Aturan Jam Pick-up Shopee Instant Berubah per 12 Oktober 2026

Aturan Jam Pick-up Shopee Instant Berubah per 12 Oktober 2026

Aturan Jam Pick-up Shopee Instant Berubah per 12 Oktober 2026 – digifolium.com. Perubahan aturan jam pick-up Shopee Instant dan Same Day perlu menjadi perhatian seller, terutama dalam mengatur jadwal pengemasan, kesiapan tim, dan operasional pengiriman. Penyesuaian ini penting agar pesanan dapat diproses sesuai tenggat waktu yang berlaku dan risiko keterlambatan dapat diminimalkan.

Bagi seller Shopee, memahami aturan pengiriman bukan hanya berkaitan dengan administrasi pesanan, tetapi juga menentukan bagaimana operasional toko berjalan setiap hari. Karena itu, seller perlu mengevaluasi kembali jam operasional, pembagian tugas tim, hingga kesiapan stok dan kemasan.

Lantas, apa saja yang perlu diperhatikan dalam penyesuaian aturan jam pick-up Shopee terbaru? Berikut penjelasannya.

Apa yang Berubah dalam Aturan Jam Pick-up Shopee Instant?

Apa yang Berubah dalam Aturan Jam Pick-up Shopee Instant?
Apa yang Berubah dalam Aturan Jam Pick-up Shopee Instant?

Jam pick-up berkaitan dengan kesiapan penjual dalam memproses pesanan agar dapat diserahkan kepada kurir sesuai jadwal layanan. Ketika terdapat perubahan ketentuan, seller perlu memastikan pengaturan pengiriman di toko sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.

Beberapa aspek yang perlu diperhatikan meliputi:

  • Batas waktu pengemasan: Pastikan pesanan diproses sebelum tenggat yang ditentukan untuk jenis layanan pengiriman yang digunakan
  • Jam operasional pick-up: Sesuaikan kesiapan tim dengan jadwal layanan agar pesanan tidak menumpuk menjelang batas pengemasan
  • Hari operasional: Periksa apakah layanan tertentu harus tetap aktif pada hari Sabtu, khususnya bagi seller dengan status Star, Star+, dan Shopee Mall

Seller sebaiknya memeriksa pengumuman resmi di Seller Centre untuk mengetahui jadwal dan ketentuan yang berlaku pada masing-masing layanan.

Batas Waktu Pengemasan Shopee Instant dan Same Day

Batas Waktu Pengemasan Shopee Instant dan Same Day
Batas Waktu Pengemasan Shopee Instant dan Same Day

Setiap layanan pengiriman memiliki ketentuan pemrosesan pesanan yang perlu dipahami seller. Perbedaan jenis layanan dan waktu pesanan masuk dapat memengaruhi tenggat pengemasan.

Dalam pembaruan yang menjadi acuan artikel ini, seller perlu memberi perhatian khusus pada jadwal pick-up layanan Instant, termasuk periode operasional yang tercantum pada pengaturan toko.

Aspek Hal yang perlu diperhatikan
Jam pick-up Periksa jadwal layanan yang berlaku di Seller Centre
Waktu pesanan masuk Pastikan pesanan diproses sesuai tenggat berdasarkan waktu masuk
Instant Prioritas Perhatikan perubahan batas waktu pengemasan
Same Day Pastikan kesiapan pengemasan mengikuti ketentuan layanan
Operasional hari Sabtu Periksa kewajiban aktivasi layanan sesuai kategori toko

Penting: Jangan menggunakan satu jadwal pengemasan untuk seluruh layanan. Seller perlu mengacu pada informasi terbaru yang muncul di Seller Centre karena batas waktu dapat berbeda berdasarkan jenis pengiriman dan ketentuan akun.

Perubahan Khusus Instant Prioritas yang Perlu Diperhatikan

Perubahan Khusus Instant Prioritas yang Perlu Diperhatikan
Perubahan Khusus Instant Prioritas yang Perlu Diperhatikan

Layanan Instant Prioritas membutuhkan kesiapan operasional yang lebih cepat karena pesanan harus segera diproses untuk mendukung pengiriman instan.

Berdasarkan informasi pembaruan dalam draft, terdapat tiga hal yang perlu diperhatikan seller.

1. Waktu pengemasan menjadi lebih singkat

Batas waktu pengemasan Instant Prioritas dalam pembaruan tersebut disebut berubah dari 1 jam menjadi 45 menit.

Artinya, seller perlu memastikan proses penerimaan pesanan, pengambilan produk, pengemasan, hingga persiapan penyerahan kepada kurir berjalan lebih efisien. Ketentuan 45 menit ini perlu dikonfirmasi kembali melalui pengumuman resmi Shopee sebelum diterapkan sebagai informasi publik.

2. Jam operasional harus sesuai dengan kesiapan pick-up

Mengaktifkan layanan pengiriman cepat berarti seller perlu memastikan tim operasional siap menangani pesanan yang masuk selama layanan aktif.

Jika toko masih menerima pesanan ketika tim sudah tidak bertugas, proses pengemasan berisiko terlambat. Oleh karena itu, jam operasional sebaiknya disusun berdasarkan kapasitas tim dan jadwal pengambilan paket yang tersedia.

3. Seller Star, Star+, dan Shopee Mall perlu memeriksa ketentuan hari Sabtu

Berdasarkan draft pembaruan, seller dengan kategori Star, Star+, dan Shopee Mall perlu memperhatikan kewajiban mengaktifkan layanan Instant pada hari Sabtu.

Sebelum menyusun jadwal kerja, pastikan ketentuan tersebut sesuai dengan pengumuman terbaru yang berlaku untuk akun toko. Jika memang diwajibkan, jadwal admin, staff gudang, dan tim packing perlu disesuaikan agar operasional tetap berjalan.

Cara Menyesuaikan Operasional Toko dengan Aturan Pick-up Shopee

Cara Menyesuaikan Operasional Toko dengan Aturan Pick-up Shopee
Cara Menyesuaikan Operasional Toko dengan Aturan Pick-up Shopee

Memahami perubahan aturan saja belum cukup. Seller juga perlu menerjemahkannya menjadi prosedur operasional yang jelas agar pemrosesan pesanan tetap terkendali.

1. Atur ulang jam operasional toko

Sesuaikan jam aktif layanan dengan jam kerja tim dan jadwal pick-up kurir. Jika tim selesai bekerja pukul 17.00 WIB, misalnya, seller perlu mengevaluasi apakah batas penerimaan pesanan Instant harus diatur lebih awal agar pesanan yang masuk masih dapat diproses.

Jangan menetapkan jam operasional hanya berdasarkan keinginan menerima pesanan sebanyak mungkin. Pertimbangkan pula kemampuan tim memenuhi tenggat pengemasan.

2. Pisahkan jalur pesanan Instant dan reguler

Pesanan Instant memiliki karakteristik waktu pemrosesan yang berbeda dari pesanan reguler. Karena itu, pemisahan antrian pesanan dapat membantu tim menentukan prioritas kerja.

Seller dapat membuat alur khusus untuk pesanan Instant, mulai dari pengecekan notifikasi, pengambilan barang, pengemasan, hingga persiapan pick-up. Dengan demikian, pesanan yang membutuhkan penanganan cepat tidak tertahan oleh antrian pesanan lainnya.

3. Siapkan produk dan bahan kemasan sebelum pesanan masuk

Untuk produk dengan frekuensi penjualan tinggi, seller dapat menyiapkan bahan kemasan dan kebutuhan pengiriman lebih awal.

Persiapan ini dapat mencakup stok produk yang mudah dijangkau, bubble wrap, kardus, label, dan perlengkapan lainnya. Tujuannya adalah mengurangi waktu yang terbuang ketika pesanan harus segera diproses.

Namun, pastikan persiapan awal tidak mengganggu kontrol kualitas dan ketepatan barang yang dikirim kepada pembeli.

4. Susun jadwal tim untuk hari Sabtu

Jika kategori toko diwajibkan menjalankan layanan pada hari Sabtu, seller perlu menyesuaikan jadwal kerja agar proses pesanan tetap berjalan.

Pembagian shift dapat menjadi salah satu solusi, selama kebutuhan operasional, ketersediaan staf, dan ketentuan yang berlaku tetap diperhatikan. Pastikan ada penanggung jawab yang memantau pesanan dan memastikan paket siap sesuai tenggat.

5. Rapikan penempatan stok dan pencatatan inventaris

Proses pengemasan akan semakin lama jika staf harus mencari produk di antara stok yang tidak tertata.

Gunakan penempatan barang yang konsisten, label rak yang jelas, dan pencatatan stok yang diperbarui secara berkala. Dengan begitu, tim dapat menemukan produk lebih cepat dan mengurangi risiko kesalahan pengambilan barang.

6. Pantau pesanan dan pengumuman Seller Centre

Jadikan pengecekan pesanan sebagai bagian dari rutinitas operasional. Pantau pesanan yang masuk, tenggat pengemasan, dan kesiapan penyerahan paket kepada kurir.

Seller juga perlu memeriksa Seller Centre secara berkala untuk mengetahui pembaruan ketentuan, jadwal layanan, serta informasi operasional yang relevan dengan toko.

Kesimpulan

Perubahan aturan jam pick-up Shopee Instant dan Same Day menegaskan pentingnya kesiapan operasional dalam pengelolaan marketplace. Seller tidak cukup hanya mengandalkan kecepatan pengemasan, tetapi juga perlu memastikan jadwal kerja, alur pesanan, kesiapan stok, dan koordinasi tim berjalan selaras.

Dengan prosedur operasional yang lebih tertata, seller dapat memproses pesanan secara lebih efisien dan mengurangi risiko keterlambatan.

Sebelum melakukan penyesuaian, pastikan seluruh batas waktu dan kewajiban operasional sudah sesuai dengan pengumuman resmi terbaru di Seller Centre.

