5 Tren Digital 2026 yang Akan Menentukan Arah Bisnis

5 Tren Digital 2026 yang Akan Menentukan Arah Bisnis

5 Tren Digital 2026 yang Akan Menentukan Arah Bisnis – digifolium.com. Memasuki tahun 2026, lanskap digital tidak lagi sekadar berkembang—tetapi berubah secara struktural. Perubahan perilaku konsumen, kemajuan teknologi, serta model transaksi baru membuat banyak bisnis harus menyesuaikan strategi dengan cepat. Bukan hanya soal mengikuti tren, melainkan menentukan apakah bisnis mampu bertahan dan bertumbuh.

Artikel ini membahas 5 tren digital utama di 2026 yang akan membentuk arah bisnis, pemasaran, dan penjualan online, khususnya bagi brand, UMKM, dan pelaku e-commerce.

Tren 1: Generative AI dan Otomatisasi Menjadi Standar Operasional Bisnis

Tren 1: Generative AI dan Otomatisasi Menjadi Standar Operasional Bisnis
Tren 1: Generative AI dan Otomatisasi Menjadi Standar Operasional Bisnis

Generative AI (Gen AI) bukan lagi teknologi eksperimental. Di 2026, AI telah bergeser menjadi standar efisiensi bisnis, terutama di level UMKM hingga brand menengah.

Penggunaan AI paling banyak ditemukan pada:

  • Pembuatan konten pemasaran (copywriting, visual, ide kampanye)
  • Komunikasi pelanggan otomatis
  • Pengolahan data dan efisiensi operasional

Data dari Meta menunjukkan bahwa mayoritas UMKM lokal sudah memanfaatkan AI untuk mendukung peluncuran dan pemasaran produk baru. Artinya, AI tidak lagi menjadi keunggulan kompetitif—tetapi baseline capability yang wajib dimiliki.

Bisnis yang tidak mengadopsi otomatisasi berisiko kalah cepat, kalah responsif, dan kalah efisien dibanding kompetitor.

Tren 2: Perubahan Customer Experience ke Arah Percakapan (Conversational Commerce)

Tren 2: Perubahan Customer Experience ke Arah Percakapan (Conversational Commerce)
Tren 2: Perubahan Customer Experience ke Arah Percakapan (Conversational Commerce)

Customer experience di 2026 semakin bergeser ke platform pesan. WhatsApp, Instagram DM, dan platform chat lainnya kini berfungsi sebagai:

  • Etalase produk
  • Kanal konsultasi
  • Jalur transaksi langsung

Konsumen tidak lagi hanya “bertanya”, tetapi membeli langsung di dalam chat.

Perubahan ini mendorong lahirnya AI Agent sebagai “customer service baru”. Implementasi agen AI memungkinkan bisnis untuk:

  • Memberikan respons 24/7 tanpa menambah SDM
  • Menyelesaikan pertanyaan dasar secara otomatis
  • Meningkatkan produktivitas tim secara signifikan

Berbagai studi kasus menunjukkan hingga 80% pertanyaan pelanggan dapat ditangani oleh chatbot berbasis AI. Ini membuat tim manusia bisa fokus pada penanganan kasus kompleks dan strategi pertumbuhan.

Tren 3: Kreator dan AI Menjadi Penggerak Keputusan Belanja

Di 2026, peran kreator tidak lagi sebatas promosi. Kreator telah menjadi bagian dari mesin penjualan.

Dengan dukungan AI, kreator mampu:

  • Menangkap tren lebih cepat berbasis data
  • Mempersonalisasi konten sesuai segmen audiens
  • Menyesuaikan pesan untuk berbagai kanal dan format

Kolaborasi antara brand, kreator, dan teknologi AI menciptakan konten yang lebih relevan, cepat diproduksi, dan tepat sasaran. Bagi bisnis, ini berarti investasi pada konten dan kreator bukan lagi opsional, melainkan bagian inti dari strategi pemasaran.

Tren 4: Dominasi Video dan Live Commerce dalam Penjualan Digital

Tren 4: Dominasi Video dan Live Commerce dalam Penjualan Digital
Tren 4: Dominasi Video dan Live Commerce dalam Penjualan Digital

Seiring meningkatnya konsumsi konten visual, format penjualan juga ikut berubah. Video pendek dan live commerce menjadi saluran utama dalam mendorong konversi.

