Kebiasaan Buyer yang Sering Diabaikan Seller Jelang Ramadhan

Kebiasaan Buyer yang Sering Diabaikan Seller Jelang Ramadhan

Kebiasaan Buyer yang Sering Diabaikan Seller Jelang Ramadhan – digifolium.com. Menjelang Ramadhan, banyak seller marketplace berharap penjualan ikut naik. Sayangnya, tidak sedikit yang justru kecewa karena omzet tidak bergerak signifikan. Padahal produknya bagus, harga bersaing, dan demand pasar sedang tinggi.

Masalahnya sering kali bukan di produk, tapi di kurangnya persiapan Ramadhan dan ketidakpahaman terhadap kebiasaan pembeli marketplace.

Faktanya, perilaku pembeli di Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, dan Lazada mulai berubah bahkan sebelum Ramadhan dimulai. Seller yang memahami pola ini dan mempersiapkan toko lebih awal akan punya peluang panen jauh lebih besar.

Berikut adalah kebiasaan pembeli yang sering diremehkan seller menjelang Ramadhan, padahal sangat menentukan performa penjualan.

  1. Pembeli Ramadhan Belanja dari Jauh-Jauh Hari

Pembeli Ramadhan Belanja dari Jauh-Jauh Hari
Pembeli Ramadhan Belanja dari Jauh-Jauh Hari

Kesalahan paling umum seller adalah menunggu Ramadan benar-benar dimulai. Padahal, pembeli justru mulai:

  • riset produk
  • membandingkan harga
  • menyimpan produk ke wishlist
  • checkout lebih awal

Alasannya sederhana: menghindari kehabisan stok dan overload pengiriman saat puncak Ramadan.

Jika toko dan iklan baru aktif ketika Ramadhan sudah berjalan, algoritma marketplace belum sempat mengenali produk secara optimal.

Inilah kenapa persiapan Ramadhan harus dimulai lebih awal.

  1. Pembeli Lebih Percaya Toko yang Terlihat Siap Ramadhan

Pembeli Lebih Percaya Toko yang Terlihat Siap Ramadhan
Pembeli Lebih Percaya Toko yang Terlihat Siap Ramadhan

Saat Ramadan, pembeli cenderung memilih toko yang terlihat profesional dan siap melayani lonjakan order. Hal ini terlihat dari:

  • banner dan dekorasi toko bertema Ramadhan
  • tampilan toko rapi dan konsisten
  • foto produk yang meyakinkan

Toko yang tidak dipersiapkan akan kalah, meskipun harga lebih murah.

  1. Review dan Performa Produk Jadi Penentu Utama

Review dan Performa Produk Jadi Penentu Utama
Review dan Performa Produk Jadi Penentu Utama

Menjelang Ramadhan, pembeli menjadi lebih selektif. Mereka membaca review, melihat foto real pembeli, dan mengecek performa produk sebelum checkout.

Tanpa histori performa yang kuat, produk akan sulit menang di momen persaingan tinggi.

Karena itu, iklan tidak bisa dijalankan dadakan. Performa produk perlu dibangun sebelum Ramadhan tiba.

  1. Pembeli Tidak Menunggu Produk yang Sulit Ditemukan

Di momen Ramadhan, pilihan produk sangat banyak. Jika produk tidak mudah ditemukan di pencarian atau halaman kategori, pembeli akan langsung berpindah ke toko lain.

Optimasi SEO marketplace dan iklan menjadi kunci agar produk tetap muncul di momen traffic tinggi.

  1. Promo Besar Tidak Akan Efektif Tanpa Persiapan

Diskon dan campaign Ramadhan hanya akan bekerja maksimal jika:

  • stok siap
  • pengiriman lancar
  • tampilan toko profesional
  • iklan sudah teruji

Tanpa persiapan matang, promo justru berpotensi boncos.

Kenapa Banyak Seller Gagal Panen Ramadhan?

Karena masih banyak yang:

  • baru mulai optimasi saat Ramadan berjalan
  • menyalakan iklan tanpa data
  • tidak menyiapkan dekorasi toko
  • mengandalkan insting, bukan sistem

Marketplace bekerja dengan algoritma yang membutuhkan waktu dan konsistensi.

Solusi Persiapan Ramadhan: Optimasi & Iklan Marketplace Bersama Digifolium

<yoastmark class=

Digifolium hadir membantu seller menyiapkan toko sejak sebelum Ramadhan, bukan sekadar ikut ramai saat event sudah berjalan.

Layanan Digifolium meliputi:

  • Optimasi & dekorasi toko marketplace
  • Manajemen iklan Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, dan Lazada
  • Strategi campaign Ramadan berbasis data
  • Analisis performa produk untuk scaling omzet

Kami fokus membangun sistem agar toko siap menghadapi lonjakan traffic dan order saat Ramadhan.

Penutup

Ramadhan adalah momen singkat dengan potensi besar. Seller yang mempersiapkan toko lebih awal, memahami kebiasaan pembeli, dan menjalankan iklan secara strategis akan memiliki keunggulan nyata.

Jika kamu tidak ingin Ramadan tahun ini lewat begitu saja, serahkan persiapan, optimasi, dan iklan marketplace ke Digifolium.

👉 Hubungi Digifolium sekarang dan mulai persiapan Ramadhan dengan strategi yang benar.

Karena di marketplace, yang panen bukan yang paling sibuk, tapi yang paling siap sebelum Ramadhan dimulai.

 

[INSERT_ELEMENTOR id=”530″]

Rincian Masalah Serius yang Dihadapi Ratusan Seller Marketplace

Rincian Masalah Serius yang Dihadapi Ratusan Seller Marketplace

Rincian Masalah Serius yang Dihadapi Ratusan Seller Marketplace –  digifolium.com. Memasuki tahun 2026, dunia marketplace seperti Shopee, Tokopedia, Tiktok Shop, dan Lazada semakin kompetitif. Jumlah seller terus bertambah, fitur makin kompleks, dan algoritma terus berubah. Sayangnya, di balik peluang besar tersebut, ratusan seller marketplace justru menghadapi masalah serius yang sama—bahkan sering kali tanpa mereka sadari.

Masalah-masalah ini bukan sekadar soal “sepi order”, tapi berkaitan langsung dengan strategi jualan online, pengelolaan toko, hingga efektivitas iklan marketplace. Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin bisnis akan jalan di tempat, burnout, atau kalah bersaing.

Berikut adalah rincian masalah serius yang paling sering dialami seller marketplace di 2026, berdasarkan realita lapangan.

1. Terlalu Sibuk Operasional, Tapi Tidak Bertumbuh

Terlalu Sibuk Operasional, Tapi Tidak Bertumbuh
Terlalu Sibuk Operasional, Tapi Tidak Bertumbuh

Banyak seller marketplace merasa sibuk setiap hari, tapi omzet tidak naik signifikan. Waktu habis untuk:

👉 Upload produk
👉 Balas chat
👉 Update stok
👉 Urus promo dan campaign

Masalahnya, semua dikerjakan sendiri tanpa sistem dan tanpa tim. Akibatnya, seller kelelahan, tidak sempat evaluasi data, dan tidak fokus ke strategi besar seperti scale up toko marketplace.

2. Iklan Marketplace Jalan, Tapi Tidak Efektif

Iklan Marketplace Jalan, Tapi Tidak Efektif
Iklan Marketplace Jalan, Tapi Tidak Efektif

Iklan Shopee atau iklan marketplace lainnya sudah dinyalakan, saldo terpakai, tapi:

❌ ROAS rendah
❌ Order tidak stabil
❌ Produk tidak naik peringkat

Ini biasanya terjadi karena iklan dijalankan tanpa strategi:

❌ Tidak paham struktur campaign
❌ Tidak disesuaikan dengan margin produk

Tanpa optimasi yang tepat, iklan justru jadi biaya, bukan investasi.

