto mungkin terlihat kecil, tetapi bagi toko dengan margin tipis (seperti reseller atau dropshipper), angka ini bisa memotong porsi keuntungan bersih secara signifikan. Tim strategi Digifolium merekomendasikan dua pendekatan penyesuaian:

  • Re-Alokasi Biaya Iklan (Ad-Spend Optimization): Daripada menaikkan harga jual secara ekstrem yang berisiko menurunkan konversi (CR), optimalkan kembali efisiensi iklan tokomu. Gunakan fitur otomatisasi seperti GMV Max secara presisi guna memotong biaya operasional yang terbuang sia-sia, sehingga margin tokomu tetap seimbang.
  • Value Bundling Strategy: Buat paket produk bundel (misal beli 3 lebih hemat). Strategi ini efektif meningkatkan *Average Order Value* (AOV), sehingga beban pajak 0,5% per transaksi bisa terkompensasi oleh volume margin yang lebih tebal dari satu kali pengiriman barang.

Bagaimana Kesiapan Infrastruktur Tokomu Menyambut 1 Agustus?

Perubahan regulasi adalah hal yang mutlak dalam industri digital yang dinamis. Seller yang bertindak lebih cepat akan mencuri start dan tampil lebih dominan di pasar. Kalau kamu masih bingung cara menghitung omzet akumulatif atau cara sinkronisasi data NIK/NPWP di Shopee, yuk diskusikan masalah tokomu bersama tim ahli kami di kolom komentar di bawah ini!

 

[INSERT_ELEMENTOR id=”530″]

Strategi Meningkatkan Penjualan Saat Musim Liburan Sekolah

Strategi Meningkatkan Penjualan Saat Musim Liburan Sekolah

Strategi Meningkatkan Penjualan Saat Musim Liburan Sekolah – digifolium.com. Musim liburan sekolah sering kali dianggap sebagai periode penjualan yang cenderung melambat. Padahal, bagi seller marketplace, momen ini justru menjadi salah satu peluang emas untuk meningkatkan penjualan, terutama bagi yang menjual produk kebutuhan sekolah.

Menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027, banyak orang tua mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan anak sebelum kembali bersekolah. Mulai dari alat tulis, tas sekolah, sepatu sekolah, botol minum, kotak bekal, buku gambar, perlengkapan mewarnai, hingga berbagai aksesori sekolah, semuanya berpotensi mengalami peningkatan permintaan.

Berdasarkan kalender pendidikan, libur sekolah berlangsung mulai 22 Juni hingga 12 Juli 2026, sementara tahun ajaran baru dimulai pada 13 Juli 2026. Artinya, periode menjelang masuk sekolah menjadi waktu yang tepat bagi seller untuk mulai mengoptimalkan toko dan strategi penjualannya.

Sayangnya, masih banyak seller yang baru bergerak ketika permintaan sudah tinggi. Akibatnya, mereka harus bersaing lebih ketat dengan kompetitor yang sudah lebih dulu melakukan optimasi.

Lalu, apa saja strategi yang bisa dilakukan agar toko siap menghadapi momentum Back to School?

Identifikasi Produk yang Berpotensi Mengalami Lonjakan Permintaan

Identifikasi Produk yang Berpotensi Mengalami Lonjakan Permintaan
Identifikasi Produk yang Berpotensi Mengalami Lonjakan Permintaan

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengetahui produk mana saja yang biasanya mengalami peningkatan penjualan selama musim Back to School.

Selain alat tulis kantor (ATK), beberapa kategori yang biasanya ikut meningkat antara lain:

  • Tas sekolah
  • Sepatu sekolah
  • Botol minum
  • Kotak bekal
  • Tempat pensil
  • Buku gambar
  • Buku tulis
  • Pulpen dan pensil
  • Penggaris
  • Spidol
  • Crayon dan pensil warna
  • Label nama
  • Kaos kaki sekolah
  • Aksesori perlengkapan belajar

Jika kamu menjual salah satu produk tersebut, sekarang adalah waktu yang tepat untuk mulai mempersiapkan toko.

Optimasi Judul Produk dengan Keyword yang Tepat

Optimasi Judul Produk dengan Keyword yang Tepat
Optimasi Judul Produk dengan Keyword yang Tepat

Calon pembeli biasanya mencari produk menggunakan kata kunci tertentu di marketplace.

Karena itu, pastikan judul produk sudah mengandung keyword yang relevan, misalnya:

  • Tas Sekolah Anak SD Waterproof
  • Sepatu Sekolah Putih Anak
  • Paket Alat Tulis Sekolah Lengkap
  • Botol Minum Anak Anti Tumpah
  • Tempat Pensil Karakter

Judul yang jelas dan sesuai kebiasaan pencarian pembeli akan membantu produk lebih mudah ditemukan di Shopee, TikTok Shop, Tokopedia, maupun Lazada.

Optimasi Thumbnail dan Halaman Produk

Optimasi Thumbnail dan Halaman Produk
Optimasi Thumbnail dan Halaman Produk

Persaingan di marketplace semakin ketat. Oleh karena itu, foto produk menjadi faktor penting yang menentukan apakah calon pembeli akan mengklik produk kamu atau tidak.

Pastikan thumbnail:

  • Memiliki pencahayaan yang baik
  • Menampilkan produk dengan jelas
  • Menonjolkan keunggulan produk
  • Menggunakan desain yang rapi dan profesional

Selain itu, lengkapi halaman produk dengan deskripsi, spesifikasi, ukuran, varian, serta foto pendukung agar calon pembeli semakin yakin untuk melakukan checkout.

Buat Promo dan Bundling yang Menarik

Saat musim masuk sekolah, pembeli biasanya membeli lebih dari satu produk sekaligus.

Manfaatkan kebiasaan tersebut dengan membuat promo seperti:

  • Paket perlengkapan sekolah
  • Bundling tas + botol minum
  • Paket alat tulis lengkap
  • Diskon pembelian minimal
  • Voucher toko
  • Gratis ongkir
  • Cashback

Strategi bundling tidak hanya meningkatkan nilai transaksi, tetapi juga membantu mempercepat perputaran stok.

Jalankan Iklan Marketplace Sebelum Permintaan Memuncak

Jalankan Iklan Marketplace Sebelum Permintaan Memuncak
Jalankan Iklan Marketplace Sebelum Permintaan Memuncak

Salah satu kesalahan yang masih sering dilakukan seller adalah baru mulai beriklan ketika musim ramai sudah dimulai.