Butuh bantuan mengoptimalkan operasional toko dan pengelolaan marketplace? Digifolium siap membantu seller mengevaluasi kebutuhan toko, mulai dari optimasi marketplace hingga pengelolaan iklan. Hubungi tim Digifolium melalui WhatsApp 0813 9292 6565 untuk konsultasi.

 

[INSERT_ELEMENTOR id=”530″]

Persiapan Seller dalam Menghadapi Kuartal 4 di Marketplace

Persiapan Seller dalam Menghadapi Kuartal 4 di Marketplace

Persiapan Seller dalam Menghadapi Kuartal 4 di Marketplace – digifolium.com. Kuartal 4 menjadi salah satu periode paling penting bagi seller marketplace. Memasuki akhir tahun, aktivitas belanja online biasanya semakin ramai karena berbagai campaign besar, momen liburan, kebutuhan akhir tahun, hingga persiapan Ramadhan yang mulai diperhatikan lebih awal. Bagi seller, kondisi ini tentu membuka peluang untuk meningkatkan penjualan. Namun, tanpa persiapan yang matang, tingginya traffic juga bisa membuat operasional toko kewalahan.

Karena itu, persiapan seller menghadapi kuartal 4 di marketplace sebaiknya dilakukan jauh sebelum campaign besar dimulai. Lalu, apa saja yang perlu dipersiapkan?

  1. Evaluasi Performa Toko

Evaluasi Performa Toko
Evaluasi Performa Toko

Sebelum memasuki kuartal 4, seller perlu melihat kembali performa toko dalam beberapa bulan terakhir. Evaluasi dapat mencakup omzet, jumlah transaksi, produk terlaris, conversion rate, performa iklan, hingga produk yang memiliki traffic tinggi tetapi belum menghasilkan banyak penjualan.

Data tersebut dapat menjadi dasar untuk menentukan strategi berikutnya. Produk dengan performa baik dapat diprioritaskan, sedangkan produk yang masih kurang optimal bisa diperbaiki terlebih dahulu.

Evaluasi juga membantu seller memahami pola penjualan. Dengan mengetahui produk apa yang paling banyak dicari dan campaign seperti apa yang sebelumnya memberikan hasil, strategi kuartal 4 dapat dibuat berdasarkan data, bukan sekadar mengikuti tren.

  1. Tentukan Produk yang Akan Diprioritaskan

Tidak semua produk harus mendapatkan perlakuan yang sama selama campaign. Seller dapat menentukan beberapa produk utama yang berpotensi menjadi produk unggulan selama kuartal 4.

Pertimbangkan produk yang memiliki permintaan tinggi, margin yang sehat, stok mencukupi, serta riwayat penjualan yang baik. Selain produk utama, siapkan juga produk pendukung seperti bundle atau produk dengan harga lebih terjangkau untuk meningkatkan peluang terjadinya transaksi.

Menentukan produk prioritas sejak awal juga akan memudahkan seller dalam mengatur budget promosi dan iklan. Dengan begitu, sumber daya yang tersedia dapat diarahkan pada produk yang memang memiliki peluang untuk berkembang.

  1. Pastikan Stok dan Operasional Siap

Pastikan Stok dan Operasional Siap
Pastikan Stok dan Operasional Siap

Campaign besar bisa mendatangkan lonjakan pesanan. Jangan sampai peluang penjualan justru terganggu karena stok habis atau proses operasional tidak mampu mengikuti peningkatan order.

Pastikan stok produk unggulan sudah diperhitungkan berdasarkan performa penjualan sebelumnya. Seller juga perlu mengecek kesiapan tim, proses packing, pengiriman, hingga kapasitas customer service dalam menangani pertanyaan dan komplain pelanggan.

Selain stok produk, perhatikan juga kebutuhan packaging dan material pendukung lainnya. Persiapan sederhana ini dapat membantu mengurangi risiko operasional ketika jumlah pesanan meningkat secara signifikan.

  1. Optimasi Tampilan Toko dan Produk

Optimasi Tampilan Toko dan Produk
Optimasi Tampilan Toko dan Produk

Sebelum traffic meningkat, pastikan calon pembeli mendapatkan pengalaman yang baik ketika mengunjungi toko. Periksa kembali foto produk, judul, deskripsi, variasi, harga, serta informasi penting lainnya.

Tampilan toko juga dapat disesuaikan dengan campaign yang sedang berlangsung. Banner, dekorasi toko, dan produk yang ditampilkan di halaman utama sebaiknya membantu calon pembeli menemukan produk serta promo dengan lebih mudah.

Jangan lupa mengecek halaman produk dari sudut pandang calon pembeli. Apakah informasi produknya sudah jelas? Apakah foto mampu menunjukkan detail produk? Apakah harga dan variasinya mudah dipahami? Hal-hal kecil seperti ini dapat mempengaruhi keputusan pembelian.

  1. Siapkan Strategi Promo

Promo menjadi salah satu elemen yang banyak diperhatikan pembeli saat campaign marketplace. Namun, memberikan diskon besar tanpa menghitung margin dapat membuat omzet meningkat tetapi keuntungan justru menurun.

Seller perlu menentukan jenis promo berdasarkan kondisi bisnis. Mulai dari voucher toko, potongan harga, bundle, gratis ongkir, hingga promo khusus untuk produk tertentu. Pastikan setiap promo sudah dihitung agar tetap menarik bagi pembeli sekaligus masuk akal secara bisnis.

Jangan hanya terpaku pada besarnya diskon. Buat promo yang memiliki tujuan, misalnya untuk meningkatkan jumlah transaksi, menaikkan nilai keranjang belanja, atau mendorong pembelian produk tertentu.

  1. Persiapkan Strategi Iklan Marketplace

Persiapkan Strategi Iklan Marketplace
Persiapkan Strategi Iklan Marketplace

Persaingan mendapatkan traffic biasanya semakin tinggi ketika campaign besar berlangsung. Karena itu, strategi iklan perlu dipersiapkan sebelum campaign dimulai.

Seller dapat mengevaluasi iklan sebelumnya untuk mengetahui produk mana yang mampu menghasilkan penjualan dan bagaimana performanya. Tentukan budget, produk yang akan diprioritaskan, serta metrik yang akan digunakan untuk mengevaluasi hasil iklan.

Jangan hanya melihat omzet. Perhatikan juga CTR, conversion rate, ROAS, biaya iklan, hingga profit agar keputusan optimasi tidak hanya berdasarkan angka penjualan.

Iklan sebaiknya tidak dijalankan tanpa arah. Pastikan produk yang diiklankan sudah memiliki halaman produk yang optimal dan penawaran yang cukup kompetitif agar traffic yang datang memiliki peluang lebih besar untuk dikonversi menjadi transaksi.

  1. Siapkan Konten Sebelum Campaign

Traffic dari marketplace bukan satu-satunya sumber calon pembeli. Seller juga dapat memanfaatkan media sosial untuk membangun awareness sebelum campaign berlangsung.

Buat konten teaser, informasi promo, rekomendasi produk, hingga reminder menjelang campaign. Konten dapat digunakan untuk mengarahkan audience menuju toko marketplace ketika promo sudah dimulai.

Persiapan konten sejak awal juga membuat seller tidak perlu membuat semuanya secara mendadak ketika campaign sudah berjalan. Dengan kalender konten yang jelas, komunikasi promo dapat dibuat lebih konsisten di berbagai channel.

  1. Buat Timeline Campaign

Kuartal 4 biasanya dipenuhi berbagai momentum, mulai dari 10.10, 11.11, 12.12 atau Harbolnas, Natal, hingga Tahun Baru. Karena campaign datang berurutan, seller sebaiknya membuat timeline persiapan agar tidak selalu bekerja secara mendadak.

Tentukan kapan harus mengevaluasi toko, menyiapkan stok, membuat konten, mengatur promo, menjalankan iklan, hingga melakukan evaluasi setelah campaign selesai.

Dengan timeline yang jelas, seller dapat mengetahui apa yang harus dikerjakan dan kapan harus mulai mengerjakannya. Persiapan Q4 pun tidak terasa seperti pekerjaan yang menumpuk dalam waktu singkat.

Siap Menghadapi Kuartal 4?

Siap Menghadapi Kuartal 4?
Siap Menghadapi Kuartal 4?

Kuartal 4 bukan hanya tentang mengejar sebanyak-banyaknya order. Seller perlu memastikan bahwa toko, produk, stok, promo, iklan, konten, dan operasional berjalan dalam satu strategi yang saling mendukung.

Semakin awal persiapan dilakukan, semakin banyak waktu yang tersedia untuk menemukan masalah dan memperbaikinya sebelum campaign besar dimulai. Dengan strategi yang terarah, seller dapat memanfaatkan momentum kuartal 4 sekaligus menjaga bisnis tetap sehat setelah periode campaign berakhir.

Kalau persiapan terasa cukup kompleks, seller tidak harus mengurus semuanya sendiri. Digifolium membantu seller mengoptimalkan marketplace mulai dari dekorasi dan optimasi toko, riset judul dan SEO deskripsi, pengelolaan iklan marketplace, hingga kebutuhan foto dan video produk.

Dengan pengalaman lebih dari 5 tahun dan telah membantu mengoptimalkan ribuan toko, Digifolium siap membantu seller mempersiapkan marketplace agar lebih optimal menghadapi berbagai campaign di kuartal 4.

Sudah siap menghadapi Q4? Jangan tunggu campaign dimulai untuk berbenah. Mulai persiapkan marketplace kamu dari sekarang bersama Digifolium.

 

[INSERT_ELEMENTOR id=”530″]

 

Cara Mengendalikan Penyebab Retur di Marketplace

Cara Mengendalikan Penyebab Retur di Marketplace

Cara Mengendalikan Penyebab Retur di Marketplace – digifolium.com. Dalam bisnis marketplace, retur merupakan hal yang mungkin terjadi. Namun, seller tidak bisa hanya menerima paket yang kembali tanpa mencari tahu penyebabnya. Retur marketplace perlu dianalisis secara rutin agar seller bisa mengetahui masalah yang terjadi dan mencegah kesalahan yang sama terus berulang.