Karakteristik utama model ini:

  • Visual, bukan teks panjang
  • Real-time dan interaktif
  • Mengandalkan kepercayaan dan engagement

Live commerce memungkinkan konsumen:

  • Melihat produk secara langsung
  • Bertanya dan menjawab secara real time
  • Merasakan pengalaman belanja yang lebih “manusiawi”

Bagi brand, ini berarti pendekatan penjualan harus semakin adaptif, cepat, dan berbasis konten visual yang kuat.

Tren 5: Cross-Border Commerce dan Pertumbuhan Ekonomi Halal

Tren 5: Cross-Border Commerce dan Pertumbuhan Ekonomi Halal
Tren 5: Cross-Border Commerce dan Pertumbuhan Ekonomi Halal

Digitalisasi membuka peluang besar untuk cross-border commerce, termasuk bagi produk lokal dan sektor ekonomi halal yang terus berkembang.

Asia Tenggara dan pasar global semakin terbuka berkat:

  • Sistem pembayaran digital lintas negara
  • Logistik yang lebih terintegrasi
  • Platform e-commerce yang mendukung ekspansi regional

Namun, peluang ini menuntut kesiapan strategis dari setiap bisnis:

  • Sistem operasional
  • Strategi konten dan positioning
  • Manajemen penjualan dan pemasaran digital

Bisnis yang membangun fondasi sejak sekarang akan lebih siap menembus pasar baru di 2026.

Kesimpulan: Adaptasi Digital Bukan Lagi Pilihan

Kelima tren di atas menunjukkan satu benang merah: adaptasi digital tidak lagi bersifat opsional. AI, conversational commerce, kreator, video, hingga ekspansi lintas negara adalah bagian dari ekosistem bisnis modern.

Brand dan UMKM yang mampu menyelaraskan strategi teknologi, konten, dan penjualan akan memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dan tumbuh di tengah kompetisi digital yang semakin ketat.

Di Digifolium, kami percaya bahwa memahami tren saja tidak cukup—yang terpenting adalah mengeksekusinya dengan strategi yang tepat dan berbasis data.

 

[INSERT_ELEMENTOR id=”530″]

Bedanya WA Biasa dan WA Bisnis!

Bedanya WA Biasa dan WA Bisnis!

Bedanya WA Biasa dan WA Bisnis! – digifolium.com. WhatsApp (WA) telah menjadi salah satu aplikasi komunikasi yang paling banyak digunakan di dunia, tidak hanya untuk berbicara dengan teman dan keluarga, tetapi juga untuk keperluan bisnis. Namun, apakah Anda tahu bahwa ada perbedaan besar antara WhatsApp biasa dan WhatsApp Bisnis? 

Dalam artikel ini, kita akan mengulas berbagai fitur yang membedakan keduanya, serta manfaatnya untuk keperluan pribadi dan bisnis.

Apa Itu WhatsApp Biasa?

Apa itu WA Biasa?
Apa itu WA Biasa?

Jutaan orang di seluruh dunia menggunakan WhatsApp, aplikasi perpesanan yang sangat populer, untuk berkomunikasi. Aplikasi ini bekerja di semua perangkat dengan koneksi internet, tanpa memerlukan jaringan telepon atau biaya SMS, yang menjadikannya pilihan utama untuk obrolan pribadi maupun bisnis.

Fitur utamanya meliputi percakapan teks, panggilan suara, dan panggilan video, serta kemampuan untuk mengirim gambar, video, dan dokumen. 

WhatsApp memungkinkan pengguna untuk berkomunikasi secara langsung dan asinkron, artinya pengguna dapat membalas pesan sesuai dengan waktu yang nyaman bagi mereka.

Dengan lebih dari 55% penggunanya berusia antara 18 hingga 35 tahun, WhatsApp menjadi aplikasi komunikasi yang sangat populer, terutama di kalangan generasi muda. Sebagai saluran perpesanan yang mudah dan bebas biaya, WhatsApp biasa menawarkan kenyamanan dan efisiensi dalam berkomunikasi.