Padahal, algoritma marketplace membutuhkan waktu untuk mengoptimalkan performa campaign.

Mulailah menjalankan iklan lebih awal agar kamu memiliki waktu untuk melakukan evaluasi terhadap:

  • Click Through Rate (CTR)
  • Conversion Rate (CR)
  • Return on Ad Spend (ROAS)
  • Biaya per pesanan
  • Produk dengan performa terbaik

Dengan begitu, saat permintaan mulai meningkat, campaign iklan sudah lebih stabil dan siap menghasilkan performa yang optimal.

Pastikan Stok dan Operasional Toko Sudah Siap

Lonjakan permintaan tentu harus diimbangi dengan kesiapan operasional.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Pastikan stok produk mencukupi
  • Siapkan bahan packing
  • Percepat respon chat pelanggan
  • Atur jadwal pengiriman agar tetap tepat waktu
  • Cek kembali produk yang paling banyak diminati

Jangan sampai promosi sudah berjalan maksimal, tetapi pesanan justru terlambat diproses karena operasional belum siap.

Maksimalkan Momentum Campaign Marketplace

Selain permintaan yang meningkat secara alami, marketplace juga biasanya menghadirkan berbagai campaign yang dapat dimanfaatkan seller.

Pastikan toko kamu mengikuti campaign yang relevan, seperti:

  • Promo Back to School
  • Flash Sale
  • Gratis Ongkir
  • Voucher Toko
  • Campaign bulanan marketplace

Kombinasi antara campaign marketplace dan optimasi iklan dapat membantu produk memperoleh exposure yang lebih besar.

Jangan Tunggu Kompetitor Lebih Dulu Bergerak

Musim liburan sekolah bukan sekadar periode liburan. Bagi seller marketplace, ini adalah kesempatan untuk mempersiapkan toko sebelum memasuki periode dengan permintaan yang lebih tinggi.

Semakin cepat kamu melakukan optimasi, semakin besar peluang produk muncul di hasil pencarian, mendapatkan trafik, dan menghasilkan penjualan ketika kebutuhan sekolah mulai meningkat.

Ingat, pembeli biasanya sudah mulai mencari kebutuhan sekolah bahkan sebelum hari pertama masuk sekolah tiba. Jadi, jangan menunggu sampai 13 Juli 2026 untuk mulai bergerak.

Siapkan Toko Kamu Sebelum Musim Back to School Dimulai bareng Digifolium!

<yoastmark class=

Momentum Back to School hanya datang satu kali dalam setahun. Seller yang mempersiapkan strategi lebih awal biasanya memiliki peluang lebih besar untuk memenangkan persaingan, mendapatkan lebih banyak traffic, dan mengubahnya menjadi penjualan.

Jangan tunggu sampai kompetitor lebih dulu mengambil peluang ini.

Kalau kamu ingin toko lebih siap menghadapi lonjakan permintaan saat musim liburan sekolah, Digifolium siap membantu melalui layanan optimasi toko dan iklan marketplace yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnismu.

Yuk, manfaatkan momentum ini sebaik mungkin dan jadikan musim Back to School sebagai kesempatan untuk meningkatkan performa toko serta penjualan di marketplace bersama Digifolium.

 

[INSERT_ELEMENTOR id=”530″]

 

Strategi Jualan Produk Non-Kurban di Shopee dan Tiktok Shop

Strategi Jualan Produk Non-Kurban di Shopee dan Tiktok Shop

Strategi Jualan Produk Non-Kurban di Shopee dan Tiktok Shop –  digifolium.com. Menjelang Idul Adha, banyak seller langsung berpikir: “Harus jual hewan kurban biar bisa cuan.”
Padahal faktanya, gak semua seller punya akses, modal, atau kesiapan untuk masuk ke kategori tersebut.

Menariknya, justru ada peluang besar dari produk non-kurban yang ikut naik saat Idul Adha dan seringkali lebih mudah dijalankan, lebih fleksibel, serta punya margin yang lebih terkontrol.

Sayangnya, masih banyak seller yang melewatkan momen ini. Mereka hanya ikut ramai tanpa strategi, atau sekadar menaikkan iklan tanpa memahami perilaku pembeli di momen Idul Adha.

Padahal, di marketplace seperti Shopee dan TikTok Shop, momen musiman seperti ini bisa jadi salah satu booster penjualan terbesar… kalau kamu tahu cara memaksimalkannya.

Di artikel ini, kita akan bahas strategi jualan saat Idul Adha di Shopee dan TikTok Shop, mulai dari ide produk sampai tips praktis yang bisa langsung kamu terapkan.

Kenapa Produk Non-Kurban Ikut Laris Saat Idul Adha?

Kenapa Produk Non-Kurban Ikut Laris Saat Idul Adha?
Kenapa Produk Non-Kurban Ikut Laris Saat Idul Adha?

Idul Adha identik dengan aktivitas memasak, berbagai makanan, dan menyimpan stok daging. Dari sini, muncul lonjakan kebutuhan untuk berbagai produk pendukung.

Artinya, kamu gak harus jual kambing atau sapi untuk dapat cuan. Dengan strategi yang tepat, jualan produk non-kurban saat Idul Adha justru bisa lebih sustain dan scalable.

Rekomendasi Produk Non-Kurban yang Laris Saat Idul Adha

Rekomendasi Produk Non-Kurban yang Laris Saat Idul Adha
Rekomendasi Produk Non-Kurban yang Laris Saat Idul Adha

 

Berikut beberapa kategori produk yang biasanya mengalami peningkatan:

1. Bumbu Masak & Marinasi

Permintaan bumbu rendang, sate, dan olahan daging meningkat drastis.

2. Alat Masak & BBQ

Seperti grill, tusuk sate, hingga alat bakar portable.

3. Kemasan Makanan

Box makanan, plastik vacuum, dan packaging untuk distribusi daging kurban.

4. Freezer & Penyimpanan

Chest freezer, plastik ziplock, dan wadah penyimpanan.

5. Peralatan Dapur

Pisau daging, talenan, hingga sarung tangan food grade.

Strategi Jualan di Shopee & TikTok Shop Saat Idul Adha

Strategi Jualan di Shopee & TikTok Shop Saat Idul Adha
Strategi Jualan di Shopee & TikTok Shop Saat Idul Adha

Supaya gak cuma ikut tren, tapi juga menghasilkan, ini beberapa strategi jualan marketplace saat Idul Adha yang bisa langsung kamu terapkan:

  1. Optimasi Judul Produk dengan Keyword Idul Adha

Gunakan kata kunci seperti:

  • “bumbu sate Idul Adha”
  • “alat BBQ kurban”
  • “plastik daging kurban”

Ini penting untuk meningkatkan pencarian di Shopee dan TikTok Shop.