Tujuan mengelola retur bukan berarti membuat angka retur menjadi nol, karena tidak semua penyebab retur berada dalam kendali seller. Fokus utamanya adalah mengendalikan penyebab retur yang masih bisa diperbaiki dan menjaga return rate tetap terkendali.

Kenapa Data Retur Marketplace Perlu Dibedah?

Kenapa Data Retur Marketplace Perlu Dibedah?
Kenapa Data Retur Marketplace Perlu Dibedah?

Jangan hanya melihat berapa banyak paket yang diretur. Seller perlu melihat alasan di balik setiap retur.

Lakukan evaluasi data retur secara rutin, misalnya setiap minggu, untuk menemukan:

  • Penyebab retur yang paling sering terjadi
  • Produk yang memiliki tingkat retur tinggi
  • Tahapan operasional yang sering menimbulkan kesalahan
  • Perubahan return rate dari waktu ke waktu

Dengan begitu, data retur tidak hanya menjadi angka dalam laporan, tetapi bisa digunakan sebagai dasar untuk memperbaiki operasional toko.

Pisahkan Penyebab Retur Internal dan Eksternal

Pisahkan Penyebab Retur Internal dan Eksternal
Pisahkan Penyebab Retur Internal dan Eksternal

Langkah berikutnya adalah mengelompokkan penyebab retur berdasarkan apakah masalah tersebut berasal dari internal seller atau faktor eksternal.

Penyebab Internal Penyebab Eksternal
Salah kirim barang Customer menolak COD
Salah varian atau ukuran Pembeli tidak bisa dihubungi
Packing kurang aman Kendala pengiriman
Produk cacat Alamat bermasalah
Stok tidak sesuai Perubahan keputusan pembeli

Pemisahan ini penting karena setiap penyebab membutuhkan tindakan perbaikan yang berbeda. Masalah internal perlu dicari akar masalahnya, sedangkan faktor eksternal perlu dipantau dan diminimalkan risikonya.

Cara Mengurangi Retur Marketplace dari Sisi Internal

Cara Mengurangi Retur Marketplace dari Sisi Internal
Cara Mengurangi Retur Marketplace dari Sisi Internal

Jika retur terjadi karena kesalahan internal, seller perlu mencari tahu proses mana yang menjadi sumber masalah.

Misalnya, retur karena salah kirim barang bisa menjadi tanda bahwa proses picking atau pengecekan pesanan perlu dievaluasi. Jika masalahnya salah varian atau ukuran, seller dapat memperbaiki sistem labeling dan SOP packing.

Begitu juga dengan penyebab lainnya:

  • Packing rusak: evaluasi bahan dan standar packaging.
  • Produk cacat: perketat quality control sebelum produk dikirim.
  • Stok tidak sesuai: lakukan audit inventaris dan sinkronisasi stok.

Prinsipnya sederhana: satu penyebab retur harus menghasilkan tindakan perbaikan yang jelas. Jangan hanya mencatat masalah tanpa mengubah proses yang menyebabkannya.

Bagaimana Menghadapi Penyebab Retur dari Eksternal?

Bagaimana Menghadapi Penyebab Retur dari Eksternal?
Bagaimana Menghadapi Penyebab Retur dari Eksternal?

Tidak semua retur bisa dikendalikan langsung oleh seller. Customer yang menolak COD, kendala kurir, alamat bermasalah, atau perubahan keputusan pembeli merupakan beberapa contoh faktor eksternal.

Meski begitu, bukan berarti faktor tersebut tidak perlu dianalisis.

Seller tetap bisa melakukan langkah untuk meminimalkan risikonya. Contohnya, mengevaluasi layanan pengiriman yang digunakan, memastikan informasi alamat dan data pesanan lebih jelas, serta melihat pola retur berdasarkan metode pembayaran.

Untuk retur akibat perubahan keputusan pembeli, seller juga dapat mengevaluasi kembali foto produk, deskripsi, informasi ukuran, variasi, hingga informasi penting lainnya agar ekspektasi customer lebih sesuai dengan produk yang diterima.

Jangan Hanya Mengejar Order Masuk

Jumlah order yang tinggi memang penting, tetapi seller juga perlu memperhatikan kualitas order sampai transaksi benar-benar selesai.

Alurnya bukan hanya:

Order masuk → selesai.

Tetapi:

Order masuk → diproses → dikemas → dikirim → diterima → selesai.

Semakin banyak transaksi yang kembali, semakin banyak pula biaya dan waktu operasional yang berpotensi terbuang.

Karena itu, seller perlu membiasakan bedah data retur marketplace secara rutin. Targetnya bukan sekadar mencapai retur 0%, tetapi memastikan return rate tetap terkendali dan kesalahan yang sebenarnya bisa diperbaiki tidak terus berulang.

Dengan pengelolaan retur yang lebih terstruktur, seller tidak hanya mengejar omzet, tetapi juga menjaga kualitas operasional dan pengalaman customer.

 

[INSERT_ELEMENTOR id=”530″]

Update Shopee 2026: Budget Iklan Naik Jadi Rp100 Ribu per Hari

Update Shopee 2026: Budget Iklan Naik Jadi Rp100 Ribu per Hari

Update Shopee 2026: Budget Iklan Naik Jadi Rp100 Ribu per Hari – digifolium.com. Mulai 1 Desember 2026, Shopee menerapkan perubahan minimum modal harian untuk beberapa jenis iklan. Salah satu perubahan yang perlu diperhatikan seller adalah minimum modal harian menjadi Rp100.000 untuk Iklan Produk dan Iklan Toko+ pada campaign baru yang terkena aturan tersebut.

Perubahan ini tentu membuat banyak seller bertanya-tanya: apakah budget iklan Shopee otomatis menjadi lebih mahal? Apakah seller wajib mengeluarkan Rp100 ribu setiap hari? Dan bagaimana strategi iklan yang tepat agar budget tersebut tetap menghasilkan profit?

Tenang, Seller. Minimum budget Rp100 ribu bukan berarti semua seller harus mengeluarkan uang sebanyak itu setiap hari. Yang berubah adalah batas minimum modal harian ketika membuat campaign baru, bukan biaya wajib untuk berjualan di Shopee.

Apa yang Berubah pada Budget Iklan Shopee?

Apa yang Berubah pada Budget Iklan Shopee?
Apa yang Berubah pada Budget Iklan Shopee?

Mulai 1 Desember 2026, minimum modal harian untuk beberapa jenis iklan menjadi Rp100.000, khususnya:

  • Iklan Produk
  • Iklan Toko+

Namun, ada satu hal penting yang perlu seller pahami.

Campaign yang sudah berjalan tidak otomatis terdampak oleh perubahan ini. Peraturan tersebut terutama perlu diperhatikan ketika seller membuat campaign baru yang termasuk dalam ketentuan minimum budget tersebut.

Jadi, jangan sampai mendengar kabar bahwa “budget iklan Shopee naik menjadi Rp100 ribu” lalu langsung menganggap seluruh campaign harus menggunakan budget Rp100 ribu per hari.

Perubahan ini paling terasa bagi seller yang sebelumnya terbiasa melakukan testing iklan dengan budget kecil.

Apakah Iklan Shopee Jadi Lebih Mahal?

Belum tentu.

Minimum modal harian Rp100.000 tidak berarti biaya iklan per klik atau biaya mendapatkan pesanan otomatis menjadi lebih mahal.

Yang berubah adalah jumlah minimum dana yang dapat dialokasikan dalam satu hari untuk campaign tertentu.

Mengapa hal ini penting? Karena campaign dengan budget yang terlalu kecil terkadang memiliki ruang yang terbatas untuk mendapatkan traffic dan mengumpulkan data. Padahal, data tersebut dibutuhkan seller untuk memahami apakah sebuah produk benar-benar memiliki potensi untuk menghasilkan penjualan dari iklan.

Dengan budget yang lebih memadai, seller memiliki ruang lebih besar untuk:

  • Mengumpulkan data performa iklan
  • Menguji potensi produk
  • Melihat pola traffic dan konversi
  • Mengevaluasi efektivitas campaign
  • Menentukan strategi optimasi dan scale up

Tetapi perlu digarisbawahi: budget lebih besar tidak sama dengan keuntungan yang lebih besar.

Mengeluarkan Rp100 ribu per hari tanpa strategi justru bisa membuat biaya iklan membengkak tanpa menghasilkan return yang sehat.

Apakah Seller Wajib Iklan Rp100 Ribu per Hari?

Tidak.

Iklan Shopee tetap merupakan pilihan strategi pemasaran, bukan biaya wajib yang harus dikeluarkan seller setiap hari.

Angka Rp100 ribu merupakan minimum modal harian untuk campaign baru tertentu yang terkena aturan, bukan kewajiban bagi semua seller untuk beriklan Rp100 ribu setiap hari.

Seller tetap dapat menentukan:

  • Produk yang ingin diiklankan
  • Campaign yang ingin dijalankan
  • Budget sesuai kemampuan toko
  • Strategi pengelolaan iklan
  • Waktu campaign mulai dan dihentikan

Jadi, jangan langsung panik ketika melihat angka Rp100 ribu.

Yang lebih penting adalah memastikan setiap rupiah yang masuk ke iklan punya tujuan dan dapat diukur hasilnya.

Ada Benefit untuk Seller yang Aktif Beriklan

Ada Benefit untuk Seller yang Aktif Beriklan
Ada Benefit untuk Seller yang Aktif Beriklan

Selain perubahan minimum budget iklan, seller yang aktif beriklan juga perlu memperhatikan adanya potensi penawaran khusus Gratis Ongkir XTRA dengan biaya yang lebih rendah.

