Aturan Jam Pick-up Shopee Instant Berubah per 12 Oktober 2026

Aturan Jam Pick-up Shopee Instant Berubah per 12 Oktober 2026

Aturan Jam Pick-up Shopee Instant Berubah per 12 Oktober 2026 – digifolium.com. Perubahan aturan jam pick-up Shopee Instant dan Same Day perlu menjadi perhatian seller, terutama dalam mengatur jadwal pengemasan, kesiapan tim, dan operasional pengiriman. Penyesuaian ini penting agar pesanan dapat diproses sesuai tenggat waktu yang berlaku dan risiko keterlambatan dapat diminimalkan.

Bagi seller Shopee, memahami aturan pengiriman bukan hanya berkaitan dengan administrasi pesanan, tetapi juga menentukan bagaimana operasional toko berjalan setiap hari. Karena itu, seller perlu mengevaluasi kembali jam operasional, pembagian tugas tim, hingga kesiapan stok dan kemasan.

Lantas, apa saja yang perlu diperhatikan dalam penyesuaian aturan jam pick-up Shopee terbaru? Berikut penjelasannya.

Apa yang Berubah dalam Aturan Jam Pick-up Shopee Instant?

Apa yang Berubah dalam Aturan Jam Pick-up Shopee Instant?
Apa yang Berubah dalam Aturan Jam Pick-up Shopee Instant?

Jam pick-up berkaitan dengan kesiapan penjual dalam memproses pesanan agar dapat diserahkan kepada kurir sesuai jadwal layanan. Ketika terdapat perubahan ketentuan, seller perlu memastikan pengaturan pengiriman di toko sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.

Beberapa aspek yang perlu diperhatikan meliputi:

  • Batas waktu pengemasan: Pastikan pesanan diproses sebelum tenggat yang ditentukan untuk jenis layanan pengiriman yang digunakan
  • Jam operasional pick-up: Sesuaikan kesiapan tim dengan jadwal layanan agar pesanan tidak menumpuk menjelang batas pengemasan
  • Hari operasional: Periksa apakah layanan tertentu harus tetap aktif pada hari Sabtu, khususnya bagi seller dengan status Star, Star+, dan Shopee Mall

Seller sebaiknya memeriksa pengumuman resmi di Seller Centre untuk mengetahui jadwal dan ketentuan yang berlaku pada masing-masing layanan.

Batas Waktu Pengemasan Shopee Instant dan Same Day

Batas Waktu Pengemasan Shopee Instant dan Same Day
Batas Waktu Pengemasan Shopee Instant dan Same Day

Setiap layanan pengiriman memiliki ketentuan pemrosesan pesanan yang perlu dipahami seller. Perbedaan jenis layanan dan waktu pesanan masuk dapat memengaruhi tenggat pengemasan.

Dalam pembaruan yang menjadi acuan artikel ini, seller perlu memberi perhatian khusus pada jadwal pick-up layanan Instant, termasuk periode operasional yang tercantum pada pengaturan toko.

Aspek Hal yang perlu diperhatikan
Jam pick-up Periksa jadwal layanan yang berlaku di Seller Centre
Waktu pesanan masuk Pastikan pesanan diproses sesuai tenggat berdasarkan waktu masuk
Instant Prioritas Perhatikan perubahan batas waktu pengemasan
Same Day Pastikan kesiapan pengemasan mengikuti ketentuan layanan
Operasional hari Sabtu Periksa kewajiban aktivasi layanan sesuai kategori toko

Penting: Jangan menggunakan satu jadwal pengemasan untuk seluruh layanan. Seller perlu mengacu pada informasi terbaru yang muncul di Seller Centre karena batas waktu dapat berbeda berdasarkan jenis pengiriman dan ketentuan akun.

Perubahan Khusus Instant Prioritas yang Perlu Diperhatikan

Perubahan Khusus Instant Prioritas yang Perlu Diperhatikan
Perubahan Khusus Instant Prioritas yang Perlu Diperhatikan

Layanan Instant Prioritas membutuhkan kesiapan operasional yang lebih cepat karena pesanan harus segera diproses untuk mendukung pengiriman instan.

Berdasarkan informasi pembaruan dalam draft, terdapat tiga hal yang perlu diperhatikan seller.

1. Waktu pengemasan menjadi lebih singkat

Batas waktu pengemasan Instant Prioritas dalam pembaruan tersebut disebut berubah dari 1 jam menjadi 45 menit.