👉 Contoh:
“Bumbu Sate Siap Pakai untuk Idul Adha | Marinasi Daging Kurban”

  1. Maksimalkan Visual Produk

Di kategori seperti makanan dan alat dapur, visual sangat menentukan.

Tips:

  • Gunakan foto close-up yang menggugah selera
  • Tambahkan konteks Idul Adha (daging, sate, suasana bakar-bakar)
  • Uji beberapa variasi foto (A/B testing)
  1. Bundling Produk untuk Naikkan AOV

Daripada jual satuan, coba buat bundling:

  • Bumbu + tusuk sate
  • Plastik + sarung tangan
  • BBQ set + arang

Strategi ini efektif untuk meningkatkan nilai transaksi (AOV).

  1. Manfaatkan Momentum Live Streaming (TikTok Shop)

Live streaming bisa bantu dorong penjualan, terutama untuk produk yang butuh demonstrasi.

Contoh:

  • Demo masak daging kurban
  • Review alat BBQ
  • Edukasi cara simpan daging yang benar

👉 Tapi ingat, live tanpa optimasi produk = hasilnya gak maksimal.

  1. Perkuat Review & Social Proof

Menjelang momen besar, pembeli cenderung lebih selektif.

Pastikan:

  • Review produk terlihat jelas
  • Rating tinggi ditampilkan di visual
  • Tambahkan testimoni di deskripsi
  1. Siapkan Stok & Operasional

Jangan sampai momentum hilang karena:

  • Stok habis
  • Pengiriman telat
  • Packing asal

Tips:

  • Prediksi lonjakan permintaan
  • Siapkan tim tambahan kalau perlu
  • Gunakan SOP packing yang rapi

Kesalahan Seller Saat Idul Adha yang Harus Dihindari

Banyak seller gagal memaksimalkan momen karena:

  • Asal ikut tren tanpa riset produk
  • Tidak optimasi listing (judul & foto seadanya)
  • Mengandalkan iklan tanpa persiapan produk
  • Tidak siap operasional saat order naik

Padahal, strategi jualan saat Idul Adha di Shopee dan TikTok Shop bukan cuma soal traffic, tapi kesiapan toko secara keseluruhan.

Kesimpulan: Jangan Cuma Ikut Ramai, Tapi Siap Bertumbuh

Kesimpulan: Jangan Cuma Ikut Ramai, Tapi Siap Bertumbuh
Kesimpulan: Jangan Cuma Ikut Ramai, Tapi Siap Bertumbuh

Idul Adha adalah momentum besar—tapi bukan sekadar soal ikut tren atau berharap traffic naik.

Yang membedakan seller yang “cuma ramai” dan yang benar-benar growth adalah:
👉 strategi yang tepat
👉 eksekusi yang rapi
👉 dan kesiapan toko secara menyeluruh

Kalau kamu merasa:

  • sudah coba berbagai cara tapi hasil belum maksimal
  • iklan jalan tapi belum efisien
  • atau bingung mau mulai dari mana untuk scale up

Mungkin yang kamu butuhkan bukan sekadar “coba lagi”… tapi strategi yang lebih terarah.

Digifolium siap bantu kamu mulai dari optimasi toko, strategi iklan (Shopee & TikTok Shop), sampai scale up bisnis secara lebih terukur.

Kalau kamu mau diskusi atau konsultasi, langsung aja hubungi tim Digifolium ya.

Siapa tau, momentum Idul Adha ini jadi titik balik growth bisnismu 🚀

 

[INSERT_ELEMENTOR id=”530″]

Digifolium Resmi Menjadi Shopee Certified Enabler

Digifolium Resmi Menjadi Shopee Certified Enabler

Digifolium Resmi Menjadi Shopee Certified Enabler – digifolium.com. Kabar membanggakan datang dari Digifolium. Kini Digifolium resmi menjadi Shopee Certified Enabler, sebuah pengakuan langsung dari Shopee atas kualitas strategi, performa, dan pengalaman dalam membantu brand berkembang di marketplace.

Pencapaian ini bukan sekadar gelar. Sertifikasi ini menunjukkan bahwa Digifolium telah memenuhi standar tinggi dalam membantu seller meningkatkan performa toko, mengoptimalkan iklan, hingga melakukan scale penjualan secara konsisten.

Dengan sertifikasi ini, Digifolium semakin memperkuat posisinya sebagai partner terpercaya untuk seller yang ingin berkembang di Shopee, TikTok Shop, dan Lazada.

Dipercaya Ribuan Klien di Seluruh Indonesia

Selama lebih dari 5 tahun, Digifolium telah membantu ribuan bisnis dari berbagai industri untuk berkembang di marketplace. Pengalaman ini menjadi fondasi kuat dalam menyusun strategi yang tepat dan berbasis data.

Hingga saat ini, Digifolium telah mencatatkan pencapaian:

  • 5+ Tahun Pengalaman dalam digital marketing marketplace
  • 2.500++ Klien dari berbagai kategori bisnis
  • 3.200++ Toko Teroptimasi di seluruh Indonesia

Angka ini bukan sekadar statistik, tetapi bukti nyata bahwa Digifolium telah dipercaya oleh banyak brand untuk mengelola dan mengembangkan bisnis mereka secara berkelanjutan.

Sebagai Shopee Certified Enabler, Digifolium menyediakan berbagai layanan yang dirancang untuk membantu seller scale lebih cepat dan stabil.

Jasa Dekorasi Shopee (Spesialis Shopee)

Jasa Dekorasi Shopee (Spesialis Shopee)
Jasa Dekorasi Shopee (Spesialis Shopee)

Salah satu kekuatan utama Digifolium terletak pada jasa dekorasi Shopee. Banyak seller belum menyadari bahwa tampilan toko memiliki pengaruh besar terhadap keputusan pembelian. Toko yang terlihat profesional cenderung lebih dipercaya dan memiliki tingkat konversi yang lebih tinggi.

Digifolium membantu mengoptimalkan tampilan toko Shopee secara menyeluruh, mulai dari desain banner, layout homepage, hingga strategi penempatan produk best seller. Selain itu, Digifolium juga membantu menyusun kategori produk yang lebih rapi dan mudah dinavigasi oleh calon pembeli.