3. Konten Produk Kurang Menjual

Di 2026, konten bukan lagi pelengkap, tapi penentu keputusan beli. Sayangnya, masih banyak seller marketplace yang:

❎ Pakai foto seadanya
❎ Deskripsi produk tidak persuasif
❎ Tidak menyesuaikan dengan algoritma marketplace

Padahal, konten toko yang kuat bisa:

✅ Meningkatkan CTR iklan
✅ Menaikkan konversi
✅ Memperkuat branding toko

Tanpa konten yang tepat, produk sulit bersaing meski harga sudah murah.

4. Tidak Paham Data dan Dashboard Performa

Tidak Paham Data dan Dashboard Performa
Tidak Paham Data dan Dashboard Performa

Masalah serius lainnya adalah buta data. Banyak seller tidak tau:

❌ Produk mana yang paling profit
❌ Iklan mana yang bocor budget
❌ Kenapa traffic tinggi tapi order rendah

Dashboard marketplace sering diabaikan karena dianggap rumit. Padahal, data adalah dasar untuk:

👉 Mengambil keputusan iklan
👉 Menentukan produk unggulan
👉 Mengatur stok dan promo

Tanpa membaca data, seller hanya mengandalkan perasaan.

5. Tidak Punya Tim dan Masih One Man Show

Masuk 2026, persaingan marketplace sudah bukan level solo player. Seller yang masih:

Desain sendiri 😥
Upload sendiri 😣
Setting iklan sendiri 😔

Akan sangat sulit bersaing dengan toko yang sudah punya tim konten, tim iklan, dan sistem kerja.

Banyak seller sadar butuh tim, tapi:

Tidak tau harus mulai dari mana
Takut biaya membengkak
Tidak punya SOP

Akhirnya, semua tetap dikerjakan sendiri sampai burnout.

6. Strategi Jualan Tidak Update dengan Perubahan Marketplace

Strategi Jualan Tidak Update dengan Perubahan Marketplace
Strategi Jualan Tidak Update dengan Perubahan Marketplace

Marketplace terus berubah:

Algoritma pencarian
Sistem iklan
Campaign dan fitur baru

Seller yang tidak update akan tertinggal. Strategi yang efektif di 2024 atau 2025 belum tentu relevan di 2026. Inilah kenapa edukasi dan pendampingan marketplace jadi semakin penting.

Kesimpulan: Masalahnya Nyata, Solusinya Harus Tepat

Masalah seller marketplace di 2026 bukan soal kurang usaha, tapi kurang sistem, strategi, dan support yang tepat. Tanpa evaluasi dan perubahan, seller akan terus terjebak di pola yang sama: sibuk, capek, tapi tidak berkembang.

Di sinilah pentingnya pendampingan profesional, optimasi toko, pengelolaan iklan yang strategis, serta konten yang benar-benar menjual.

Digifolium hadir untuk membantu seller marketplace keluar dari masalah-masalah ini—bukan hanya eksekusi, tapi juga strategi yang berbasis data dan pengalaman lapangan.

Kalau kamu merasa sedang berada di salah satu fase di atas, mungkin ini saatnya berhenti kerja sendirian dan mulai bangun sistem yang benar.

[INSERT_ELEMENTOR id=”530″]

5 Tren Digital 2026 yang Akan Menentukan Arah Bisnis

5 Tren Digital 2026 yang Akan Menentukan Arah Bisnis

5 Tren Digital 2026 yang Akan Menentukan Arah Bisnis – digifolium.com. Memasuki tahun 2026, lanskap digital tidak lagi sekadar berkembang—tetapi berubah secara struktural. Perubahan perilaku konsumen, kemajuan teknologi, serta model transaksi baru membuat banyak bisnis harus menyesuaikan strategi dengan cepat. Bukan hanya soal mengikuti tren, melainkan menentukan apakah bisnis mampu bertahan dan bertumbuh.

Artikel ini membahas 5 tren digital utama di 2026 yang akan membentuk arah bisnis, pemasaran, dan penjualan online, khususnya bagi brand, UMKM, dan pelaku e-commerce.

Tren 1: Generative AI dan Otomatisasi Menjadi Standar Operasional Bisnis

Tren 1: Generative AI dan Otomatisasi Menjadi Standar Operasional Bisnis
Tren 1: Generative AI dan Otomatisasi Menjadi Standar Operasional Bisnis

Generative AI (Gen AI) bukan lagi teknologi eksperimental. Di 2026, AI telah bergeser menjadi standar efisiensi bisnis, terutama di level UMKM hingga brand menengah.

Penggunaan AI paling banyak ditemukan pada:

  • Pembuatan konten pemasaran (copywriting, visual, ide kampanye)
  • Komunikasi pelanggan otomatis
  • Pengolahan data dan efisiensi operasional

Data dari Meta menunjukkan bahwa mayoritas UMKM lokal sudah memanfaatkan AI untuk mendukung peluncuran dan pemasaran produk baru. Artinya, AI tidak lagi menjadi keunggulan kompetitif—tetapi baseline capability yang wajib dimiliki.

Bisnis yang tidak mengadopsi otomatisasi berisiko kalah cepat, kalah responsif, dan kalah efisien dibanding kompetitor.

Tren 2: Perubahan Customer Experience ke Arah Percakapan (Conversational Commerce)

Tren 2: Perubahan Customer Experience ke Arah Percakapan (Conversational Commerce)
Tren 2: Perubahan Customer Experience ke Arah Percakapan (Conversational Commerce)

Customer experience di 2026 semakin bergeser ke platform pesan. WhatsApp, Instagram DM, dan platform chat lainnya kini berfungsi sebagai:

  • Etalase produk
  • Kanal konsultasi
  • Jalur transaksi langsung

Konsumen tidak lagi hanya “bertanya”, tetapi membeli langsung di dalam chat.

Perubahan ini mendorong lahirnya AI Agent sebagai “customer service baru”. Implementasi agen AI memungkinkan bisnis untuk:

  • Memberikan respons 24/7 tanpa menambah SDM
  • Menyelesaikan pertanyaan dasar secara otomatis
  • Meningkatkan produktivitas tim secara signifikan

Berbagai studi kasus menunjukkan hingga 80% pertanyaan pelanggan dapat ditangani oleh chatbot berbasis AI. Ini membuat tim manusia bisa fokus pada penanganan kasus kompleks dan strategi pertumbuhan.

Tren 3: Kreator dan AI Menjadi Penggerak Keputusan Belanja

Di 2026, peran kreator tidak lagi sebatas promosi. Kreator telah menjadi bagian dari mesin penjualan.

Dengan dukungan AI, kreator mampu:

  • Menangkap tren lebih cepat berbasis data
  • Mempersonalisasi konten sesuai segmen audiens
  • Menyesuaikan pesan untuk berbagai kanal dan format

Kolaborasi antara brand, kreator, dan teknologi AI menciptakan konten yang lebih relevan, cepat diproduksi, dan tepat sasaran. Bagi bisnis, ini berarti investasi pada konten dan kreator bukan lagi opsional, melainkan bagian inti dari strategi pemasaran.

Tren 4: Dominasi Video dan Live Commerce dalam Penjualan Digital

Tren 4: Dominasi Video dan Live Commerce dalam Penjualan Digital
Tren 4: Dominasi Video dan Live Commerce dalam Penjualan Digital

Seiring meningkatnya konsumsi konten visual, format penjualan juga ikut berubah. Video pendek dan live commerce menjadi saluran utama dalam mendorong konversi.