WhatsApp Bisnis

WA Bisnis
WA Bisnis

WhatsApp Business adalah aplikasi perpesanan yang dirancang khusus untuk kebutuhan bisnis, menawarkan berbagai fitur canggih yang membantu perusahaan berkomunikasi dengan pelanggan secara efisien dan dalam skala besar. 

WhatsApp Business menyediakan solusi komunikasi berbasis API yang memungkinkan integrasi dengan teknologi bisnis lainnya, seperti sistem dukungan pelanggan, CRM (Customer Relationship Management), dan sistem penjualan.

Perbedaan WA Biasa dan WA Bisnis

Perbedaan WA Biasa dan WA Bisnis
Perbedaan WA Biasa dan WA Bisnis

WhatsApp Biasa dan WhatsApp Business keduanya adalah aplikasi perpesanan populer, tetapi dirancang untuk kebutuhan yang berbeda. Berikut adalah perbedaan utama antara keduanya :

  1. Tujuan Penggunaan

  • WhatsApp Biasa : Untuk komunikasi pribadi antara keluarga, teman, dan rekan
  • WhatsApp Business : Khusus untuk mendukung kebutuhan komunikasi bisnis dengan pelanggan
  1. Profil Pengguna

  • WhatsApp Biasa : Profil pengguna standar dengan nama, foto, dan status
  • WhatsApp Business: Memiliki profil bisnis yang lebih profesional dengan informasi tambahan seperti alamat, deskripsi bisnis, email, situs web, dan jam operasional
  1. Fitur Katalog Produk

  • WhatsApp Biasa : Tidak ada fitur katalog
  • WhatsApp Business : Memiliki fitur katalog yang memungkinkan bisnis menampilkan produk dan layanan mereka langsung di aplikasi, sehingga pelanggan dapat melihat dan memilih barang dengan mudah
  1. Pesan Otomatis

  • WhatsApp Biasa : Tidak mendukung pesan otomatis.
  • WhatsApp Business : Menyediakan fitur pesan otomatis, seperti pesan sambutan, pesan di luar jam operasional, dan auto-reply, yang membantu bisnis merespons pelanggan dengan cepat
  1. Label dan Pengelolaan Pesan

  • WhatsApp Biasa : Tidak ada fitur pengelompokan pesan.
  • WhatsApp Business : Menyediakan fitur label untuk mengelompokkan pesan berdasarkan kategori (misalnya: baru, pesanan selesai, menunggu pembayaran), sehingga membantu mengelola pesan pelanggan lebih mudah
  1. Statistik Pesan

  • WhatsApp Biasa : Tidak ada statistik terkait pesan.
  • WhatsApp Business : Memiliki fitur statistik yang menunjukkan jumlah pesan terkirim, terbaca, dan diterima, memberikan wawasan bagi bisnis untuk memahami efektivitas komunikasi mereka

 

[INSERT_ELEMENTOR id=”530″]

Per 1 Sept 2024 Kebijakan Baru Biaya Administrasi di Shopee!

Per 1 Sept 2024 Kebijakan Baru Biaya Administrasi di Shopee!

Per 1 Sept 2024 Kebijakan Baru Biaya Administrasi di Shopee! – digifolium.com. Mulai 1 September 2024, Shopee akan menerapkan kebijakan baru terkait biaya administrasi dan pembayaran bagi para penjual di platformnya. Kebijakan ini berlaku untuk semua penjual, baik yang berada di kategori Non-Star, Star, maupun Star+. Penting bagi para penjual untuk memahami rincian kebijakan ini agar dapat mengelola biaya dan strategi penjualan dengan lebih efektif.

Rincian Kategori Produk Shopee

Rincian Kategori Produk
Rincian Kategori Produk

Shopee membagi produk ke dalam tiga kategori utama untuk perhitungan biaya administrasi. Berikut adalah rincian dari masing-masing kategori:

A.

  • Produk: Kesehatan, Fashion, Elektronik (Kelistrikan), Kebutuhan Sehari-hari, Aksesoris Handphone, Olahraga & Outdoor, Otomotif, dan lainnya.
  • Keterangan: Produk-produk ini mencakup kebutuhan sehari-hari dan barang-barang populer yang sering dicari oleh konsumen.