Dengan dekorasi Shopee yang optimal, toko tidak hanya terlihat lebih profesional, tetapi juga mampu meningkatkan kepercayaan pembeli, memperpanjang waktu kunjungan toko, dan meningkatkan konversi penjualan secara signifikan.

Tidak heran jika banyak seller memilih Digifolium sebagai partner untuk optimasi toko Shopee mereka.

Jasa Iklan Marketplace Shopee, TikTok Shop, dan Lazada

Jasa Iklan Marketplace Shopee, TikTok Shop, dan Lazada
Jasa Iklan Marketplace Shopee, TikTok Shop, dan Lazada

Selain dekorasi toko, Digifolium juga menyediakan layanan pengelolaan iklan marketplace secara profesional. Persaingan yang semakin ketat membuat strategi iklan menjadi faktor penting dalam meningkatkan visibilitas produk.

Digifolium membantu seller dalam merancang strategi iklan mulai dari riset produk potensial, optimasi keyword, hingga scale budget secara bertahap. Semua strategi dilakukan berdasarkan data performa toko agar hasilnya lebih optimal dan efisien.

Pengelolaan iklan ini mencakup:

  • Shopee Ads
  • TikTok Shop Ads
  • Lazada Ads

Dengan strategi yang tepat, seller dapat meningkatkan traffic, memperbesar peluang konversi, dan scale penjualan secara konsisten.

Jasa Foto Produk untuk Meningkatkan Konversi

Selain strategi dan iklan, visual produk juga memainkan peran penting dalam menarik perhatian pembeli. Digifolium menyediakan layanan foto produk profesional yang disesuaikan dengan kebutuhan marketplace.

Foto produk yang menarik dapat meningkatkan CTR, memperkuat branding, serta membantu produk lebih menonjol dibanding kompetitor. Digifolium membantu membuat foto katalog, foto lifestyle, hingga visual hero product yang lebih menarik dan profesional.

Jasa Meta Ads untuk Meningkatkan Trafik

Jasa Meta Ads untuk Meningkatkan Trafik
Jasa Meta Ads untuk Meningkatkan Trafik

Untuk mendukung performa marketplace, Digifolium juga menyediakan layanan Meta Ads. Strategi ini digunakan untuk mendatangkan traffic tambahan dari luar marketplace seperti Facebook dan Instagram.

Dengan strategi funnel marketing dan retargeting yang tepat, Meta Ads dapat membantu meningkatkan awareness brand sekaligus mendorong penjualan di marketplace.

Jasa Pendukung Marketplace Lainnya

Selain layanan utama, Digifolium juga menyediakan berbagai jasa pendukung lainnya seperti optimasi judul produk, strategi promo, analisa performa toko, hingga konsultasi scale bisnis marketplace.

Semua layanan ini dirancang untuk membantu seller berkembang secara menyeluruh, bukan hanya sekadar meningkatkan traffic, tetapi juga meningkatkan omzet secara berkelanjutan.

Kenapa Harus Digifolium?

Kenapa Harus Digifolium?
Kenapa Harus Digifolium?

Sebagai Shopee Certified Enabler, Digifolium memiliki pengalaman dan strategi yang sudah terbukti. Dengan pendekatan berbasis data dan pengalaman menangani ribuan klien, Digifolium mampu membantu seller mengatasi berbagai tantangan di marketplace.

Jika saat ini kamu mengalami omzet yang stuck, iklan belum maksimal, atau ingin scale bisnis marketplace, Digifolium bisa menjadi partner yang tepat.

Saatnya scale bisnis kamu lebih cepat bersama Digifolium 🚀

 

[INSERT_ELEMENTOR id=”530″]

Per 2 Mei 2026, Biaya Gratis Ongkir XTRA Shopee Naik 9,5%

Per 2 Mei 2026, Biaya Gratis Ongkir XTRA Shopee Naik 9,5%

Per 2 Mei 2026, Biaya Gratis Ongkir XTRA Shopee Naik 9,5% – digifolium.com. Mulai 2 Mei 2026, Shopee Indonesia kembali melakukan kenaikan biaya layanan Program Gratis Ongkir XTRA bagi penjual. Kenaikan ini berlaku untuk beberapa kategori produk (E–H) dengan estimasi tarif 6,00% hingga 9,50% per pesanan.

Perubahan ini tentu menjadi perhatian bagi para seller, terutama karena biaya layanan Gratis Ongkir XTRA langsung memotong margin keuntungan dari setiap transaksi yang berhasil diselesaikan.

Dengan adanya kebijakan terbaru ini, penjual disarankan untuk meninjau ulang harga jual, strategi iklan, dan margin keuntungan agar bisnis tetap sehat dan berkelanjutan.

Lalu, bagaimana detail perubahan biaya Gratis Ongkir XTRA terbaru? Simak penjelasan lengkap berikut ini.

Apa Itu Program Gratis Ongkir XTRA Shopee dan Biaya Layanannya?

Apa Itu Program Gratis Ongkir XTRA Shopee dan Biaya Layanannya?
Apa Itu Program Gratis Ongkir XTRA Shopee dan Biaya Layanannya?

Program Gratis Ongkir XTRA Shopee adalah program yang memberikan kesempatan bagi penjual untuk menawarkan promo Gratis Ongkir kepada pembeli guna meningkatkan daya tarik toko dan potensi penjualan.

Penjual yang telah memenuhi kriteria dapat mengajukan pendaftaran Program Gratis Ongkir XTRA. Namun, setelah bergabung, penjual akan dikenakan biaya layanan Gratis Ongkir XTRA pada setiap pesanan yang berhasil diselesaikan.

Hal penting yang perlu diketahui:

  • Biaya layanan tidak dibebankan pada ongkos kirim
  • Tidak dibebankan pada diskon atau voucher yang ditanggung penjual
  • Biaya tetap dikenakan pada semua pesanan yang terselesaikan, baik menggunakan voucher Gratis Ongkir XTRA maupun tidak

Artinya, meskipun pembeli tidak menggunakan voucher gratis ongkir, penjual tetap dikenakan biaya layanan selama masih mengikuti program tersebut.

Inilah yang membuat seller perlu lebih berhati-hati dalam mengatur margin produk dan strategi harga.