Karakteristik utama model ini:

  • Visual, bukan teks panjang
  • Real-time dan interaktif
  • Mengandalkan kepercayaan dan engagement

Live commerce memungkinkan konsumen:

  • Melihat produk secara langsung
  • Bertanya dan menjawab secara real time
  • Merasakan pengalaman belanja yang lebih “manusiawi”

Bagi brand, ini berarti pendekatan penjualan harus semakin adaptif, cepat, dan berbasis konten visual yang kuat.

Tren 5: Cross-Border Commerce dan Pertumbuhan Ekonomi Halal

Tren 5: Cross-Border Commerce dan Pertumbuhan Ekonomi Halal
Tren 5: Cross-Border Commerce dan Pertumbuhan Ekonomi Halal

Digitalisasi membuka peluang besar untuk cross-border commerce, termasuk bagi produk lokal dan sektor ekonomi halal yang terus berkembang.

Asia Tenggara dan pasar global semakin terbuka berkat:

  • Sistem pembayaran digital lintas negara
  • Logistik yang lebih terintegrasi
  • Platform e-commerce yang mendukung ekspansi regional

Namun, peluang ini menuntut kesiapan strategis dari setiap bisnis:

  • Sistem operasional
  • Strategi konten dan positioning
  • Manajemen penjualan dan pemasaran digital

Bisnis yang membangun fondasi sejak sekarang akan lebih siap menembus pasar baru di 2026.

Kesimpulan: Adaptasi Digital Bukan Lagi Pilihan

Kelima tren di atas menunjukkan satu benang merah: adaptasi digital tidak lagi bersifat opsional. AI, conversational commerce, kreator, video, hingga ekspansi lintas negara adalah bagian dari ekosistem bisnis modern.

Brand dan UMKM yang mampu menyelaraskan strategi teknologi, konten, dan penjualan akan memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dan tumbuh di tengah kompetisi digital yang semakin ketat.

Di Digifolium, kami percaya bahwa memahami tren saja tidak cukup—yang terpenting adalah mengeksekusinya dengan strategi yang tepat dan berbasis data.

 

[INSERT_ELEMENTOR id=”530″]

Strategi Optimasi Iklan Shopee di Awal 2026

Strategi Optimasi Iklan Shopee di Awal 2026

Strategi Optimasi Iklan Shopee di Awal 2026 – digifolium.com. Memasuki tahun 2026, tantangan seller Shopee tidak lagi sekadar soal produk murah atau ikut campaign besar. Banyak toko justru mulai terasa “jalan di tempat” meskipun iklan terus aktif dan traffic terlihat ramai. Masalah utamanya sering kali bukan pada produk, tetapi pada cara kamu mengelola dan mengoptimasi iklan.

Di awal tahun, seller perlu menata ulang strategi iklan agar tidak hanya mengejar omzet jangka pendek, tapi juga membangun pertumbuhan yang lebih stabil dan terkontrol.

Fokuskan Iklan ke Produk yang Siap Digenjot

<yoastmark class=

Kesalahan umum seller adalah menyalakan iklan ke terlalu banyak produk sekaligus. Di 2026, pendekatan ini justru membuat budget cepat habis tanpa hasil maksimal. Strategi yang lebih efektif adalah memfokuskan iklan pada produk dengan demand jelas, margin sehat, dan potensi repeat order.

Dengan fokus yang tepat, iklan Shopee tidak hanya mendatangkan klik, tapi juga penjualan yang konsisten.

Optimasi Struktur Campaign, Bukan Sekadar Naikkan Budget

Optimasi Struktur Campaign, Bukan Sekadar Naikkan Budget
Optimasi Struktur Campaign, Bukan Sekadar Naikkan Budget

Menambah budget iklan tanpa memperbaiki struktur campaign sering berujung pemborosan. Seller perlu memahami perbedaan fungsi iklan pencarian, iklan produk, dan iklan toko, lalu menyusunnya sesuai tujuan bisnis.

Optimasi ini mencakup pemilihan keyword yang relevan, pengaturan bidding yang realistis, serta pembagian campaign berdasarkan performa produk. Di titik ini, iklan mulai bekerja sebagai sistem, bukan sekadar alat promosi.

Pantau Performa Iklan Secara Rutin dan Berbasis Data

Pantau Performa Iklan Secara Rutin dan Berbasis Data
Pantau Performa Iklan Secara Rutin dan Berbasis Data

Iklan Shopee bersifat dinamis. Performa hari ini bisa sangat berbeda dengan minggu lalu. Karena itu, kamu perlu melakukan optimasi secara konsisten, bukan sesekali.

Perlu pemantauan rutin untuk melihat perubahan klik, konversi, dan efektivitas biaya.

Keputusan scaling yang tepat selalu lahir dari data, bukan dari feeling atau tebakan.

Scaling Harus Bertahap dan Terkontrol

Banyak seller tergoda menaikkan iklan besar-besaran ketika omzet mulai naik. Padahal, scaling yang terlalu agresif justru berisiko menurunkan ROAS dan mengacaukan cash flow. Di 2026, kamu perlu melakukan scaling secara bertahap, terukur, dan menyesuaikannya dengan kapasitas bisnis.

Delegasi Iklan agar Owner Bisa Fokus ke Strategi Besar

Saat omzet mulai membesar, mengelola iklan sendiri akan semakin menyita waktu dan energi. Owner berisiko menjadi bottleneck karena harus memantau performa, mengambil keputusan teknis, dan tetap mengurus operasional.

Di sinilah peran tim profesional menjadi penting.

Optimasi Iklan Shopee Lebih Terarah Bersama Digifolium

Optimasi Iklan Shopee Lebih Terarah Bersama Digifolium
Optimasi Iklan Shopee Lebih Terarah Bersama Digifolium

Digifolium hadir sebagai jasa iklan Shopee profesional yang membantu seller mengelola dan mengoptimasi iklan secara fokus, berbasis data, dan sesuai tujuan bisnis. Tim kami menyusun strategi, melakukan monitoring harian, hingga menjalankan scaling yang aman tanpa membuat owner kewalahan.

👉 Jika kamu ingin iklan Shopee bekerja lebih efektif di 2026 dan omzet bertumbuh lebih stabil, saatnya delegasikan ke Digifolium.

 Hubungi tim Digifolium sekarang dan mulai optimasi iklan dengan strategi yang tepat.

[INSERT_ELEMENTOR id=”530″]

 

Tips Menyiapkan Toko Marketplace Sebelum Liburan Panjang

Tips Menyiapkan Toko Marketplace Sebelum Liburan Panjang

Tips Menyiapkan Toko Marketplace Sebelum Liburan Panjang – digifolium.com. Liburan akhir tahun seharusnya menjadi momen untuk beristirahat setelah menjalani aktivitas yang padat, termasuk kesibukan menemani anak ujian atau menyelesaikan berbagai pekerjaan menjelang pergantian tahun. Namun, bagi banyak seller marketplace, liburan justru sering menjadi sumber kekhawatiran baru.
Banyak pemilik toko online yang akhirnya tidak benar-benar bisa menikmati waktu libur karena masih memikirkan operasional toko. Mulai dari stok yang tiba-tiba habis, pelanggan yang komplain karena keterlambatan pengiriman, hingga performa toko yang menurun saat ditinggal hanya beberapa hari. Situasi ini sering membuat liburan terasa tidak tenang dan jauh dari kata “healing.”

Agar liburan tidak berantakan hanya karena urusan toko, penting untuk melakukan beberapa persiapan strategis. Artikel ini membahas langkah-langkah praktis yang dapat dilakukan seller marketplace agar toko tetap stabil meski sedang ditinggal berlibur.