Karena itu, jangan hanya melihat perubahan ini dari sisi:

“Wah, budget iklanku naik!”

Seller perlu menghitung keseluruhan economics dari campaign.

Mulai dari:

Tambahan omzet → biaya iklan → biaya program → HPP → margin → profit

Inilah alasan kenapa keberhasilan iklan tidak bisa hanya dinilai dari besar kecilnya budget.

Budget Rp100 ribu yang menghasilkan return sehat bisa jauh lebih bernilai dibandingkan budget Rp20 ribu yang tidak menghasilkan penjualan sama sekali.

Bagaimana Strategi Iklan Shopee dengan Minimum Budget Rp100 Ribu?

Bagaimana Strategi Iklan Shopee dengan Minimum Budget Rp100 Ribu?
Bagaimana Strategi Iklan Shopee dengan Minimum Budget Rp100 Ribu?

Dengan adanya minimum budget, seller perlu lebih selektif dalam menentukan produk yang akan diiklankan. Jangan langsung memasukkan seluruh produk ke campaign hanya karena memiliki budget.

  1. Pilih Produk dengan Potensi Konversi

Prioritaskan produk yang memang memiliki demand, harga kompetitif, review yang cukup baik, dan sudah terbukti mampu menghasilkan penjualan.

Jangan menggunakan produk yang belum siap jual sebagai prioritas utama iklan.

  1. Optimalkan Tampilan Produk

Sebelum mengalokasikan budget iklan, pastikan halaman produk sudah mampu meyakinkan calon pembeli.

Periksa kembali:

  • Foto produk
  • Judul produk
  • Harga
  • Deskripsi
  • Varian
  • Review dan rating
  • Informasi produk

Karena mendatangkan traffic melalui iklan saja tidak cukup. Traffic harus memiliki peluang untuk berubah menjadi transaksi.

  1. Jangan Hanya Melihat Omzet

Omzet memang penting, tetapi bukan satu-satunya indikator keberhasilan iklan.

Seller juga perlu memantau ROAS, biaya iklan, conversion rate, jumlah pesanan, dan margin keuntungan.

Campaign dengan omzet besar belum tentu menghasilkan profit besar jika biaya iklan dan biaya lainnya terlalu tinggi.

  1. Sesuaikan Budget dengan Cash Flow

Minimum budget Rp100 ribu per hari berarti seller harus lebih bijak dalam menghitung kemampuan modal.

Jika digunakan setiap hari selama 30 hari, secara nominal budget tersebut setara dengan Rp3 juta per bulan untuk satu campaign.

Karena itu, pastikan alokasi iklan tetap sesuai dengan cash flow, margin produk, dan target keuntungan toko.

Kesimpulan: Rp100 Ribu Bukan Masalah, Kalau Strateginya Tepat

Perubahan minimum modal harian iklan Shopee menjadi Rp100.000 mulai 1 Desember 2026 memang perlu diperhatikan, terutama bagi seller yang terbiasa melakukan testing dengan budget kecil.

Namun, jangan melihatnya hanya sebagai “budget iklan naik”.

Justru ini menjadi momentum untuk mulai menjalankan iklan dengan lebih terukur. Pilih produk yang tepat, optimalkan tampilan toko dan produk, ukur performa campaign, kemudian gunakan data untuk menentukan apakah campaign layak dilanjutkan atau di-scale up.

Karena pada akhirnya, tujuan iklan bukan sekadar menghabiskan budget, tetapi menghasilkan omzet dan profit yang sehat.

Budget kecil belum tentu efisien. Budget besar juga belum tentu untung. Yang paling penting adalah bagaimana budget tersebut dikelola dengan strategi yang tepat.

 

Produk Laris Kemerdekaan di Marketplace 2026

Produk Laris Kemerdekaan di Marketplace 2026

Produk Laris Kemerdekaan di Marketplace 2026 – digifolium.com. Setiap momen besar selalu menghadirkan peluang baru bagi para seller marketplace, termasuk Hari Kemerdekaan Indonesia. Menjelang tanggal 17 Agustus, minat masyarakat terhadap berbagai produk bertema kemerdekaan biasanya meningkat, mulai dari perlengkapan lomba, dekorasi, fashion merah putih, hingga kebutuhan acara kantor dan sekolah.

Bagi seller di Shopee, Tokopedia, Lazada, maupun TikTok Shop, momen ini bisa menjadi kesempatan untuk meningkatkan omzet. Namun, peluang tersebut hanya bisa dimanfaatkan jika toko sudah siap dari sisi produk, optimasi, hingga strategi promosi.

Lalu, produk apa saja yang paling laris saat momen kemerdekaan? Simak daftar lengkapnya berikut ini.

Daftar Produk Laris Jelang HUT RI di Marketplace

Daftar Produk Laris Jelang HUT RI di Marketplace
Daftar Produk Laris Jelang HUT RI di Marketplace
  1. Dekorasi Merah Putih

Produk dekorasi menjadi salah satu kategori yang paling banyak dicari menjelang 17 Agustus. Tidak hanya digunakan oleh sekolah, tetapi juga kantor, instansi pemerintahan, UMKM, hingga perumahan.

Contoh produk yang banyak dicari:

  • Bendera Merah Putih
  • Umbul-umbul
  • Dekorasi HUT RI
  • Balon Merah Putih
  • Banner Kemerdekaan
  • Backdrop Acara
  • Lampu Hias Outdoor
  • Kain Dekorasi Merah Putih

Tips:
Gunakan foto produk yang memperlihatkan hasil pemasangan agar calon pembeli lebih mudah membayangkan penggunaannya.

  1. Perlengkapan Lomba 17 Agustus

Lomba menjadi tradisi yang hampir selalu ada saat perayaan kemerdekaan. Hal ini membuat perlengkapan lomba mengalami peningkatan pencarian setiap tahunnya.

Produk yang berpotensi laris:

  • Karung Balap
  • Tali Tambang
  • Sendok Lomba Kelereng
  • Balon
  • Pita Garis Finish
  • Peluit
  • Medali
  • Piala
  • Hadiah Lomba

Semakin lengkap pilihan produk yang tersedia, semakin besar peluang pembeli melakukan checkout dalam satu toko.

  1. Fashion Bertema Merah Putih

Banyak masyarakat menggunakan pakaian bernuansa merah putih untuk mengikuti berbagai kegiatan kemerdekaan.

Beberapa produk yang banyak diminati:

  • Kaos Merah Putih
  • Jersey Kemerdekaan
  • Hijab Merah
  • Hijab Putih
  • Topi Merah Putih
  • Pin HUT RI
  • Aksesoris Kemerdekaan

Tambahkan variasi ukuran dan warna agar produk lebih mudah ditemukan di pencarian marketplace.

  1. Souvenir dan Merchandise Kemerdekaan

Banyak perusahaan, sekolah, hingga komunitas membutuhkan merchandise sebagai hadiah atau kenang-kenangan acara.

Produk yang bisa dijual antara lain:

  • Gantungan Kunci
  • Mug Custom
  • Tumbler
  • Totebag
  • Goodie Bag
  • Notebook
  • Pulpen Custom
  • Stiker HUT RI

Produk custom biasanya memiliki margin keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan produk biasa.

  1. Kemasan UMKM

Momentum kemerdekaan juga sering dimanfaatkan UMKM untuk membuat promo bertema merah putih.

Produk yang banyak dicari:

  • Paper Bag
  • Stiker Kemerdekaan
  • Box Snack
  • Cup Minuman
  • Label Produk
  • Pita Merah Putih
  • Kemasan Hampers

Seller yang menjual perlengkapan kemasan sebaiknya mulai meningkatkan stok sejak awal Agustus.

  1. Peralatan Acara

Banyak acara kemerdekaan membutuhkan perlengkapan pendukung.

Contohnya:

  • Tenda Lipat
  • Meja Lipat
  • Kursi Lipat
  • Speaker Portable
  • Mikrofon
  • Standing Banner
  • Tripod Banner

Kategori ini biasanya banyak dicari oleh panitia acara maupun instansi.

Tips Agar Produk Kemerdekaan Cepat Laris di Marketplace

Tips Agar Produk Kemerdekaan Cepat Laris di Marketplace
Tips Agar Produk Kemerdekaan Cepat Laris di Marketplace

Memiliki produk yang tepat saja belum cukup. Persaingan di marketplace semakin ketat sehingga seller perlu melakukan optimasi secara menyeluruh.

  1. Gunakan Keyword yang Banyak Dicari

Optimalkan judul produk menggunakan kata kunci yang relevan, misalnya:

  • Bendera Merah Putih
  • Dekorasi 17 Agustus
  • Perlengkapan Lomba 17 Agustus
  • Kaos Merah Putih
  • Hadiah Lomba
  • Umbul Umbul Merah Putih

Judul yang mengandung keyword akan lebih mudah muncul di hasil pencarian marketplace.

  1. Upload Produk Lebih Awal

Jangan menunggu mendekati tanggal 17 Agustus.

Idealnya produk sudah aktif sejak akhir Juli atau awal Agustus agar marketplace memiliki waktu untuk mengindeks produk dan mengumpulkan performa penjualan.

  1. Optimalkan Foto Produk

Gunakan foto yang:

  • Terang
  • Resolusi tinggi
  • Menampilkan detail produk
  • Memiliki variasi sudut pengambilan gambar
  • Menampilkan contoh penggunaan produk

Foto yang menarik dapat meningkatkan peluang klik dan konversi.

  1. Manfaatkan Iklan Marketplace

Saat momen campaign, persaingan akan meningkat.

Menggunakan Shopee Ads, Tokopedia Ads, maupun TikTok Shop Ads dapat membantu produk tampil di posisi yang lebih strategis sehingga peluang mendapatkan order juga meningkat.

Pastikan strategi iklan disesuaikan dengan produk, target pasar, serta budget yang dimiliki agar hasilnya lebih optimal.