Rincian Kenaikan Biaya Gratis Ongkir XTRA Shopee Per 2 Mei 2026

Rincian Kenaikan Biaya Gratis Ongkir XTRA Shopee Per 2 Mei 2026
Rincian Kenaikan Biaya Gratis Ongkir XTRA Shopee Per 2 Mei 2026

Berikut adalah rincian penyesuaian biaya layanan Gratis Ongkir XTRA per 2 Mei 2026 berdasarkan informasi terbaru:

Kategori Produk (Pengguna Iklan Minimal 3%)

a. Kategori E

– 6,00% (Non ukuran khusus)

– 7,50% (Ukuran khusus)

b. Kategori F:

– 6,50% – 8,00%

c. Kategori G:

– 7,00% – 9,00%

– Kategori H:

– 7,50% – 9,50%

Ketentuan Tambahan Biaya Gratis Ongkir XTRA

Beberapa ketentuan tambahan yang perlu diperhatikan oleh penjual:

  1. Berlaku untuk pengguna iklan minimal 3%

Kenaikan biaya ini berlaku bagi penjual yang menggunakan fitur iklan dengan minimal biaya iklan bersih 3% dari penjualan.

  1. Penjual baru mendapatkan promo khusus

Penjual yang bergabung mulai 1 Februari 2026 akan mendapatkan bebas biaya layanan untuk 1000 pesanan pertama.

  1. Batas maksimal biaya layanan

Selain dihitung berdasarkan persentase, biaya layanan juga biasanya memiliki batas maksimal per produk, seperti update sebelumnya yang mencapai Rp. 40.000 per produk.

Dengan adanya perubahan ini, penjual disarankan untuk:

  • Meninjau ulang harga jual produk
  • Menghitung ulang margin keuntungan
  • Mengoptimalkan strategi iklan
  • Mengatur ulang kategori produk di Seller Centre

Hal ini penting agar bisnis tetap profit dan tidak sekadar mengejar omzet.

Keuntungan Program Gratis Ongkir XTRA Shopee untuk Penjual

Meski biaya layanan meningkat, Program Gratis Ongkir XTRA tetap memiliki beberapa keuntungan bagi penjual, di antaranya:

  1. Menarik Lebih Banyak Pembeli

Dengan adanya promo Gratis Ongkir, pembeli cenderung lebih tertarik untuk checkout, terutama jika menggunakan layanan pengiriman rekomendasi Shopee.

Promo gratis ongkir juga menjadi salah satu faktor utama yang meningkatkan conversion rate toko.

  1. Exposure di Halaman Gratis Ongkir & Voucher

Penjual yang mengikuti program ini akan mendapatkan penempatan khusus di halaman:

  • Halaman Gratis Ongkir
  • Halaman Voucher
  • Halaman Promo Shopee

Hal ini membantu meningkatkan visibilitas toko dan produk.

  1. Exposure di Halaman Keranjang Saya

Produk penjual juga berpeluang muncul di halaman keranjang pembeli, sehingga meningkatkan kemungkinan checkout.

Dengan kata lain, program ini membantu:

  • Meningkatkan traffic toko
  • Meningkatkan konversi
  • Meningkatkan penjualan

Namun, tetap perlu dihitung dengan matang agar penjualan tetap menghasilkan profit.

Daftar Jasa Kirim yang Mendukung Program Gratis Ongkir XTRA Shopee

Daftar Jasa Kirim yang Mendukung Program Gratis Ongkir XTRA Shopee
Daftar Jasa Kirim yang Mendukung Program Gratis Ongkir XTRA Shopee

Berikut daftar tipe layanan pengiriman dan jasa kirim yang mendukung program Gratis Ongkir XTRA:

Penjual perlu mengaktifkan minimal satu jasa kirim di atas agar pembeli dapat menggunakan Voucher Gratis Ongkir XTRA.

Dengan mengaktifkan layanan pengiriman rekomendasi Shopee atau penyedia jasa kirim dalam daftar tersebut, penjual dapat memaksimalkan manfaat dari program Gratis Ongkir XTRA.

Dampak Kenaikan Biaya Gratis Ongkir XTRA terhadap Seller Shopee

Dampak Kenaikan Biaya Gratis Ongkir XTRA terhadap Seller Shopee
Dampak Kenaikan Biaya Gratis Ongkir XTRA terhadap Seller Shopee

Kenaikan biaya layanan Gratis Ongkir XTRA hingga 9,50% tentu berdampak langsung pada:

  • Margin keuntungan
  • Harga jual produk
  • Strategi promo
  • Strategi iklan

Jika tidak dihitung dengan baik, seller bisa mengalami:

  • Omzet besar tapi profit kecil 
  • Margin tipis bahkan rugi
  • Biaya iklan tidak terkendali

Karena itu, penting bagi seller untuk mulai:

  • Menghitung ulang HPP
  • Menyesuaikan harga jual
  • Mengoptimalkan iklan
  • Menentukan produk unggulan

Dengan strategi yang tepat, kenaikan biaya ini tetap bisa diatasi tanpa mengorbankan profit.

Seller Harus Adaptif dengan Kenaikan Biaya Shopee 2026

Kenaikan biaya layanan Gratis Ongkir XTRA Shopee per 2 Mei 2026 menjadi tantangan baru bagi para penjual. Dengan tarif yang mencapai 6,00% hingga 9,50%, seller perlu lebih cermat dalam mengelola margin keuntungan.

Namun, di sisi lain, program ini tetap memberikan keuntungan berupa peningkatan exposure, traffic, dan potensi penjualan. 

Kunci utamanya adalah:

  • Hitung margin dengan tepat
  • Sesuaikan harga jual
  • Optimalkan strategi iklan
  • Pilih produk dengan profit terbaik

Dengan strategi yang tepat, seller tetap bisa meningkatkan omzet sekaligus menjaga profit tetap aman.

 

[INSERT_ELEMENTOR id=”530″]

Cara Dapatkan Omzet Shopee hingga 80 Juta dalam Sehari

Cara Dapatkan Omzet Shopee hingga 80 Juta dalam Sehari

Cara Dapatkan Omzet Shopee hingga 80 Juta dalam Sehari – digifolium.com. Pasca Lebaran sering dianggap sebagai momen “sepi” oleh banyak seller. Setelah promo besar Ramadan selesai, energi terkuras, stok menipis, dan sebagian toko bahkan memilih untuk libur sejenak. Tapi kenyataannya, justru di momen Payday Sale pasca Lebaran, peluang omzet besar masih terbuka lebar.