1. Rapikan dan Amankan Stok Sebelum Berangkat

Rapikan dan Amankan Stok Sebelum Berangkat
Rapikan dan Amankan Stok Sebelum Berangkat

Stok merupakan salah satu faktor paling krusial di toko online. Kesalahan kecil seperti tidak sadar bahwa produk habis bisa berujung pada komplain, orderan yang batal, bahkan penurunan rating toko. Oleh karena itu, langkah pertama sebelum liburan adalah memastikan stok benar-benar aman.
Beberapa hal yang perlu dilakukan antara lain:
✔ Cek produk yang rawan habis
Lihat riwayat penjualan 1–2 bulan terakhir. Produk yang paling cepat terjual harus diprioritaskan untuk dicek dan diisi ulang.
✔ Tambah stok untuk produk fast-moving
Jika ada produk yang selalu dibeli setiap hari, siapkan stok ekstra agar tidak habis saat Anda tidak memantau toko.
✔ Arsipkan produk yang mendekati out-of-stock
Daripada berisiko menerima pesanan yang tidak bisa dipenuhi, lebih baik sembunyikan sementara hingga kembali aktif berjualan.
Dengan stok yang aman, risiko komplain berkurang dan performa toko tetap stabil tanpa perlu terus-menerus mengecek notifikasi.

2. Atur Operasional Toko dengan Sistem yang Terstruktur

Atur Operasional Toko dengan Sistem yang Struktur
Atur Operasional Toko dengan Sistem yang Struktur

Selain stok, operasional harian toko juga perlu disesuaikan dengan jadwal liburan. Banyak seller yang kewalahan karena lupa mengatur jadwal pengiriman atau tidak memasang auto-reply, sehingga pelanggan merasa tidak mendapatkan respons.

Berikut langkah operasional yang wajib dilakukan:
✔ Pasang auto-reply di chat
Fitur ini membantu pelanggan memahami bahwa respons mungkin sedikit lebih lama. Jelaskan estimasi waktu balasan secara jelas agar tidak terjadi kesalahpahaman.

✔ Sesuaikan jadwal pengiriman
Jika tidak bisa kirim setiap hari, atur jadwal agar pelanggan tahu kapan pesanan akan diproses. Konsistensi lebih baik dibanding memaksakan pengiriman yang berpotensi telat.

✔ Delegasikan tugas kecil
Jika memungkinkan, delegasikan tugas rutin seperti packing, cek stok, atau balas chat dasar kepada orang lain. Dengan cara ini, operasional tetap berjalan tanpa Anda harus ikut turun langsung selama liburan.

Operasional yang rapi membuat toko tetap terlihat profesional meski sedang ditinggal.

3. Siapkan Produk Fast-Moving dan Promo Tipis untuk Menjaga Traffic

Siapkan Produk Fast-Moving dan Promo Tipis untuk Menjaga Traffic
Siapkan Produk Fast-Moving dan Promo Tipis untuk Menjaga Traffic

Liburan bukan berarti pembeli berhenti belanja. Justru di akhir tahun, banyak konsumen berbelanja untuk kebutuhan pribadi, hadiah, atau persiapan pergantian tahun. Itulah sebabnya penting untuk mempersiapkan strategi produk dan harga sebelum meninggalkan toko.
✔ Prioritaskan produk fast-moving
Produk yang pasti laku harus selalu dijaga ketersediaannya karena bisa terus mendatangkan order meski toko sedang ditinggal.
✔ Pertahankan harga stabil
Jangan tergoda menaikkan harga tiba-tiba hanya karena sedang liburan. Harga yang konsisten membantu menjaga performa toko.
✔ Berikan promo kecil untuk menjaga traffic
Tidak perlu diskon besar. Promo kecil seperti potongan tipis atau voucher cashback bisa meningkatkan klik dan membantu algoritma mempertahankan visibilitas toko.

Dengan persiapan ini, toko tetap aktif dan tidak kehilangan momentum penjualan.

4. Cara Liburan Tanpa Khawatir: Gunakan Layanan Optimasi & Iklan Marketplace

Cara Liburan Tanpa Khawatir: Gunakan Layanan Optimasi & Iklan Marketplace
Cara Liburan Tanpa Khawatir: Gunakan Layanan Optimasi & Iklan Marketplace

Jika ingin liburan benar-benar tenang tanpa harus memikirkan apakah toko berjalan atau tidak, menggunakan layanan optimasi toko dan manajemen iklan bisa menjadi solusi paling efektif.

Digifolium menawarkan layanan lengkap untuk membantu menjaga performa toko meski ditinggal liburan. Dengan pengalaman menangani ribuan seller, tim Digifolium dapat membantu memastikan toko tetap:
– Stabil dari sisi operasional
– Konsisten dalam performa harian
– Iklan tetap berjalan dan teroptimasi
– Conversion rate meningkat meski Anda tidak memantau langsung

Tim profesional akan menangani berbagai aspek penting seperti riset harga, optimasi iklan, manajemen produk, hingga strategi promosi sehingga toko tetap “hidup,” meski Anda sedang rehat.

Liburan seharusnya menjadi waktu untuk mengisi ulang energi, bukan menambah beban pikiran. Dengan persiapan stok yang matang, operasional yang rapi, produk yang diprioritaskan, serta bantuan profesional dalam optimasi toko dan iklan marketplace, seller dapat menikmati liburan tanpa cemas.
Jika ingin memastikan toko tetap stabil meski ditinggal, pertimbangkan menggunakan layanan optimasi dan manajemen iklan marketplace Digifolium. Dengan dukungan tim yang berpengalaman, Anda bisa menikmati liburan dengan tenang sementara performa toko tetap berjalan optimal.

[INSERT_ELEMENTOR id=”530″]

5 Jurus Wajib Seller Shopee & Tokopedia Hadapi Tahun 2026

5 Jurus Wajib Seller Shopee & Tokopedia Hadapi Tahun 2026

Waktunya Optimasi Total Biar Nggak Ambyar
Waktunya Optimasi Total Biar Nggak Ambyar

5 Jurus Wajib Seller Shopee & Tokopedia Hadapi Tahun 2026 – digifolium.com. Hai seller! Nggak kerasa ya, kita sudah mau say goodbye sama tahun 2025 dan siap-siap gas poll di tahun 2026! MinDi tau, setelah campaign Harbolnas yang gila-gilaan, kita semua butuh break. Tapi inget, di dunia marketplace, strategi nggak boleh cuti!

Masa transisi menuju awal tahun baru itu adalah waktu emas untuk Optimasi Total dan rapiin toko kamu. Kalau nggak siap, cuan kamu bisa ambyar di bulan-bulan awal. Artikel ini, MinDi susun khusus buat kamu agar toko online kamu (baik di Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, maupun Lazada) punya 5 Pilar Strategi Cuan yang kokoh. Yuk, kita bongkar apa saja yang harus kamu persiapkan!

Kenapa Sih Harus Repot-Repot Optimasi Awal Tahun 2026?

Kenapa Sih Harus Repot-Repot Optimasi Awal Tahun 2026?
Kenapa Sih Harus Repot-Repot Optimasi Awal Tahun 2026?

Repot? Nggak dong! Setelah peak season, tantangannya beda, seller! Kamu harus siap menghadapi fluktuasi traffic dan campaign musiman yang padat (seperti Imlek/Valentine). Ini waktu yang pas untuk Optimasi Kinerja Iklan Tahun Lalu dan membuang boncos.