  1. Ikuti Program Campaign Marketplace

Marketplace biasanya menghadirkan berbagai program khusus menjelang Hari Kemerdekaan.

Mengikuti campaign dapat membantu meningkatkan visibilitas toko sekaligus menarik lebih banyak pembeli melalui promo yang sedang berlangsung.

  1. Pastikan Stok Selalu Aman

Tidak sedikit seller kehilangan peluang karena stok habis di tengah campaign.

Lakukan perhitungan stok berdasarkan tren penjualan tahun sebelumnya dan siapkan cadangan agar toko tetap bisa menerima pesanan selama periode ramai.

Maksimalkan Momentum Kemerdekaan Bersama Digifolium

<yoastmark class=

Momentum Hari Kemerdekaan hanya datang satu kali dalam setahun. Sayang jika peluang tersebut terlewat karena toko belum dioptimasi atau strategi iklan kurang maksimal.

Jika kamu ingin fokus mengembangkan bisnis tanpa repot mengurus marketplace setiap hari, Digifolium siap membantu melalui layanan:

  • Optimasi Marketplace (Shopee, Tokopedia, Lazada, dan TikTok Shop)
  • Jasa Iklan Marketplace
  • Optimasi Judul & SEO Produk
  • Riset Keyword Marketplace
  • Desain Banner dan Foto Produk
  • Dekorasi Toko Marketplace
  • Analisis Performa dan Strategi Scale Up

Dengan strategi yang tepat, peluang produk muncul di pencarian, mendapatkan klik, hingga menghasilkan penjualan akan semakin besar.

Yuk, maksimalkan momen campaign berikutnya bersama Digifolium! 

Fokus mengembangkan bisnis, biarkan tim Digifolium membantu mengelola dan mengoptimalkan marketplace agar omzet bisnismu terus bertumbuh.

 

[INSERT_ELEMENTOR id=”530″]

 

Cara Bebas PPh Pasal 22 di Tokopedia dan TikTok Shop 2026

Cara Bebas PPh Pasal 22 di Tokopedia dan TikTok Shop 2026

Cara Bebas PPh Pasal 22 di Tokopedia dan TikTok Shop 2026 – digifolium.com. Mulai 1 Agustus 2026, seller Tokopedia dan TikTok Shop perlu memahami adanya perubahan kebijakan perpajakan. Berdasarkan PMK Nomor 37 Tahun 2025, marketplace resmi ditunjuk sebagai pihak yang memungut PPh Pasal 22 atas transaksi penjualan yang dilakukan oleh seller.

Kebijakan ini membuat banyak pelaku usaha bertanya-tanya:

Apakah semua seller akan dikenakan pajak?

Apakah omzet di bawah Rp500 juta tetap dipotong pajak?

Bagaimana cara mengajukan pembebasan PPh Pasal 22 di Tokopedia dan TikTok Shop?

Tenang, pada artikel ini Digifolium akan membahas semuanya secara lengkap, mulai dari mekanisme pemungutan, tarif, contoh perhitungan, hingga langkah mengajukan pembebasan pajak.

Apa Itu PPh Pasal 22 Marketplace?

Apa Itu PPh Pasal 22 Marketplace?
Apa Itu PPh Pasal 22 Marketplace?

PPh Pasal 22 Marketplace merupakan pajak yang dipungut langsung oleh marketplace yang telah ditunjuk pemerintah atas transaksi penjualan barang maupun jasa.

Artinya, seller tidak lagi menyetor sendiri pajak tersebut. Marketplace akan:

  • Menghitung besarnya PPh Pasal 22 sesuai ketentuan
  • Memotong pajak langsung dari hasil transaksi seller
  • Menyetorkan pajak ke kas negara
  • Memberikan bukti pemungutan kepada seller sebagai kredit pajak

Dengan sistem ini, proses administrasi perpajakan menjadi lebih sederhana karena seller tidak perlu melakukan penyetoran PPh Pasal 22 secara mandiri.

Apakah Semua Seller Tokopedia dan TikTok Shop Kena PPh Pasal 22?

Jawabannya, tidak.

Masih ada beberapa kategori seller yang mendapatkan pembebasan dari pemungutan PPh Pasal 22.

Seller yang dikecualikan antara lain:

  • Penjual orang pribadi dengan omzet belum melebihi Rp500 juta dalam satu tahun pajak
  • Seller yang telah memiliki Surat Keterangan Bebas (SKB) PPh Pasal 22 dari Direktorat Jenderal Pajak
  • Penjual yang menjual barang atau jasa yang memang dikecualikan berdasarkan ketentuan PMK Nomor 37 Tahun 2025

Apabila termasuk salah satu kategori tersebut, seller dapat mengajukan pembebasan agar marketplace tidak melakukan pemungutan pajak.

Berapa Tarif PPh Pasal 22 Marketplace?

Tarif yang ditetapkan pemerintah adalah sebesar: 0,5% dari dasar pengenaan pajak.

Namun dasar penghitungan tersebut berbeda antara seller yang berstatus PKP dan non-PKP.

Cara Menghitung PPh Pasal 22 Marketplace

Cara Menghitung PPh Pasal 22 Marketplace
Cara Menghitung PPh Pasal 22 Marketplace
  1. Seller Berstatus PKP

Untuk seller PKP, dasar pengenaan pajak dihitung dari harga jual setelah dikurangi diskon seller, kemudian dikeluarkan unsur PPN.

Rumus:

PPh Pasal 22 = (Harga Jual − Diskon Seller) ÷ (1 + tarif PPN) × 0,5%

  1. Seller Non-PKP

Bagi seller non-PKP, perhitungan lebih sederhana.

Rumus:

PPh Pasal 22 = (Harga Jual − Diskon Seller) × 0,5%

Perlu diperhatikan bahwa:

  • Diskon marketplace tidak mengurangi dasar pengenaan pajak
  • Ongkos kirim juga tidak menjadi pengurang dalam perhitungan pajak

Contoh Perhitungan PPh Pasal 22

Misalnya terdapat transaksi sebagai berikut.

Harga produk : Rp100.000

Diskon Marketplace : Rp8.000

Diskon Seller : Rp3.000

Maka dasar pengenaan pajak menjadi:

Rp100.000 − Rp3.000 = Rp97.000

Apabila seller merupakan non-PKP, maka pajak yang dipungut adalah:

Rp97.000 × 0,5% = Rp485

Nominal tersebut nantinya akan muncul pada laporan transaksi marketplace.

Cara Mengajukan Pembebasan PPh Pasal 22 Tokopedia dan TikTok Shop

Cara Mengajukan Pembebasan PPh Pasal 22 Tokopedia dan TikTok Shop
Cara Mengajukan Pembebasan PPh Pasal 22 Tokopedia dan TikTok Shop

Bagi seller dengan omzet di bawah Rp500 juta atau yang telah memiliki SKB PPh Pasal 22, marketplace menyediakan fitur Tax Exemption untuk mengajukan pembebasan pajak.

Dokumen yang Perlu Disiapkan

Sebelum mengajukan pembebasan, siapkan salah satu dokumen berikut:

  • Surat Pernyataan Omzet di bawah Rp500 juta
  • Surat Keterangan Bebas (SKB) PPh Pasal 22 dari DJP

Langkah Mengajukan Pembebasan

Secara umum langkahnya sebagai berikut:

  1. Login ke Seller Center
  2. Masuk ke menu Finance
  3. Pilih menu Tax Exemption
  4. Masuk ke halaman Statement Letter atau Tax Exemption Documents
  5. Upload dokumen sesuai ketentuan
  6. Tunggu proses verifikasi marketplace

Jika dokumen dinyatakan valid, marketplace akan menghentikan pemungutan PPh Pasal 22 sesuai ketentuan yang berlaku.

Bagaimana Jika Seller Sebelumnya Terdaftar Sebagai Corporate?

Bagi seller perseorangan yang sebelumnya menggunakan akun Corporate/Enterprise, terdapat langkah tambahan sebelum mengunggah surat pernyataan omzet.

Seller perlu:

  • Masuk ke halaman Tax Exemption
  • Klik tombol Declare
  • Mengubah status menjadi penjual perorangan
  • Menunggu persetujuan marketplace
  • Setelah status berubah, unggah surat pernyataan omzet melalui menu Statement Letter

Apa yang Harus Dilakukan Seller Sebelum 1 Agustus 2026?

Apa yang Harus Dilakukan Seller Sebelum 1 Agustus 2026?
Apa yang Harus Dilakukan Seller Sebelum 1 Agustus 2026?

Agar proses pemungutan pajak berjalan lancar, seller sebaiknya melakukan beberapa hal berikut:

  • Memastikan data NIK atau NPWP sudah benar
  • Memperbarui status PKP atau non-PKP
  • Memastikan data perpajakan pada akun marketplace sudah sesuai
  • Mengajukan pembebasan pajak apabila memenuhi syarat
  • Menyimpan bukti pemungutan pajak sebagai arsip perpajakan

Apakah Seller Akan Mendapat Bukti Pemungutan Pajak?

Ya.

Marketplace akan menerbitkan bukti pemungutan PPh Pasal 22 secara berkala.

Dokumen tersebut biasanya memuat:

  • Identitas seller
  • NPWP atau NIK
  • Dasar pengenaan pajak
  • Jumlah PPh Pasal 22 yang dipungut

Bukti ini dapat digunakan sebagai kredit pajak ketika seller melaporkan Pajak Penghasilan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kesimpulan

Penerapan pemungutan PPh Pasal 22 Marketplace mulai 1 Agustus 2026 menjadi perubahan penting yang perlu dipahami seluruh seller Tokopedia dan TikTok Shop. Meski marketplace akan memungut pajak secara otomatis, tidak semua penjual dikenai kewajiban tersebut.