B.

  • Produk: Elektronik (Peralatan Elektronik, Media Player, Konsol Game, Kamera, Peralatan Komputer), Otomotif, dan lainnya.
  • Keterangan: Kategori ini terdiri dari produk elektronik dan otomotif yang lebih spesifik dan bernilai tinggi.

C.

  • Produk: Aksesoris Fashion (Logam Mulia & Perhiasan), Elektronik (Alat-alat Rumah Tangga, Handphone & Gadget, Kamera, dan Komputer), dan lainnya.
  • Keterangan: Produk-produk dalam kategori ini mencakup barang-barang mewah dan elektronik dengan teknologi tinggi.

Perhitungan Biaya Administrasi

Shopee menggunakan rumus berikut untuk menghitung biaya administrasi yang harus dibayar oleh penjual:

Perhitungan Biaya Administrasi = (Harga Asli Produk – Diskon Produk dan/atau Voucher Diskon Ditanggung Penjual) x % biaya administrasi Non-Star/Star/Star+ (tergantung kategori produk A/B/C).

Penting untuk dicatat bahwa persentase biaya administrasi yang digunakan dalam perhitungan ini adalah Biaya Administrasi Final. Biaya ini berbeda-beda tergantung pada status penjual (Non-Star, Star, atau Star+) dan kategori produk yang dijual.

Biaya untuk Penjual Non-Star

<yoastmark class=

Penjual Non-Star adalah mereka yang belum mencapai status Star atau Star+ tetapi telah memenuhi minimal 50 pesanan yang terselesaikan sejak bergabung di Shopee. Rincian biaya non star

Rincian biaya non star

Biaya untuk Penjual Star & Star+

Biaya untuk star dan star+ per kategori produk
Biaya untuk star dan star+ per kategori produk

Penjual yang telah mencapai status Star atau Star+ mendapatkan keuntungan dalam hal biaya administrasi yang lebih rendah. Ini merupakan insentif dari Shopee bagi penjual yang telah membuktikan performa penjualannya. Rinciannya adalah sebagai berikut :

Rincian biaya star, star+
Rincian biaya star, star+

Catatan Penting:

  • Tidak Dikenakan pada Ongkos Kirim: Biaya administrasi tidak dikenakan pada ongkos kirim dan diskon produk dan/atau voucher diskon yang ditanggung oleh penjual.
  • Tidak Termasuk Biaya Layanan Program: Biaya administrasi tidak termasuk biaya layanan program Gratis Ongkir XTRA dan/atau Cashback XTRA.
  • Perubahan Syarat & Ketentuan: Shopee berhak untuk mengubah, menambah, atau memodifikasi syarat dan ketentuan kebijakan ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  • Tanpa Batasan Maksimum: Tidak ada batasan maksimum biaya administrasi yang dikenakan per kuantitas produk.

Kesimpulan

Kebijakan baru yang akan berlaku Shopee mulai 1 September 2024 ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan bisnis yang lebih adil dan transparan di platform mereka. Para penjual, baik yang berada di kategori Non-Star, Star, maupun Star+, harus memahami detail kebijakan ini agar dapat menyesuaikan strategi bisnis mereka dan memaksimalkan keuntungan.

Dengan memahami rincian biaya administrasi dan perhitungan yang berlaku, penjual dapat mengelola harga produk dan diskon dengan lebih efektif. Bagi penjual yang mengalami kesulitan, bergabung dengan program Star atau Star+ mungkin menjadi langkah strategis untuk mengurangi biaya administrasi dan meningkatkan visibilitas toko mereka di platform Shopee.

Selalu up-to-date dengan kebijakan terbaru dari Shopee dan pastikan Anda memanfaatkan setiap peluang yang ada untuk mengembangkan bisnis Anda di platform ini.

[INSERT_ELEMENTOR id=”530″]

Alamat Kantor

Digifolium

Jl. Nitipuran No.89, Sonosewu, Ngestiharjo, Kec. Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
( Klik langsung menuju lokasi )

Copyright © 2021 Jasa Optimasi Marketplace Shopee, Tokopedia, Bukalapak, Lazada - Digifolium.com