Seller yang sukses itu nggak cuma reaktif ngikutin campaign, tapi proaktif menyusun pondasi cuan agar nggak kaget saat campaign dadakan datang. Jangan sampai cuan yang udah capek-capek kamu kumpulkan di akhir tahun, bablas gitu aja di awal tahun!

5 Pilar Strategi Cuan Anti Ambyar Wajib Gasspoll Tahun 2026

5 Pilar Strategi Cuan Anti Ambyar Wajib Gasspoll Tahun 2026
5 Pilar Strategi Cuan Anti Ambyar Wajib Gasspoll Tahun 2026

Pilar 1: Cek Iklan & Bersihin Kata Kunci Rugi

Seller, kamu harus tau: Data itu penting, dan boncos nggak boleh dibiarkan! Sekarang waktunya Optimasi Total semua campaign iklan 2025. Fokusnya:

  • Cari Hero Cuan: Cek iklan mana yang hasil penjualannya paling besar dari modal yang dikeluarkan. Angka itu wajib jadi patokan di 2026!
  • Bersihin Kata Kunci Rugi: Matikan kata kunci yang biayanya mahal tapi nggak pernah ada yang beli. Itu namanya Optimasi agar budget nggak terbuang!
  • Rapiin Struktur: Susun ulang grup iklan kamu agar fokusnya jelas: mana yang buat nambah kunjungan dan mana yang buat cetak cuan!

Pilar 2: Optimasi Produk Hero & Rata-Rata Belanjaan

Cuan nggak datang cuma dari satu produk, seller! Kamu harus lihat produk hero 2025 kamu: apakah dia masih potensial di 2026?

  • Cek Tren: Siapkan produk-produk baru yang sesuai tren 2026. Jangan stuck di produk lama!
  • Optimasi Rata-Rata Belanjaan: Ini senjata rahasia! Gabungkan produk baru dengan produk hero lama, atau buat paket hemat. Fitur seperti “Paket Diskon” dan “Kombo Hemat” wajib kamu gas untuk menaikkan rata-rata belanjaan pembeli (AOV)! Lebih baik cuan banyak dalam satu keranjang, kan?

Pilar 3: Bangun Loyalitas Pelanggan (Bukan Sekedar Chat Fast Response)

Traffic iklan itu mahal, seller! Lebih baik kamu fokus mempertahankan pelanggan lama.

  • Chat Cepat: Pastikan tim customer service kamu responsif. Ini kunci nggak cuma buat konversi, tapi juga after sales!
  • Voucher Khusus: Aktifkan voucher follower atau loyalty program. Beri reward ke pelanggan yang setia, biar mereka nggak pindah ke toko lain.
  • Main di Live & Konten: Kalau kamu main di TikTok Shop, konten live shopping harus udah terencana matang! Live itu nggak cuma jualan, tapi membangun bonding dengan pelanggan!

Pilar 4: Kesiapan Logistik Anti Ambyar dan Manajemen Stok

Strategi back-end yang ambyar bisa merusak cuan front-end! Jangan anggap remeh!

  • Stok Buffer Aman: Pastikan stok aman untuk campaign mendadak. Jangan sampai kamu kebanyakan cancel order karena kehabisan stok! Nanti kena penalti lho!
  • Cek Kecepatan Pemasok: Optimasi kecepatan pemasok kamu setelah peak season. Komunikasi itu penting biar kamu nggak zonk!
  • SOP Retur & Klaim Cepat: Review buruk di awal tahun karena klaim yang lambat bisa merusak image toko. Siapin tim untuk handle ini dengan cepat dan ramah!

Pilar 5: Alokasi Budget Iklan Fleksibel (Strategi Ganti Gigi)

Budget iklan di awal tahun harus pinter ganti gigi, seller!

  • Budget Cadangan Q1: Siapkan budget cadangan untuk campaign dadakan dan untuk menguji kata kunci baru. Jangan gas semua di bulan Januari!
  • Mainkan Bidding: Kamu harus berani main bidding yang adaptif. Tahu kapan harus naikin bidding agar iklan kamu muncul, dan kapan harus turunin biar nggak boncos.

Keputusan Ada di Tanganmu: Ngulik Sendiri atau Gas Sama Ahlinya?

Ngulik Sendiri atau Gas Sama Ahlinya?
Ngulik Sendiri atau Gas Sama Ahlinya?

Seller, MinDi tau ngulik 5 pilar ini sendirian butuh waktu, energi, dan skill yang nggak sedikit. Kamu harus ngulik data 2025, mikirin bidding real-time, sampai ngurusin stok!

Waktu kamu sangat berharga! Jangan habiskan untuk trial and error yang berujung boncos!

JANGAN CUMA NGULIK SENDIRI! SAATNYA GAS CUAN BERSAMA AHLINYA!

MinDi dan Tim Digifolium siap all-out bantu kamu! Kami akan melakukan Optimasi Total pada iklan, strategi produk, dan bidding real-time kamu! Fokus kamu hanya ngurusin produk, biar cuannya MinDi dan tim yang handle!

LANGSUNG TINGKATKAN CUAN KAMU KE LEVEL MAX!

 

[INSERT_ELEMENTOR id=”530″]

 

Pentingnya Optimasi Judul Produk di Shopee

Pentingnya Optimasi Judul Produk di Shopee

Pentingnya Optimasi Judul Produk di Shopee  – digifolium.com. Halo, Seller! Pernahkah kamu merasa frustasi karena produkmu tenggelam di antara ribuan kompetitor? Kamu sudah upload foto bagus dan deskripsi lengkap, tapi traffic dan konversi tetap stagnan?

Faktanya, marketplace itu hanya memberikan kesempatan yang sama, tapi tanpa strategi khusus, kamu hanya akan tenggelam di kerumunan (perfect competition). MinDi tahu, kamu pasti nggak mau kan kalau produkmu cuma jadi silent item?

Kunci untuk memecahkan masalah ini ada di satu elemen fundamental: OPTIMASI JUDUL PRODUK.

Fungsi Krusial Judul Produk

Fungsi Krusial Judul Produk
Fungsi Krusial Judul Produk

Judul produk di Shopee punya dua peran utama yang tidak bisa kamu pisahkan. Kegagalan di salah satu peran ini akan membuat tokomu stuck di tempat!

  1. Memastikan Produk Ditemukan (Traffic Organik)

Judulmu adalah “peta” bagi Algoritma Shopee. Jika judulmu tidak mengandung kata kunci yang relevan, produkmu tidak akan pernah ditemukan secara organik, seolah-olah kamu tidak ada di marketplace tersebut. Tanpa traffic, semua usahamu sia-sia, Seller!

  1. Membangkitkan Minat dan Klik (Konversi/CTR)

Setelah produkmu muncul di hasil pencarian, judul adalah copywriting pertama yang dilihat oleh calon pembeli. Judul yang menarik, jelas, dan meyakinkan akan meningkatkan Click-Through Rate (CTR). Pembeli membayar untuk value, dan judul harus mencerminkan value tersebut agar mereka mau klik!

3 Jurus Jitu Optimasi Judul Produk

3 Jurus Jitu Optimasi Judul Produk
3 Jurus Jitu Optimasi Judul Produk

Untuk membuat judul yang disukai algoritma dan pembeli, kamu perlu menerapkan 3 jurus jitu ini:

Jurus 1: Research Keyword yang Tepat

Jangan gunakan kata kunci yang kamu kira benar, tapi gunakan kata kunci yang pembeli cari!

  • Prioritaskan Volume: Cari keyword dengan volume pencarian tinggi di kolom search suggestion Shopee.
  • Spesifik: Kombinasikan kata kunci umum dengan keyword yang sangat spesifik (niche). Ini membantu traffic organik yang lebih terkonversi.