Seller orang pribadi dengan omzet di bawah Rp500 juta per tahun, atau seller yang memiliki SKB PPh Pasal 22, dapat mengajukan pembebasan melalui fitur Tax Exemption yang tersedia di Seller Center. Oleh karena itu, pastikan data perpajakan, status usaha, dan dokumen pendukung sudah sesuai agar proses verifikasi berjalan lancar.

Dengan memahami mekanisme ini sejak awal, seller dapat menjalankan bisnis di marketplace dengan lebih tenang, patuh terhadap regulasi, dan terhindar dari kendala administrasi perpajakan di kemudian hari.

 

[INSERT_ELEMENTOR id=”530″]

PPh Pasal 22 Shopee Resmi Berlaku Mulai 1 Agustus 2026!

PPh Pasal 22 Shopee Resmi Berlaku Mulai 1 Agustus 2026!

PPh Pasal 22 Shopee Resmi Berlaku Mulai 1 Agustus 2026! – digifolium.com. Dunia e-commerce Indonesia kembali mengalami pergeseran regulasi yang cukup signifikan. Mulai 1 Agustus 2026, pemerintah secara resmi menunjuk Shopee sebagai agen pemungut, penyetor, dan pelapor PPh Pasal 22 berdasarkan payung hukum PMK No. 37 Tahun 2025. 

Pertanyaannya: Apakah tokomu sudah siap, atau kamu justru sedang pusing memikirkan margin yang terancam tergerus?

Sebagai seller yang adaptif, kamu tidak boleh melihat kebijakan ini sebagai hambatan, melainkan sebagai sebuah standarisasi bisnis baru. PPh Pasal 22 sebesar 0,5% akan ditarik langsung dari nilai tagihan bruto atau nilai perolehan transaksi. 

Namun, regulasi ini dirancang dengan asas keadilan sosial yang kuat, artinya ada klaster perlindungan untuk pelaku UMKM kecil dan skema khusus untuk korporasi besar.

Yuk, kita bedah secara mendalam, kritis, dan solutif!

  1. Memahami Peta Regulasi: Siapa yang Kena Potong dan Siapa yang Kebal?

Memahami Peta Regulasi: Siapa yang Kena Potong dan Siapa yang Kebal?
Memahami Peta Regulasi: Siapa yang Kena Potong dan Siapa yang Kebal?

Banyak rumor beredar di grup komunitas seller bahwa semua toko akan langsung dipotong 0,5% tanpa pandang bulu. Faktanya tidak demikian. Pemerintah membagi kategori seller secara spesifik guna menjaga stabilitas ekonomi digital nasional:

Profil Seller / Segmen Bisnis Konsekuensi Finansial & Regulasi (PMK 37/2025)
Seller Orang Pribadi (Omzet

Berjalan > Rp500 Juta/Tahun)

Wajib menjadi objek pemungutan PPh Pasal 22 sebesar 0,5% secara

otomatis pada setiap transaksi di Shopee

Seller Orang Pribadi (Omzet

Mikro < Rp500 Juta/Tahun)

Bebas Potongan (0%). Pemerintah memberikan proteksi penuh, asalkan kamu mengunggah Surat Pernyataan Omzet resmi ke sistem

Shopee

Seller Berbentuk Badan Usaha

(PT / CV / Firma)

Dikenakan tarif proporsional PPh 22 sejak rupiah pertama transaksi

tanpa melihat limitasi omzet Rp 500 juta

Pemegang SKB Pajak Resmi Bebas Pemotongan (0%) selama dokumen Surat Keterangan Bebas yang sah dari DJP diunggah dan diverifikasi oleh tim Shopee

 

Warning Box: Aturan Main Multi-Kategori

Jika tokomu menjual produk campuran dalam satu kali checkout pembeli (misal: pulsa bersamaan dengan fashion), Shopee hanya akan memotong persentase pajak pada kategori produk non-pengecualian. 

Kategori yang mutlak bebas dari PPh ini meliputi pulsa/kartu perdana, emas batangan/perhiasan pabrikan, serta transaksi properti/tanah.

  1. Checklist Mitigasi: Tiga Langkah Agar Operasional Toko Tetap Aman

Checklist Mitigasi: Tiga Langkah Agar Operasional Toko Tetap Aman
Checklist Mitigasi: Tiga Langkah Agar Operasional Toko Tetap Aman

Jangan menunda persiapan sampai malam tanggal 31 Juli. Jika data tokomu tidak sinkron saat sistem otomatis dijalankan pada 1 Agustus 2026, kamu berisiko menghadapi penalti administrasi atau pembekuan fitur keuangan interim. Lakukan tiga langkah taktis berikut:

Langkah 1: Audit Validitas Data Diri & Identitas Legalitas

 

Masuk ke platform Seller Centre-mu sekarang juga. Shopee mencocokkan data manifest perpajakan secara real-time dengan server pemerintah. 

Pastikan Nama Pemilik Akun, NIK/NPWP, serta Nomor Induk Berusaha (NIB) tidak memiliki perbedaan satu karakter pun. 

Poin paling krusial: Nama pemilik rekening bank pencairan wajib sama persis dengan nama legalitas toko.

Perbedaan nama dapat memicu penolakan validasi sistem.

Langkah 2: Amankan Dokumen Pengecualian & Surat Pernyataan Omzet

Bagi kamu pelaku usaha perorangan, hitung total omzet tokomu dari bulan Januari hingga Juli 2026 secara akumulatif (gabungkan data dari seluruh e-commerce tempat kamu berjualan). 

Jika totalnya terbukti belum menembus Rp500 juta, segera buat Surat Pernyataan format resmi pemerintah dengan opsi “Sampai dengan Rp 500 Juta” dan upload ke menu Toko > Profil Toko > Data Diri di aplikasi Shopee agar tokomu otomatis disatukan ke kluster bebas pajak.

Langkah 3: Integrasikan Laporan Pajak Otomatis Shopee ke Pembukuan Internal

Setelah tanggal pemberlakuan, Shopee akan meluncurkan dasbor transparan di tab Penghasilan Saya. Di sini, kamu bisa mengunduh berkas rekonsiliasi potongan pajak bulanan. Jadikan berkas ini sebagai dokumen kredit pajak saat kamu mengurus pelaporan SPT tahunan badan atau perorangan agar tidak terjadi pemajakan ganda (double taxation).

  1. Strategi Pricing Digifolium: Mengamankan Margin Profit Pasca- Regulasi

Strategi Pricing Digifolium: Mengamankan Margin Profit Pasca- Regulasi
Strategi Pricing Digifolium: Mengamankan Margin Profit Pasca- Regulasi

Potongan 0,5% dari omzet bruto mungkin terlihat kecil, tetapi bagi toko dengan margin tipis (seperti reseller atau dropshipper), angka ini bisa memotong porsi keuntungan bersih secara signifikan. Tim strategi Digifolium merekomendasikan dua pendekatan penyesuaian:

  • Re-Alokasi Biaya Iklan (Ad-Spend Optimization): Daripada menaikkan harga jual secara ekstrem yang berisiko menurunkan konversi (CR), optimalkan kembali efisiensi iklan tokomu. Gunakan fitur otomatisasi seperti GMV Max secara presisi guna memotong biaya operasional yang terbuang sia-sia, sehingga margin tokomu tetap seimbang.
  • Value Bundling Strategy: Buat paket produk bundel (misal beli 3 lebih hemat). Strategi ini efektif meningkatkan *Average Order Value* (AOV), sehingga beban pajak 0,5% per transaksi bisa terkompensasi oleh volume margin yang lebih tebal dari satu kali pengiriman barang.

Bagaimana Kesiapan Infrastruktur Tokomu Menyambut 1 Agustus?

Perubahan regulasi adalah hal yang mutlak dalam industri digital yang dinamis. Seller yang bertindak lebih cepat akan mencuri start dan tampil lebih dominan di pasar. Kalau kamu masih bingung cara menghitung omzet akumulatif atau cara sinkronisasi data NIK/NPWP di Shopee, yuk diskusikan masalah tokomu bersama tim ahli kami di kolom komentar di bawah ini!

 

[INSERT_ELEMENTOR id=”530″]

Strategi Meningkatkan Penjualan Saat Musim Liburan Sekolah

Strategi Meningkatkan Penjualan Saat Musim Liburan Sekolah

Strategi Meningkatkan Penjualan Saat Musim Liburan Sekolah – digifolium.com. Musim liburan sekolah sering kali dianggap sebagai periode penjualan yang cenderung melambat. Padahal, bagi seller marketplace, momen ini justru menjadi salah satu peluang emas untuk meningkatkan penjualan, terutama bagi yang menjual produk kebutuhan sekolah.

Menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027, banyak orang tua mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan anak sebelum kembali bersekolah. Mulai dari alat tulis, tas sekolah, sepatu sekolah, botol minum, kotak bekal, buku gambar, perlengkapan mewarnai, hingga berbagai aksesori sekolah, semuanya berpotensi mengalami peningkatan permintaan.

Berdasarkan kalender pendidikan, libur sekolah berlangsung mulai 22 Juni hingga 12 Juli 2026, sementara tahun ajaran baru dimulai pada 13 Juli 2026. Artinya, periode menjelang masuk sekolah menjadi waktu yang tepat bagi seller untuk mulai mengoptimalkan toko dan strategi penjualannya.

Sayangnya, masih banyak seller yang baru bergerak ketika permintaan sudah tinggi. Akibatnya, mereka harus bersaing lebih ketat dengan kompetitor yang sudah lebih dulu melakukan optimasi.

Lalu, apa saja strategi yang bisa dilakukan agar toko siap menghadapi momentum Back to School?

Identifikasi Produk yang Berpotensi Mengalami Lonjakan Permintaan

Identifikasi Produk yang Berpotensi Mengalami Lonjakan Permintaan
Identifikasi Produk yang Berpotensi Mengalami Lonjakan Permintaan

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengetahui produk mana saja yang biasanya mengalami peningkatan penjualan selama musim Back to School.