Buktinya, beberapa klien Digifolium justru berhasil panen omzet hingga Rp 89 juta hanya dalam satu periode Payday Sale. Bukan hanya satu toko, bahkan beberapa toko lain juga ikut menikmati lonjakan penjualan yang signifikan.

Lalu, sebenarnya apa yang membedakan seller yang bisa menghasilkan puluhan juta saat payday sale pasca Lebaran dengan seller yang justru kehilangan momentum?

Mari kita bahas strateginya secara lengkap!

Payday Sale Pasca Lebaran: Momentum yang Sering Diabaikan Seller

Payday Sale Pasca Lebaran: Momentum yang Sering Diabaikan Seller
Payday Sale Pasca Lebaran: Momentum yang Sering Diabaikan Seller

Banyak seller mengira setelah Lebaran, daya beli menurun. Padahal, faktanya justru sebaliknya. Setelah menerima gaji dan sisa THR, konsumen cenderung masih aktif berbelanja, terutama saat Payday Sale di akhir bulan.

Beberapa data performa klien menunjukkan hasil yang menarik:

  • Toko pertama berhasil mencatat omzet Rp89 juta dalam periode Payday Sale
  • Toko kedua menghasilkan Rp29,5 juta dengan ROAS 18,77
  • Toko ketiga tetap mampu meraih Rp17,2 juta meskipun modal iklan minim

Artinya, peluang tetap besar selama strategi yang digunakan tepat. Namun sayangnya, banyak seller justru melewatkan momentum ini karena toko libur atau tidak melakukan optimasi.

Kerugian Besar Jika Toko Libur Setelah Lebaran

Kerugian Besar Jika Toko Libur Setelah Lebaran
Kerugian Besar Jika Toko Libur Setelah Lebaran

Libur toko mungkin terlihat seperti keputusan yang wajar setelah periode promo besar. Tapi ternyata, dampaknya bisa cukup besar terhadap performa toko. Berikut beberapa kerugian yang sering tidak disadari:

  1. Algoritma Toko Menjadi Lemah

Saat toko tidak aktif, performa toko akan menurun di mata algoritma marketplace. Ketika toko dibuka kembali, trafik biasanya tidak langsung kembali seperti sebelumnya. Ini membuat seller harus bekerja lebih keras untuk mengejar kompetitor.

  1. Kehilangan Kepercayaan Pembeli

Ketika pembeli menemukan toko dalam kondisi libur, mereka cenderung langsung mencari alternatif lain. Akibatnya, potensi penjualan yang seharusnya masuk justru berpindah ke kompetitor.

  1. Biaya Iklan Menjadi Lebih Mahal

Toko yang tidak aktif akan kehilangan momentum trafik. Ketika ingin mengaktifkan kembali iklan, biaya bidding biasanya menjadi lebih tinggi untuk mengembalikan performa.

  1. Kehilangan Momentum Payday

Saat konsumen sedang memegang uang, mereka cenderung lebih impulsif dalam berbelanja. Jika toko tidak aktif, maka peluang tersebut hilang begitu saja.

Strategi Payday Sale Pasca Lebaran agar Omzet Meledak

Strategi Payday Sale Pasca Lebaran agar Omzet Meledak
Strategi Payday Sale Pasca Lebaran agar Omzet Meledak

Agar tidak kehilangan momentum, berikut beberapa strategi yang bisa diterapkan untuk memaksimalkan Payday Sale pasca Lebaran:

  1. Gunakan Smart Bidding (GMV Max)

Saat event besar seperti payday sale, penggunaan Smart Bidding menjadi strategi yang sangat efektif. Fitur ini memungkinkan sistem marketplace mengatur bidding secara otomatis untuk mendapatkan performa terbaik.

Dengan Smart Bidding, seller tidak perlu lagi mengatur bid secara manual. Sistem akan menyesuaikan dengan performa terbaik untuk meningkatkan konversi.

  1. Data-Driven Inventory Management

Pastikan stok produk best seller selalu tersedia saat peak traffic. Kesalahan yang sering terjadi adalah iklan tetap berjalan, tetapi stok produk justru habis.

Hal ini tidak hanya menghambat penjualan, tetapi juga dapat menurunkan performa iklan secara keseluruhan.

  1. Optimalkan Jam Iklan

Jam tayang iklan juga mempengaruhi performa. Berdasarkan data performa, jam sore hingga malam biasanya menjadi waktu paling efektif saat Payday Sale.

Mengalokasikan budget lebih besar di jam tersebut bisa membantu meningkatkan peluang konversi.

  1. Gunakan Dynamic Creative

Dynamic creative memungkinkan seller untuk menguji beberapa gambar dan judul produk sekaligus. Sistem marketplace kemudian akan memilih variasi yang paling efektif.

Strategi ini sangat membantu untuk meningkatkan CTR dan konversi tanpa perlu melakukan optimasi manual secara terus-menerus.

Kunci Sukses Payday Sale Pasca Lebaran

Jika dirangkum, ada tiga kunci utama untuk memaksimalkan payday sale:

  • Jangan biarkan toko tidak aktif
  • Optimalkan iklan secara strategis
  • Pastikan stok dan performa tetap stabil

Seller yang konsisten menjalankan strategi ini cenderung lebih mudah mendapatkan lonjakan omzet, bahkan setelah periode Lebaran berakhir.

Maksimalkan Payday Sale dengan Jasa Iklan Shopee Digifolium

Maksimalkan Payday Sale dengan Jasa Iklan Shopee Digifolium
Maksimalkan Payday Sale dengan Jasa Iklan Shopee Digifolium

Payday Sale pasca Lebaran bukan sekadar event biasa. Ini adalah peluang kedua setelah Ramadan yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan omzet secara signifikan.

Jika ingin meningkatkan performa toko dan memaksimalkan Payday Sale berikutnya, saatnya menggunakan strategi yang lebih terarah.

  • Tingkatkan performa toko dan maksimalkan momentum Payday Sale dengan Jasa Iklan Shopee Digifolium
  • Tim akan membantu menganalisis toko, menentukan strategi, dan mengoptimalkan iklan agar omzet bisa meningkat secara maksimal

Karena dalam bisnis marketplace, bukan hanya soal ikut event, tapi bagaimana memaksimalkan momentum dengan strategi yang tepat.