Jurus 2: Formula Judul Winning Product

Struktur judul yang baik adalah kombinasi dari Spesifikasi, Benefit, dan Keyword Utama.

[Brand] + [Nama Produk Utama/Keyword Primer] + [Spesifikasi Utama: Warna/Ukuran/Fitur] + [Keyword Sekunder/Benefit]

Contoh: [Aurelly] Hijab Instan Bergo Maryam Jumbo Anti Tembus Pandang Nyaman Sejuk

Jurus 3: Hindari Spamming dan Over-Claim

Stop Keyword Spam: Jangan mengulang-ulang kata kunci yang sama atau menumpuk keyword yang tidak relevan. Algoritma akan menilai judulmu buruk dan dapat menurunkan peringkat mu.

Jaga Konsistensi: Pastikan judulmu sesuai dengan foto dan deskripsi. Jika tidak, customer akan kecewa, meninggalkan toko, dan rating tokomu bisa turun.

Optimasikan Judul Produkmu di Shopee bersama Digifolium!

<yoastmark class=

Optimasi judul produk bukan hanya soal menambahkan kata kunci—tetapi memastikan produkmu memiliki daya saing yang kuat di tengah traffic yang kompetitif. Dengan judul yang tepat, produk lebih mudah ditemukan, lebih sering diklik, dan memiliki peluang konversi yang jauh lebih tinggi. Sebaliknya, tanpa optimasi yang benar, produkmu akan terus tenggelam meski kualitasnya bagus.

Jika kamu ingin hasil yang lebih terarah dan konsisten, pendampingan profesional menjadi langkah yang bijak. Digifolium menawarkan layanan Optimasi Shopee yang membantu seller menyusun judul berdasarkan riset data, tren pencarian, hingga analisis kompetitor—bukan sekadar tebak-tebakan.

Mulai dari pemilihan keyword, penyusunan struktur judul, sampai evaluasi performa, semua dikerjakan secara sistematis untuk meningkatkan visibilitas dan potensi penjualanmu.

Ingin produkmu naik peringkat dan tidak lagi tenggelam di lautan kompetitor? Optimalkan judul produkmu bersama Digifolium dan rasakan perbedaannya!

 

[INSERT_ELEMENTOR id=”530″]

4 Strategi Pricing dan Stock Management untuk Harbolnas Shopee

4 Strategi Pricing dan Stock Management untuk Harbolnas Shopee

4 Strategi Pricing dan Stock Management untuk Harbolnas Shopee – digifolium.com. Harbolnas 12.12 adalah puncak dari musim belanja online dan kesempatan terbesar bagi setiap Seller di Shopee untuk mengamankan omzet akhir tahun. Namun, banyak Seller yang terjebak dalam perang diskon tanpa perhitungan, yang sering kali menghasilkan volume penjualan yang besar tetapi minim atau bahkan nihil keuntungan.

Mengingat persaingan harga yang sangat ketat, persiapan yang matang di area pricing dan inventory adalah fondasi untuk mencapai cuan optimal di platform Shopee. Mari kita bahas tuntas empat pilar strategi ini yang akan membuat toko Anda siap menghadapi badai pesanan 12.12.

Strategi Pricing Dinamis dengan Konsep Price Floor

Strategi Pricing Dinamis dengan Konsep Price Floor
Strategi Pricing Dinamis dengan Konsep Price Floor

Memenangkan persaingan harga di Shopee mengharuskan Seller memiliki batasan harga yang jelas. Strategi yang paling aman adalah menetapkan Price Floor Strategy. Ini mengharuskan Anda menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) secara detail, termasuk biaya admin Shopee, biaya packaging, dan biaya operasional lainnya. Dengan mengetahui Price Floor—harga terendah mutlak yang masih memberikan margin keuntungan walau tipis—Anda tidak akan terperangkap dalam perang harga yang merugikan.

Saat 12.12, hindari diskon tunggal yang terlalu besar. Seller yang cerdas menggunakan Voucher Toko Shopee secara bertingkat. Misalnya, alih-alih memberikan diskon 20% secara langsung, Anda bisa memberikan Diskon Toko 10% yang dikombinasikan dengan Voucher Ikuti Toko atau Voucher Diskon Minimal Belanja.

Pendekatan ini menciptakan ilusi diskon yang besar di mata pembeli, tetapi tetap menjaga struktur profit margin Anda di bawah Price Floor yang telah ditetapkan. Selain itu, produk dengan pricing agresif bisa diarahkan sebagai pancingan untuk menarik pembeli pertama yang nantinya bisa di-retarget untuk up selling produk premium Anda.

Manajemen Stok Buffer dan Antisipasi Penalti Pembatalan

Manajemen Stok Buffer dan Antisipasi Penalti Pembatalan
Manajemen Stok Buffer dan Antisipasi Penalti Pembatalan

Salah satu kerugian terbesar saat mega campaign adalah penalti poin yang diakibatkan oleh pembatalan pesanan (cancel order). Pembatalan biasanya terjadi karena adanya stock discrepancy (perbedaan antara stok fisik dan stok di sistem Shopee) akibat lonjakan pesanan yang ekstrem.

Untuk mengatasi ini, Seller wajib menerapkan Stock Buffer atau Safety Stock. Jika stok fisik yang Anda miliki adalah 150 unit, tampilkan hanya 120 hingga 130 unit di display Shopee. Stock Buffer ini berfungsi sebagai cadangan jika terjadi error sistem atau lonjakan yang melebihi perkiraan.

Selanjutnya, fokuskan perhatian pada produk-produk yang fast-moving. Pastikan fulfillment barang-barang yang dipromosikan melalui Iklan Shopee berjalan lancar dan cepat. Koordinasi yang baik dengan tim packing dan jasa kirim Anda adalah kunci untuk menjaga Late Shipment Rate tetap di angka nol dan menghindari penalti Shopee yang dapat merusak performa toko dalam jangka panjang.

Strategi Peningkatan Average Order Value (AOV) di Shopee

Strategi Peningkatan Average Order Value (AOV) di Shopee
Strategi Peningkatan Average Order Value (AOV) di Shopee

Mengingat tipisnya margin keuntungan selama Harbolnas, Seller harus fokus menaikkan Average Order Value (AOV) per transaksi. Ini adalah cara paling efektif untuk menjaga cuan tanpa harus menaikkan harga jual.

Shopee menyediakan fitur yang sangat mendukung strategi ini. Manfaatkan secara maksimal Fitur Kombo Hemat (Bundling), di mana Anda menggabungkan produk terlaris dengan produk yang slow-moving dengan diskon bundling yang menarik. Selain itu, fitur Add-on Deal sangat efektif untuk menawarkan produk pelengkap (misalnya, aksesoris atau packaging tambahan) dengan harga diskon yang signifikan saat pembeli sudah berada di halaman checkout.

Terakhir, tetapkan Voucher Diskon Khusus yang memiliki ambang batas pembelian yang tinggi (misalnya, diskon Rp30.000 untuk pembelian minimal Rp250.000). Strategi ini secara tidak langsung memaksa pembeli untuk menambah lebih banyak barang ke keranjang mereka, yang secara otomatis meningkatkan AOV toko Anda.

Recovery dan Retargeting Pasca-Harbolnas

Recovery dan Retargeting Pasca-Harbolnas
Recovery dan Retargeting Pasca-Harbolnas

Kesalahan fatal Seller adalah menganggap pekerjaan selesai setelah 12.12 berakhir. Fase recovery menentukan apakah traffic yang Anda dapatkan akan menjadi loyal customer.