Selain alat tulis kantor (ATK), beberapa kategori yang biasanya ikut meningkat antara lain:

  • Tas sekolah
  • Sepatu sekolah
  • Botol minum
  • Kotak bekal
  • Tempat pensil
  • Buku gambar
  • Buku tulis
  • Pulpen dan pensil
  • Penggaris
  • Spidol
  • Crayon dan pensil warna
  • Label nama
  • Kaos kaki sekolah
  • Aksesori perlengkapan belajar

Jika kamu menjual salah satu produk tersebut, sekarang adalah waktu yang tepat untuk mulai mempersiapkan toko.

Optimasi Judul Produk dengan Keyword yang Tepat

Optimasi Judul Produk dengan Keyword yang Tepat
Optimasi Judul Produk dengan Keyword yang Tepat

Calon pembeli biasanya mencari produk menggunakan kata kunci tertentu di marketplace.

Karena itu, pastikan judul produk sudah mengandung keyword yang relevan, misalnya:

  • Tas Sekolah Anak SD Waterproof
  • Sepatu Sekolah Putih Anak
  • Paket Alat Tulis Sekolah Lengkap
  • Botol Minum Anak Anti Tumpah
  • Tempat Pensil Karakter

Judul yang jelas dan sesuai kebiasaan pencarian pembeli akan membantu produk lebih mudah ditemukan di Shopee, TikTok Shop, Tokopedia, maupun Lazada.

Optimasi Thumbnail dan Halaman Produk

Optimasi Thumbnail dan Halaman Produk
Optimasi Thumbnail dan Halaman Produk

Persaingan di marketplace semakin ketat. Oleh karena itu, foto produk menjadi faktor penting yang menentukan apakah calon pembeli akan mengklik produk kamu atau tidak.

Pastikan thumbnail:

  • Memiliki pencahayaan yang baik
  • Menampilkan produk dengan jelas
  • Menonjolkan keunggulan produk
  • Menggunakan desain yang rapi dan profesional

Selain itu, lengkapi halaman produk dengan deskripsi, spesifikasi, ukuran, varian, serta foto pendukung agar calon pembeli semakin yakin untuk melakukan checkout.

Buat Promo dan Bundling yang Menarik

Saat musim masuk sekolah, pembeli biasanya membeli lebih dari satu produk sekaligus.

Manfaatkan kebiasaan tersebut dengan membuat promo seperti:

  • Paket perlengkapan sekolah
  • Bundling tas + botol minum
  • Paket alat tulis lengkap
  • Diskon pembelian minimal
  • Voucher toko
  • Gratis ongkir
  • Cashback

Strategi bundling tidak hanya meningkatkan nilai transaksi, tetapi juga membantu mempercepat perputaran stok.

Jalankan Iklan Marketplace Sebelum Permintaan Memuncak

Jalankan Iklan Marketplace Sebelum Permintaan Memuncak
Jalankan Iklan Marketplace Sebelum Permintaan Memuncak

Salah satu kesalahan yang masih sering dilakukan seller adalah baru mulai beriklan ketika musim ramai sudah dimulai.

Padahal, algoritma marketplace membutuhkan waktu untuk mengoptimalkan performa campaign.

Mulailah menjalankan iklan lebih awal agar kamu memiliki waktu untuk melakukan evaluasi terhadap:

  • Click Through Rate (CTR)
  • Conversion Rate (CR)
  • Return on Ad Spend (ROAS)
  • Biaya per pesanan
  • Produk dengan performa terbaik

Dengan begitu, saat permintaan mulai meningkat, campaign iklan sudah lebih stabil dan siap menghasilkan performa yang optimal.

Pastikan Stok dan Operasional Toko Sudah Siap

Lonjakan permintaan tentu harus diimbangi dengan kesiapan operasional.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Pastikan stok produk mencukupi
  • Siapkan bahan packing
  • Percepat respon chat pelanggan
  • Atur jadwal pengiriman agar tetap tepat waktu
  • Cek kembali produk yang paling banyak diminati

Jangan sampai promosi sudah berjalan maksimal, tetapi pesanan justru terlambat diproses karena operasional belum siap.

Maksimalkan Momentum Campaign Marketplace

Selain permintaan yang meningkat secara alami, marketplace juga biasanya menghadirkan berbagai campaign yang dapat dimanfaatkan seller.

Pastikan toko kamu mengikuti campaign yang relevan, seperti:

  • Promo Back to School
  • Flash Sale
  • Gratis Ongkir
  • Voucher Toko
  • Campaign bulanan marketplace

Kombinasi antara campaign marketplace dan optimasi iklan dapat membantu produk memperoleh exposure yang lebih besar.

Jangan Tunggu Kompetitor Lebih Dulu Bergerak

Musim liburan sekolah bukan sekadar periode liburan. Bagi seller marketplace, ini adalah kesempatan untuk mempersiapkan toko sebelum memasuki periode dengan permintaan yang lebih tinggi.

Semakin cepat kamu melakukan optimasi, semakin besar peluang produk muncul di hasil pencarian, mendapatkan trafik, dan menghasilkan penjualan ketika kebutuhan sekolah mulai meningkat.

Ingat, pembeli biasanya sudah mulai mencari kebutuhan sekolah bahkan sebelum hari pertama masuk sekolah tiba. Jadi, jangan menunggu sampai 13 Juli 2026 untuk mulai bergerak.

Siapkan Toko Kamu Sebelum Musim Back to School Dimulai bareng Digifolium!

<yoastmark class=

Momentum Back to School hanya datang satu kali dalam setahun. Seller yang mempersiapkan strategi lebih awal biasanya memiliki peluang lebih besar untuk memenangkan persaingan, mendapatkan lebih banyak traffic, dan mengubahnya menjadi penjualan.

Jangan tunggu sampai kompetitor lebih dulu mengambil peluang ini.

Kalau kamu ingin toko lebih siap menghadapi lonjakan permintaan saat musim liburan sekolah, Digifolium siap membantu melalui layanan optimasi toko dan iklan marketplace yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnismu.

Yuk, manfaatkan momentum ini sebaik mungkin dan jadikan musim Back to School sebagai kesempatan untuk meningkatkan performa toko serta penjualan di marketplace bersama Digifolium.

 

[INSERT_ELEMENTOR id=”530″]

 

Strategi Jualan Produk Non-Kurban di Shopee dan Tiktok Shop

Strategi Jualan Produk Non-Kurban di Shopee dan Tiktok Shop

Strategi Jualan Produk Non-Kurban di Shopee dan Tiktok Shop –  digifolium.com. Menjelang Idul Adha, banyak seller langsung berpikir: “Harus jual hewan kurban biar bisa cuan.”
Padahal faktanya, gak semua seller punya akses, modal, atau kesiapan untuk masuk ke kategori tersebut.

Menariknya, justru ada peluang besar dari produk non-kurban yang ikut naik saat Idul Adha dan seringkali lebih mudah dijalankan, lebih fleksibel, serta punya margin yang lebih terkontrol.

Sayangnya, masih banyak seller yang melewatkan momen ini. Mereka hanya ikut ramai tanpa strategi, atau sekadar menaikkan iklan tanpa memahami perilaku pembeli di momen Idul Adha.

Padahal, di marketplace seperti Shopee dan TikTok Shop, momen musiman seperti ini bisa jadi salah satu booster penjualan terbesar… kalau kamu tahu cara memaksimalkannya.

Di artikel ini, kita akan bahas strategi jualan saat Idul Adha di Shopee dan TikTok Shop, mulai dari ide produk sampai tips praktis yang bisa langsung kamu terapkan.

Kenapa Produk Non-Kurban Ikut Laris Saat Idul Adha?

Kenapa Produk Non-Kurban Ikut Laris Saat Idul Adha?
Kenapa Produk Non-Kurban Ikut Laris Saat Idul Adha?

Idul Adha identik dengan aktivitas memasak, berbagai makanan, dan menyimpan stok daging. Dari sini, muncul lonjakan kebutuhan untuk berbagai produk pendukung.

Artinya, kamu gak harus jual kambing atau sapi untuk dapat cuan. Dengan strategi yang tepat, jualan produk non-kurban saat Idul Adha justru bisa lebih sustain dan scalable.

Rekomendasi Produk Non-Kurban yang Laris Saat Idul Adha

Rekomendasi Produk Non-Kurban yang Laris Saat Idul Adha
Rekomendasi Produk Non-Kurban yang Laris Saat Idul Adha

 

Berikut beberapa kategori produk yang biasanya mengalami peningkatan:

1. Bumbu Masak & Marinasi

Permintaan bumbu rendang, sate, dan olahan daging meningkat drastis.

2. Alat Masak & BBQ

Seperti grill, tusuk sate, hingga alat bakar portable.

3. Kemasan Makanan

Box makanan, plastik vacuum, dan packaging untuk distribusi daging kurban.

4. Freezer & Penyimpanan

Chest freezer, plastik ziplock, dan wadah penyimpanan.

5. Peralatan Dapur

Pisau daging, talenan, hingga sarung tangan food grade.

Strategi Jualan di Shopee & TikTok Shop Saat Idul Adha

Strategi Jualan di Shopee & TikTok Shop Saat Idul Adha
Strategi Jualan di Shopee & TikTok Shop Saat Idul Adha

Supaya gak cuma ikut tren, tapi juga menghasilkan, ini beberapa strategi jualan marketplace saat Idul Adha yang bisa langsung kamu terapkan:

  1. Optimasi Judul Produk dengan Keyword Idul Adha

Gunakan kata kunci seperti:

  • “bumbu sate Idul Adha”
  • “alat BBQ kurban”
  • “plastik daging kurban”

Ini penting untuk meningkatkan pencarian di Shopee dan TikTok Shop.

👉 Contoh:
“Bumbu Sate Siap Pakai untuk Idul Adha | Marinasi Daging Kurban”

  1. Maksimalkan Visual Produk

Di kategori seperti makanan dan alat dapur, visual sangat menentukan.