 

[INSERT_ELEMENTOR id=”530″]

 

Strategi Jualan di Shopee Setelah Lebaran

Strategi Jualan di Shopee Setelah Lebaran

Strategi Jualan di Shopee Setelah Lebaran – digifolium.com. Masa Lebaran adalah “panen raya” bagi hampir semua pelaku usaha di marketplace, tidak terkecuali di Shopee. Namun, ketika euforia perayaan berakhir, realita yang sering dihadapi adalah grafik penjualan yang mendadak landai. Jika saat ini toko kalian mengalami penurunan order yang cukup signifikan, tenang saja. Kondisi ini sangat wajar dan hampir dialami oleh semua seller.

Namun, bukan berarti kalian harus pasrah dan menunggu “badai” lewat begitu saja. Penurunan omzet pasca-Lebaran adalah momen paling tepat untuk melakukan evaluasi mendalam dan menyusun ulang strategi agar toko tidak mati suri. Berikut adalah panduan strategis untuk membangkitkan kembali performa toko kalian.

1. Evaluasi Performa Produk Selama Masa Lebaran

Evaluasi Performa Produk Selama Masa Lebaran
Evaluasi Performa Produk Selama Masa Lebaran

Langkah pertama sebelum menyusun strategi baru adalah menengok ke belakang. Buka Seller Centre dan periksa data selama periode Lebaran. Produk mana yang paling laris? Berapa Conversion Rate-nya? Mengapa produk tertentu justru sepi peminat?

Seringkali, seller terlalu sibuk melayani orderan saat Lebaran hingga lupa mencatat data penting. Gunakan data tersebut untuk memetakan produk mana yang masih memiliki potensi besar dan produk mana yang memang perlu segera dihentikan atau diganti dengan varian lain. Jangan sampai kalian terus membuang modal untuk menyetok barang yang sebenarnya sudah tidak relevan lagi dengan kebutuhan konsumen pasca-Lebaran.

2. Optimasi Ulang Konten Visual dan Kata Kunci

Setelah Lebaran, perilaku konsumen berubah. Jika sebelumnya mereka mencari baju lebaran atau hampers, sekarang mereka kembali ke kebutuhan sehari-hari yang bersifat fungsional.

Lakukan optimasi ulang pada listing produk kalian. Pastikan judul, deskripsi, dan foto produk tetap relevan dengan pencarian saat ini. Gunakan fitur Shopee Search untuk melihat tren kata kunci terbaru. Jika foto produk masih bertema Lebaran (misalnya menggunakan ornamen ketupat atau nuansa emas), segera ganti dengan foto yang lebih clean dan evergreen. Visual yang segar akan memberi kesan bahwa toko kalian tetap aktif dan profesional.

3. Tarik Kembali Pelanggan dengan Strategi Retensi

Tarik Kembali Pelanggan dengan Strategi Retensi
Tarik Kembali Pelanggan dengan Strategi Retensi

Ingat, mendapatkan pelanggan baru jauh lebih mahal daripada mempertahankan pelanggan lama. Manfaatkan daftar pembeli yang pernah bertransaksi di toko kalian saat Lebaran lalu. Gunakan fitur Chat Broadcast atau Voucher Toko untuk memberikan penawaran khusus kepada mereka.

Kirimkan pesan personal yang sopan, tanyakan pengalaman mereka menggunakan produk kalian, dan berikan alasan mengapa mereka harus kembali berbelanja di toko kalian. Strategi ini sangat efektif untuk memancing repeat order di masa-masa sulit seperti sekarang.

4. Review Ulang Strategi Iklan Shopee

Review Ulang Strategi Iklan Shopee
Review Ulang Strategi Iklan Shopee

Iklan Shopee adalah pisau bermata dua. Saat Lebaran, mungkin iklan kalian all-out. Namun setelah Lebaran, kalian harus lebih bijak dalam mengatur budget. Jangan langsung mematikan semua iklan, tapi lakukan penyaringan.

Fokuskan budget iklan hanya pada produk-produk yang memiliki Conversion Rate tinggi. Jangan membuang uang untuk mempromosikan produk yang memang sejak awal performanya buruk. Lakukan penyesuaian bid (tawaran) agar iklan tetap efektif namun biaya tetap terkontrol. Jika iklan terus boncos, jangan ragu untuk menghentikannya sejenak sembari memperbaiki halaman produk agar lebih menjual.

5. Optimasi Tampilan Toko agar Tetap Profesional

Banyak seller meremehkan tampilan toko (shop decoration). Padahal, toko yang berantakan dan tidak terupdate akan membuat pembeli ragu untuk bertransaksi. Tampilan toko adalah etalase yang menentukan kepercayaan pelanggan.

Di masa penurunan order, dekorasi toko yang rapi, katalog yang teratur, dan informasi promo yang jelas akan membuat pembeli betah berlama-lama melihat-lihat produk kalian. Toko yang terlihat “hidup” akan lebih mudah mendapatkan kepercayaan daripada toko yang dibiarkan stagnan.

Bangkitkan Performa Toko Bersama Digifolium

Bangkitkan Performa Toko Bersama Digifolium
Bangkitkan Performa Toko Bersama Digifolium

Menghadapi penurunan order memang menantang, tetapi bukan berarti tidak bisa diatasi. Kadang, toko kalian hanya butuh sentuhan profesional agar kembali dilirik oleh algoritma Shopee dan menarik perhatian calon pembeli.

Jika kalian merasa kewalahan dalam melakukan optimasi dekorasi toko atau ingin memaksimalkan performa iklan agar tidak boncos terus-menerus, Digifolium hadir sebagai partner strategis kalian.

Kami menyediakan layanan Jasa Dekorasi Toko yang dirancang untuk meningkatkan konversi dan kepercayaan pelanggan, serta Manajemen Iklan Shopee yang terukur dan efisien. Fokus kami adalah memastikan setiap investasi yang kalian keluarkan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan omzet toko.

Jangan biarkan toko kalian tenggelam di tengah ketatnya persaingan marketplace. Konsultasikan kebutuhan toko kalian bersama Digifolium sekarang juga dan kembalikan kejayaan penjualan kalian!

 

[INSERT_ELEMENTOR id=”530″]

Strategi CS Shopee Saat Ramadhan

Strategi CS Shopee Saat Ramadhan

Strategi CS Shopee Saat Ramadhan – digifolium.com. Bulan Ramadhan bukan sekadar bulan penuh berkah bagi ibadah kita, tapi juga bagi para seller di Shopee. Lonjakan trafik selama bulan suci ini bisa naik berkali-kali lipat dibandingkan hari biasa. Namun, ada satu tantangan besar yang sering bikin para pemilik toko kewalahan: Manajemen Customer Service (CS).