Setelah campaign selesai, lakukan inventory check dan re-stock untuk produk-produk terlaris yang habis terjual, agar listing Anda tidak kehilangan momentum pencarian. Selanjutnya, manfaatkan data pembeli baru yang masuk selama 12.12. Gunakan fitur Broadcast Chat atau Voucher Follower Shopee untuk mengirimkan voucher eksklusif kepada pembeli baru tersebut. Ini adalah langkah retargeting yang murah dan sangat efektif untuk mengubah pembeli campaign yang mencari harga murah menjadi pelanggan setia yang datang kembali tanpa harus menunggu diskon besar berikutnya.

Capek Mikir Strategi Rumit? Delegasikan ke Digifolium!

Capek Mikir Strategi Rumit? <yoastmark class=

Menghitung Price Floor, memastikan Stock Buffer aman, merancang Kombo Hemat yang menguntungkan, hingga setting Iklan Shopee yang efektif, semua membutuhkan fokus yang luar biasa. Jika Seller merasa capek atau terbebani dengan kerumitan strategi ini, ingatlah bahwa Anda tidak harus melakukannya sendiri.

Digifolium hadir sebagai partner strategi Anda. Kami memiliki tim yang siap mengambil alih kerumitan teknis tersebut. Kami menawarkan solusi lengkap, mulai dari Jasa Dekorasi Toko yang akan meningkatkan trust dan conversion rate Anda, hingga Jasa Iklan & Optimasi Shopee yang dirancang untuk menghasilkan ROAS tinggi dan cuan maksimal.

Fokuskan energi tim Anda pada pengembangan produk dan service pelanggan yang prima. Serahkan Strategi Pricing, Stock, dan Iklan Shopee Anda kepada kami. Mari pastikan Harbolnas 12.12 ini adalah panen profit terbesar Anda. Hubungi kami sekarang untuk konsultasi strategi Harbolnas 12.12!

 

[INSERT_ELEMENTOR id=”530″]

 

Cara Maksimalin Fitur ‘Paket Diskon’ dan ‘Kombo Hemat’ Shopee

Cara Maksimalin Fitur ‘Paket Diskon’ dan ‘Kombo Hemat’ Shopee

Cara Maksimalin Fitur ‘Paket Diskon’ dan ‘Kombo Hemat’ Shopee – digifolium.com. Seringkali, tantangan terbesar kita setelah berhasil mendatangkan traffic ke toko bukanlah membuat pembeli check out, melainkan meyakinkan mereka untuk membeli lebih dari satu produk. Kamu sudah habis-habisan budget iklan, voucher, dan cashback, tapi mengapa pembeli masih checkout dengan AOV (Average Order Value) yang rendah? Ini adalah dilema klasik seller yang ingin scaling bisnis tanpa harus terus-terusan banting harga.

Padahal, Shopee sudah menyediakan dua fitur powerful yang dirancang khusus untuk masalah ini, namun seringkali disalahgunakan atau diabaikan: Paket Diskon (Bundle Discount) dan Combo Hemat (Add-on Deal).

Kedua fitur ini bukan sekadar alat diskon biasa, melainkan strategi psikologis untuk mengubah mindset pembeli: dari “Aku cuma butuh ini” menjadi “Wah, kalau tambah ini, aku jadi lebih untung!”.

Yuk, kita bedah tuntas rahasia di balik fitur-fitur ini agar AOV tokomu benar-benar bisa meroket.

Apa Bedanya Paket Diskon vs Kombo Hemat?

Apa Bedanya Paket Diskon vs Kombo Hemat?
Apa Bedanya Paket Diskon vs Kombo Hemat?

Meskipun keduanya bertujuan menaikkan jumlah barang dalam keranjang, fungsi dan penempatan kedua fitur ini berbeda secara fundamental, dan kamu harus memanfaatkannya dengan cerdas:

  1. Mengendalikan Kuantitas dengan Paket Diskon (Bundle Discount)

Fitur Paket Diskon paling efektif digunakan untuk mendorong pembeli membeli produk dalam kuantitas yang lebih banyak atau mengombinasikan set produk yang sudah direncanakan. Strategi di balik fitur ini adalah: sense of loss—pembeli akan merasa rugi jika hanya membeli satu item saat ada tawaran diskon yang lebih besar untuk pembelian ganda.

Misalnya, kamu menjual kosmetik, kamu bisa membuat paket “Beli 2 Lipstik, Diskon 15%” atau “Beli Foundation dan Bedak, Diskon 10%”. Kunci sukses di sini adalah memastikan diskon yang kamu berikan terasa signifikan, sehingga pembeli merasa penghematan mereka setimpal dengan tambahan produk yang dibeli.

  1. Senjata Rahasia Menaikkan AOV: Kombo Hemat (Add-on Deal)

Ini adalah senjata rahasia untuk upselling paling efektif. Fitur Kombo Hemat bekerja dengan menawarkan item pelengkap yang harganya sangat murah atau diskon besar ketika pembeli telah memasukkan produk utama ke keranjang.

Produk yang ditawarkan di sini haruslah item yang impulsif atau pasti dibutuhkan sebagai pendamping produk utama. Dengan harga yang terlalu menggoda untuk ditolak (misalnya, Add-on spons makeup hanya Rp 5.000), pembeli merasa mendapatkan value ekstra, dan AOV tokomu otomatis bertambah tanpa perlu menarik traffic baru.

Menerapkan Strategi Anti-Rugi: Tiga Taktik Cerdas

Menerapkan Strategi Anti-Rugi: Tiga Taktik Cerdas
Menerapkan Strategi Anti-Rugi: Tiga Taktik Cerdas

Mengaktifkan fitur saja tidak cukup. Dibutuhkan taktik cerdas agar fitur ini benar-benar menghasilkan cuan dan bukan malah menggerus margin keuntunganmu:

  • Strategi Tingkatan Diskon yang Bertahap

Untuk Paket Diskon, jangan monoton. Terapkan tingkatan diskon yang psikologis. Misalnya, diskon 5% untuk beli 2, 10% untuk beli 3, dan 15% untuk beli 4.

Dengan cara ini, kamu memberikan insentif yang semakin besar untuk pembelian yang semakin banyak, secara efektif mengedukasi pembeli untuk mencapai nilai AOV yang kamu targetkan.

  • Pemilihan Add-on yang Tepat Sasaran

Kunci keberhasilan Kombo Hemat terletak pada pemilihan produk add-on. Produk tersebut harus murah, margin-nya aman, dan secara fungsi sangat relevan dengan produk utama. 

Hindari menawarkan produk yang mahal sebagai add-on karena ini akan menghalangi keputusan beli. Produk pelengkap kecil yang impulsif adalah pilihan terbaik.

  • Memanfaatkan Batasan dan Urgensi

Manfaatkan fitur batas pembelian yang Shopee sediakan. Batasan ini tidak hanya melindungi margin keuntungan dari pembelian borongan, tetapi juga menciptakan sense of urgency yang mendorong pembeli untuk segera mengambil keputusan sebelum kesempatan diskon tersebut hilang.

Dengan menguasai dua fitur Paket Diskon dan Kombo Hemat Shopee ini, kamu telah menguasai seni cross-selling dan upselling di marketplace. Hasilnya? Traffic yang sama, namun omzet dan AOV yang jauh lebih besar!

Stop Pusing! Saatnya Fokus ke Produk, Serahkan Optimasi + Iklan Toko ke Digifolium

Strategi di marketplace selalu berkembang, mulai dari fitur bundling, voucher, hingga setting Iklan yang kompleks. Wasting time di Seller Centre hanya akan menguras energi kamu dari fokus utama: mengembangkan produk yang berkualitas.