Tips:

  • Gunakan foto close-up yang menggugah selera
  • Tambahkan konteks Idul Adha (daging, sate, suasana bakar-bakar)
  • Uji beberapa variasi foto (A/B testing)
  1. Bundling Produk untuk Naikkan AOV

Daripada jual satuan, coba buat bundling:

  • Bumbu + tusuk sate
  • Plastik + sarung tangan
  • BBQ set + arang

Strategi ini efektif untuk meningkatkan nilai transaksi (AOV).

  1. Manfaatkan Momentum Live Streaming (TikTok Shop)

Live streaming bisa bantu dorong penjualan, terutama untuk produk yang butuh demonstrasi.

Contoh:

  • Demo masak daging kurban
  • Review alat BBQ
  • Edukasi cara simpan daging yang benar

👉 Tapi ingat, live tanpa optimasi produk = hasilnya gak maksimal.

  1. Perkuat Review & Social Proof

Menjelang momen besar, pembeli cenderung lebih selektif.

Pastikan:

  • Review produk terlihat jelas
  • Rating tinggi ditampilkan di visual
  • Tambahkan testimoni di deskripsi
  1. Siapkan Stok & Operasional

Jangan sampai momentum hilang karena:

  • Stok habis
  • Pengiriman telat
  • Packing asal

Tips:

  • Prediksi lonjakan permintaan
  • Siapkan tim tambahan kalau perlu
  • Gunakan SOP packing yang rapi

Kesalahan Seller Saat Idul Adha yang Harus Dihindari

Banyak seller gagal memaksimalkan momen karena:

  • Asal ikut tren tanpa riset produk
  • Tidak optimasi listing (judul & foto seadanya)
  • Mengandalkan iklan tanpa persiapan produk
  • Tidak siap operasional saat order naik

Padahal, strategi jualan saat Idul Adha di Shopee dan TikTok Shop bukan cuma soal traffic, tapi kesiapan toko secara keseluruhan.

Kesimpulan: Jangan Cuma Ikut Ramai, Tapi Siap Bertumbuh

Kesimpulan: Jangan Cuma Ikut Ramai, Tapi Siap Bertumbuh
Kesimpulan: Jangan Cuma Ikut Ramai, Tapi Siap Bertumbuh

Idul Adha adalah momentum besar—tapi bukan sekadar soal ikut tren atau berharap traffic naik.

Yang membedakan seller yang “cuma ramai” dan yang benar-benar growth adalah:
👉 strategi yang tepat
👉 eksekusi yang rapi
👉 dan kesiapan toko secara menyeluruh

Kalau kamu merasa:

  • sudah coba berbagai cara tapi hasil belum maksimal
  • iklan jalan tapi belum efisien
  • atau bingung mau mulai dari mana untuk scale up

Mungkin yang kamu butuhkan bukan sekadar “coba lagi”… tapi strategi yang lebih terarah.

Digifolium siap bantu kamu mulai dari optimasi toko, strategi iklan (Shopee & TikTok Shop), sampai scale up bisnis secara lebih terukur.

Kalau kamu mau diskusi atau konsultasi, langsung aja hubungi tim Digifolium ya.

Siapa tau, momentum Idul Adha ini jadi titik balik growth bisnismu 🚀

 

[INSERT_ELEMENTOR id=”530″]

Digifolium Resmi Menjadi Shopee Certified Enabler

Digifolium Resmi Menjadi Shopee Certified Enabler

Digifolium Resmi Menjadi Shopee Certified Enabler – digifolium.com. Kabar membanggakan datang dari Digifolium. Kini Digifolium resmi menjadi Shopee Certified Enabler, sebuah pengakuan langsung dari Shopee atas kualitas strategi, performa, dan pengalaman dalam membantu brand berkembang di marketplace.

Pencapaian ini bukan sekadar gelar. Sertifikasi ini menunjukkan bahwa Digifolium telah memenuhi standar tinggi dalam membantu seller meningkatkan performa toko, mengoptimalkan iklan, hingga melakukan scale penjualan secara konsisten.

Dengan sertifikasi ini, Digifolium semakin memperkuat posisinya sebagai partner terpercaya untuk seller yang ingin berkembang di Shopee, TikTok Shop, dan Lazada.

Dipercaya Ribuan Klien di Seluruh Indonesia

Selama lebih dari 5 tahun, Digifolium telah membantu ribuan bisnis dari berbagai industri untuk berkembang di marketplace. Pengalaman ini menjadi fondasi kuat dalam menyusun strategi yang tepat dan berbasis data.

Hingga saat ini, Digifolium telah mencatatkan pencapaian:

  • 5+ Tahun Pengalaman dalam digital marketing marketplace
  • 2.500++ Klien dari berbagai kategori bisnis
  • 3.200++ Toko Teroptimasi di seluruh Indonesia

Angka ini bukan sekadar statistik, tetapi bukti nyata bahwa Digifolium telah dipercaya oleh banyak brand untuk mengelola dan mengembangkan bisnis mereka secara berkelanjutan.

Sebagai Shopee Certified Enabler, Digifolium menyediakan berbagai layanan yang dirancang untuk membantu seller scale lebih cepat dan stabil.

Jasa Dekorasi Shopee (Spesialis Shopee)

Jasa Dekorasi Shopee (Spesialis Shopee)
Jasa Dekorasi Shopee (Spesialis Shopee)

Salah satu kekuatan utama Digifolium terletak pada jasa dekorasi Shopee. Banyak seller belum menyadari bahwa tampilan toko memiliki pengaruh besar terhadap keputusan pembelian. Toko yang terlihat profesional cenderung lebih dipercaya dan memiliki tingkat konversi yang lebih tinggi.

Digifolium membantu mengoptimalkan tampilan toko Shopee secara menyeluruh, mulai dari desain banner, layout homepage, hingga strategi penempatan produk best seller. Selain itu, Digifolium juga membantu menyusun kategori produk yang lebih rapi dan mudah dinavigasi oleh calon pembeli.

Dengan dekorasi Shopee yang optimal, toko tidak hanya terlihat lebih profesional, tetapi juga mampu meningkatkan kepercayaan pembeli, memperpanjang waktu kunjungan toko, dan meningkatkan konversi penjualan secara signifikan.

Tidak heran jika banyak seller memilih Digifolium sebagai partner untuk optimasi toko Shopee mereka.

Jasa Iklan Marketplace Shopee, TikTok Shop, dan Lazada

Jasa Iklan Marketplace Shopee, TikTok Shop, dan Lazada
Jasa Iklan Marketplace Shopee, TikTok Shop, dan Lazada

Selain dekorasi toko, Digifolium juga menyediakan layanan pengelolaan iklan marketplace secara profesional. Persaingan yang semakin ketat membuat strategi iklan menjadi faktor penting dalam meningkatkan visibilitas produk.

Digifolium membantu seller dalam merancang strategi iklan mulai dari riset produk potensial, optimasi keyword, hingga scale budget secara bertahap. Semua strategi dilakukan berdasarkan data performa toko agar hasilnya lebih optimal dan efisien.

Pengelolaan iklan ini mencakup:

  • Shopee Ads
  • TikTok Shop Ads
  • Lazada Ads

Dengan strategi yang tepat, seller dapat meningkatkan traffic, memperbesar peluang konversi, dan scale penjualan secara konsisten.

Jasa Foto Produk untuk Meningkatkan Konversi

Selain strategi dan iklan, visual produk juga memainkan peran penting dalam menarik perhatian pembeli. Digifolium menyediakan layanan foto produk profesional yang disesuaikan dengan kebutuhan marketplace.

Foto produk yang menarik dapat meningkatkan CTR, memperkuat branding, serta membantu produk lebih menonjol dibanding kompetitor. Digifolium membantu membuat foto katalog, foto lifestyle, hingga visual hero product yang lebih menarik dan profesional.

Jasa Meta Ads untuk Meningkatkan Trafik

Jasa Meta Ads untuk Meningkatkan Trafik
Jasa Meta Ads untuk Meningkatkan Trafik

Untuk mendukung performa marketplace, Digifolium juga menyediakan layanan Meta Ads. Strategi ini digunakan untuk mendatangkan traffic tambahan dari luar marketplace seperti Facebook dan Instagram.

Dengan strategi funnel marketing dan retargeting yang tepat, Meta Ads dapat membantu meningkatkan awareness brand sekaligus mendorong penjualan di marketplace.

Jasa Pendukung Marketplace Lainnya

Selain layanan utama, Digifolium juga menyediakan berbagai jasa pendukung lainnya seperti optimasi judul produk, strategi promo, analisa performa toko, hingga konsultasi scale bisnis marketplace.

Semua layanan ini dirancang untuk membantu seller berkembang secara menyeluruh, bukan hanya sekadar meningkatkan traffic, tetapi juga meningkatkan omzet secara berkelanjutan.

Kenapa Harus Digifolium?

Kenapa Harus Digifolium?
Kenapa Harus Digifolium?

Sebagai Shopee Certified Enabler, Digifolium memiliki pengalaman dan strategi yang sudah terbukti. Dengan pendekatan berbasis data dan pengalaman menangani ribuan klien, Digifolium mampu membantu seller mengatasi berbagai tantangan di marketplace.

Jika saat ini kamu mengalami omzet yang stuck, iklan belum maksimal, atau ingin scale bisnis marketplace, Digifolium bisa menjadi partner yang tepat.

Saatnya scale bisnis kamu lebih cepat bersama Digifolium 🚀

 

[INSERT_ELEMENTOR id=”530″]

Alamat Kantor

Digifolium

Jl. Nitipuran No.89, Sonosewu, Ngestiharjo, Kec. Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
( Klik langsung menuju lokasi )

Copyright © 2026 Jasa Optimasi Marketplace Shopee, TikTok Shop, Tokopedia, Lazada - Digifolium.com