Pernah nggak kamu merasa pusing karena chat masuk ribuan saat jam sahur, sementara tim CS kamu masih tidur? Atau mungkin kamu sering kehilangan potensi orderan hanya karena respon yang lambat?

Di artikel ini, kita akan bedah tuntas tips mengelola CS Shopee selama bulan Ramadhan agar performa tokomu tetap maksimal, chat response rate tetap tinggi, dan yang paling penting: Omzet melonjak tajam!

  1. Pahami Pergeseran Perilaku Pembeli (Golden Hours)

Pahami Pergeseran Perilaku Pembeli (Golden Hours)
Pahami Pergeseran Perilaku Pembeli (Golden Hours)

Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah menyadari bahwa perilaku pembeli saat Ramadhan itu unik. Kamu nggak bisa pakai jadwal CS hari biasa.

Ada dua waktu krusial atau Golden Hours di Shopee selama Ramadhan:

  • Waktu Sahur (03:00 – 05:00 WIB): Ini adalah puncak trafik tertinggi. Orang belanja sambil menunggu imsak atau setelah sholat subuh.
  • Waktu Ngabuburit & Berbuka (16:00 – 19:00 WIB): Sambil menunggu buka puasa, banyak orang melakukan window shopping dan checkout belanjaan.

Tips untuk Kamu: Sesuaikan jadwal kerja tim CS kalian. Jika memungkinkan, bagi shift agar ada yang berjaga di jam sahur. Kecepatan membalas chat di jam ini sangat menentukan apakah pembeli akan checkout di tokomu atau pindah ke kompetitor.

2. Optimasi Fitur FAQ dan Auto-Reply

Optimasi Fitur FAQ dan Auto-Reply
Optimasi Fitur FAQ dan Auto-Reply

Kamu nggak mungkin membalas ribuan chat satu per satu secara manual dengan kecepatan kilat, apalagi saat sedang fokus beribadah. Di sinilah pentingnya fitur FAQ Toko dan Auto-Reply.

Gunakan bahasa yang ramah dan “emak-emak friendly” tapi tetap profesional. Pastikan informasi penting sudah ada di sana, seperti:

  • Informasi stok (Ready/Tidak).
  • Jadwal operasional pengiriman selama Ramadhan.
  • Batas waktu checkout agar bisa dikirim di hari yang sama.

Dengan fitur ini, calon pembeli merasa “disapa” meskipun kamu belum membalas secara personal.

3. Tingkatkan “Skill” Edukasi Produk, Bukan Sekadar Balas Chat

Banyak CS yang terjebak hanya menjadi “tukang jawab”. Saat Ramadhan, pembeli biasanya lebih buru-buru karena ingin barang sampai sebelum Lebaran.

Jangan cuma jawab “Ready kak”. Cobalah untuk lebih proaktif. Contoh: “Ready kak, ini salah satu produk best seller kami untuk lebaran. Kalau checkout sebelum jam 2 siang ini, bisa langsung kami kirim hari ini juga biar nggak kena overload ekspedisi nanti.”

Strategi ini disebut sebagai sense of urgency. Kamu memberikan alasan kuat kenapa mereka harus beli sekarang.

4. Manajemen Komplain dengan Kepala Dingin

Manajemen Komplain dengan Kepala Dingin
Manajemen Komplain dengan Kepala Dingin

Ramadhan adalah ujian kesabaran, termasuk saat menghadapi komplain. Masalah umum saat Ramadhan biasanya adalah paket lama sampai karena ekspedisi overload.

Jangan defensif atau menyalahkan pihak kurir secara kasar. Gunakan bahasa yang menenangkan: “Mohon maaf ya kak atas keterlambatannya. Kami mengerti kakak ingin barang ini segera sampai. Saat ini kami terus pantau ke pihak ekspedisi agar paket kakak diprioritaskan. Terima kasih atas kesabarannya ya, Kak.”

Pelayanan yang empati seperti ini justru bisa meningkatkan loyalitas pelanggan di masa depan.

5. Manfaatkan Fitur Shortcut (Pesan Singkat)

Di Shopee Seller Centre, ada fitur Pesan Singkat. Buatlah daftar template jawaban untuk pertanyaan yang paling sering muncul. Misalnya: cara klaim voucher, detail ukuran, atau kebijakan retur.

Dengan shortcut, CS kalian bisa membalas 10 chat dalam waktu kurang dari 1 menit. Efisiensi ini sangat krusial saat trafik sedang memuncak di hari H Pay Day Sale.

6. Berikan Rekomendasi Bundling lewat Chat

Berikan Rekomendasi Bundling lewat Chat
Berikan Rekomendasi Bundling lewat Chat

Sesuai strategi yang sering kita bahas di Digifolium, menaikkan Average Order Value (AOV) itu penting. CS kamu bisa menjadi ujung tombak upselling.

Jika ada yang bertanya tentang gamis, arahkan untuk melihat kerudung atau bros yang cocok sebagai paket bundling. Katakan bahwa beli paket lebih hemat ongkir dan ada potongan harga khusus. Cara ini jauh lebih efektif daripada sekadar menunggu orang melihat-lihat sendiri di etalase.

Ingat, di balik layar HP atau komputer, pembeli adalah manusia yang ingin dihargai. Pelayanan CS yang ramah, cepat, dan solutif adalah kunci utama kenapa sebuah toko bisa punya repeat order tinggi meskipun banyak kompetitor yang jual lebih murah.

Bulan Ramadhan ini adalah kesempatan emas buat kalian membuktikan bahwa toko kalian bukan cuma jualan barang, tapi juga jualan solusi dan kenyamanan.

Siap buat toko marketplace-mu makin banjir orderan dengan strategi CS yang tepat?

Kalau kamu merasa kewalahan mengelola toko sendiri atau ingin performa iklan dan operasional tokomu dioptimasi secara profesional, Digifolium siap membantu!

Ingin konsultasi lebih dalam tentang strategi jualan saat Ramadhan? Chat kami sekarang atau klik link di bio untuk info lebih lanjut!

[INSERT_ELEMENTOR id=”530″]

Alamat Kantor

Digifolium

Jl. Nitipuran No.89, Sonosewu, Ngestiharjo, Kec. Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
( Klik langsung menuju lokasi )

Copyright © 2026 Jasa Optimasi Marketplace Shopee, TikTok Shop, Tokopedia, Lazada - Digifolium.com