Jika kamu ingin memastikan semua fitur toko, mulai dari Paket Diskon hingga Iklan, bekerja secara maksimal dan efisien untuk menaikkan AOV dan ROAS, Digifolium adalah partner yang tepat. Kami menyediakan Jasa Optimasi dan Iklan Shopee yang didukung data dan expert profesional.

Jangan biarkan margin keuntungan kamu terkuras! Hubungi Digifolium sekarang juga untuk konsultasi GRATIS dan upgrade performa toko kamu!

[INSERT_ELEMENTOR id=”530″]

Mengenali Pola Belanja Konsumen Indonesia di E-commerce

Mengenali Pola Belanja Konsumen Indonesia di E-commerce

Mengenali Pola Belanja Konsumen Indonesia di E-commerce – digifolium.com. Kalau dulu orang hanya belanja online saat butuh cepat atau pas ada promo besar, sekarang e-commerce sudah jadi bagian dari rutinitas harian masyarakat Indonesia. Pola perilaku konsumen terus berkembang, dan perubahan ini bukan hanya sekadar tren sesaat—tetapi arah baru dalam dunia digital commerce yang perlu dipahami setiap brand.

Data terbaru menunjukkan beberapa pola menarik dalam perilaku belanja online masyarakat Indonesia:

🛍️ Berbelanja Berdasarkan Momen dan Event Besar
Penjualan selalu melonjak drastis selama momen seperti Harbolnas, 9.9, 10.10, hingga Ramadhan. Momen seperti ini bahkan sudah ditunggu-tunggu pembeli, lengkap dengan strategi wishlist dan notifikasi promo.

💸 Preferensi terhadap Diskon dan Cashback
Harga tetap jadi faktor utama. Konsumen Indonesia cenderung lebih tertarik membeli produk dengan penawaran promo menarik, meskipun selisihnya kecil. Strategi “hemat tapi tetap puas” masih sangat kuat di pasar kita.

📱 Perpindahan Konsumen ke Social Commerce
Fenomena live shopping di TikTok Shop kini mempengaruhi keputusan pembelian lebih besar dari sebelumnya. Bukan hanya soal produk, tapi juga kepercayaan terhadap seller dan interaksi real-time yang menciptakan rasa “dekat” dengan brand.

🔄 Tingkat Repeat Purchase yang Berbeda-Beda
Produk kebutuhan rutin seperti skincare, makanan, atau perlengkapan rumah tangga punya tingkat pembelian ulang tinggi. Sementara produk impulsif seperti fashion dan gadget lebih tergantung pada tren dan rekomendasi influencer.

Melihat perubahan ini, satu hal jadi jelas — brand yang ingin sukses di e-commerce harus benar-benar memahami perilaku konsumennya. Tanpa pemahaman yang tepat, strategi pemasaran akan sulit relevan dan cepat tertinggal.

Pola Belanja Konsumen Online Indonesia Terkini

Pola Belanja Konsumen Online Indonesia Terkini
Pola Belanja Konsumen Online Indonesia Terkini

 

Konsumen Indonesia kini jauh lebih rasional tapi impulsif dalam waktu bersamaan. Maksudnya, mereka tetap mempertimbangkan harga dan ulasan, tapi juga mudah tergoda dengan promo dadakan, live streaming, atau rekomendasi influencer.
Selain itu, pencarian produk semakin cepat dan spesifik. Pembeli tahu apa yang mereka mau, mengetik kata kunci tertentu, lalu membandingkan harga di beberapa toko sebelum checkout. Di sisi lain, fitur seperti “Gratis Ongkir”, “Flash Sale”, dan “Voucher Harian” masih jadi pemicu utama transaksi.

Yang menarik, semakin banyak konsumen yang memilih brand dengan cerita dan identitas kuat. Mereka ingin tahu siapa di balik produk, bagaimana nilai brand tersebut, dan apakah sesuai dengan gaya hidup mereka. Artinya, kualitas saja tidak cukup — komunikasi brand juga harus punya makna.

Faktor Pendorong dan Karakteristiknya

Faktor Pendorong dan Karakteristiknya
Faktor Pendorong dan Karakteristiknya

Beberapa faktor utama yang membentuk perilaku belanja online masyarakat Indonesia antara lain:

  1. Kemudahan Akses Teknologi – Smartphone dan jaringan internet yang luas membuat semua orang bisa belanja kapan pun, di mana pun.
  2. Kekuatan Media Sosial – Banyak keputusan pembelian dipengaruhi oleh tren TikTok, ulasan Instagram, dan testimoni di YouTube.
  3. Kepercayaan pada E-commerce – Sistem pengiriman cepat, jaminan retur, dan pembayaran aman meningkatkan rasa percaya.
  4. Promosi Berkelanjutan – Konsumen Indonesia sangat responsif terhadap promo, meskipun nilai potongannya kecil.

Kombinasi faktor-faktor ini membuat buyer journey di Indonesia lebih dinamis dan sulit ditebak.

Tantangan yang Harus Diatasi Brand

Tantangan yang Harus Diatasi Brand
Tantangan yang Harus Diatasi Brand

Tantangan terbesar bagi brand bukan hanya soal harga, tapi bagaimana tetap relevan di tengah perubahan cepat.
Algoritma e-commerce terus berubah, kompetitor makin banyak, dan konsumen makin selektif. Brand yang tidak melakukan riset rutin akan kesulitan menyesuaikan strategi konten, iklan, hingga harga produk.

Selain itu, data konsumen yang makin kompleks juga jadi PR tersendiri. Mengandalkan insting tanpa analisis kini sudah tidak cukup. Brand perlu memahami perilaku pencarian, jam aktif audiens, serta performa setiap campaign.

Langkah Praktis agar Brand Tetap Relevan & Tahan Lama

Langkah Praktis agar Brand Tetap Relevan & Tahan Lama
Langkah Praktis agar Brand Tetap Relevan & Tahan Lama

Untuk tetap unggul dalam kompetisi e-commerce yang semakin padat, berikut beberapa langkah penting:

  1. Riset Konsumen Secara Berkala
    Gunakan data insight marketplace dan tools analitik untuk melihat tren kata kunci, produk favorit, dan perubahan perilaku konsumen.
  2. Optimalkan Iklan dengan Strategi Data-driven
    Jangan asal gas iklan. Analisis hasil campaign sebelumnya untuk tahu channel mana yang paling efektif.
  3. Bangun Brand Story yang Autentik
    Konsumen sekarang membeli bukan hanya produk, tapi juga makna di baliknya. Tunjukkan nilai, proses, dan keunikan bisnismu.
  4. Kolaborasi dengan Tim Profesional
    Mengelola data, konten, dan strategi iklan butuh waktu dan keahlian. Delegasikan ke tim berpengalaman seperti Digifolium, agar kamu bisa fokus mengembangkan visi bisnis secara lebih besar.

Di tengah perubahan pola belanja konsumen yang semakin cepat, kemampuan beradaptasi jadi kunci. Brand yang memahami perilaku konsumennya dengan tepat bukan hanya akan bertahan — tapi juga tumbuh dan memimpin pasar.
Kalau kamu ingin tahu bagaimana strategi data-driven bisa bantu brand-mu tetap relevan di e-commerce, Digifolium siap bantu menyusunnya.

 

 

[INSERT_ELEMENTOR id=”530″]

Alamat Kantor

Digifolium

Jl. Nitipuran No.89, Sonosewu, Ngestiharjo, Kec. Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
( Klik langsung menuju lokasi )

Copyright © 2021 Jasa Optimasi Marketplace Shopee, Tokopedia, Bukalapak, Lazada - Digifolium.com