Artinya, seller perlu memastikan proses penerimaan pesanan, pengambilan produk, pengemasan, hingga persiapan penyerahan kepada kurir berjalan lebih efisien. Ketentuan 45 menit ini perlu dikonfirmasi kembali melalui pengumuman resmi Shopee sebelum diterapkan sebagai informasi publik.

2. Jam operasional harus sesuai dengan kesiapan pick-up

Mengaktifkan layanan pengiriman cepat berarti seller perlu memastikan tim operasional siap menangani pesanan yang masuk selama layanan aktif.

Jika toko masih menerima pesanan ketika tim sudah tidak bertugas, proses pengemasan berisiko terlambat. Oleh karena itu, jam operasional sebaiknya disusun berdasarkan kapasitas tim dan jadwal pengambilan paket yang tersedia.

3. Seller Star, Star+, dan Shopee Mall perlu memeriksa ketentuan hari Sabtu

Berdasarkan draft pembaruan, seller dengan kategori Star, Star+, dan Shopee Mall perlu memperhatikan kewajiban mengaktifkan layanan Instant pada hari Sabtu.

Sebelum menyusun jadwal kerja, pastikan ketentuan tersebut sesuai dengan pengumuman terbaru yang berlaku untuk akun toko. Jika memang diwajibkan, jadwal admin, staff gudang, dan tim packing perlu disesuaikan agar operasional tetap berjalan.

Cara Menyesuaikan Operasional Toko dengan Aturan Pick-up Shopee

Cara Menyesuaikan Operasional Toko dengan Aturan Pick-up Shopee
Cara Menyesuaikan Operasional Toko dengan Aturan Pick-up Shopee

Memahami perubahan aturan saja belum cukup. Seller juga perlu menerjemahkannya menjadi prosedur operasional yang jelas agar pemrosesan pesanan tetap terkendali.

1. Atur ulang jam operasional toko

Sesuaikan jam aktif layanan dengan jam kerja tim dan jadwal pick-up kurir. Jika tim selesai bekerja pukul 17.00 WIB, misalnya, seller perlu mengevaluasi apakah batas penerimaan pesanan Instant harus diatur lebih awal agar pesanan yang masuk masih dapat diproses.

Jangan menetapkan jam operasional hanya berdasarkan keinginan menerima pesanan sebanyak mungkin. Pertimbangkan pula kemampuan tim memenuhi tenggat pengemasan.

2. Pisahkan jalur pesanan Instant dan reguler

Pesanan Instant memiliki karakteristik waktu pemrosesan yang berbeda dari pesanan reguler. Karena itu, pemisahan antrian pesanan dapat membantu tim menentukan prioritas kerja.

Seller dapat membuat alur khusus untuk pesanan Instant, mulai dari pengecekan notifikasi, pengambilan barang, pengemasan, hingga persiapan pick-up. Dengan demikian, pesanan yang membutuhkan penanganan cepat tidak tertahan oleh antrian pesanan lainnya.

3. Siapkan produk dan bahan kemasan sebelum pesanan masuk

Untuk produk dengan frekuensi penjualan tinggi, seller dapat menyiapkan bahan kemasan dan kebutuhan pengiriman lebih awal.

Persiapan ini dapat mencakup stok produk yang mudah dijangkau, bubble wrap, kardus, label, dan perlengkapan lainnya. Tujuannya adalah mengurangi waktu yang terbuang ketika pesanan harus segera diproses.

Namun, pastikan persiapan awal tidak mengganggu kontrol kualitas dan ketepatan barang yang dikirim kepada pembeli.

4. Susun jadwal tim untuk hari Sabtu

Jika kategori toko diwajibkan menjalankan layanan pada hari Sabtu, seller perlu menyesuaikan jadwal kerja agar proses pesanan tetap berjalan.

Pembagian shift dapat menjadi salah satu solusi, selama kebutuhan operasional, ketersediaan staf, dan ketentuan yang berlaku tetap diperhatikan. Pastikan ada penanggung jawab yang memantau pesanan dan memastikan paket siap sesuai tenggat.

5. Rapikan penempatan stok dan pencatatan inventaris

Proses pengemasan akan semakin lama jika staf harus mencari produk di antara stok yang tidak tertata.

Gunakan penempatan barang yang konsisten, label rak yang jelas, dan pencatatan stok yang diperbarui secara berkala. Dengan begitu, tim dapat menemukan produk lebih cepat dan mengurangi risiko kesalahan pengambilan barang.

6. Pantau pesanan dan pengumuman Seller Centre

Jadikan pengecekan pesanan sebagai bagian dari rutinitas operasional. Pantau pesanan yang masuk, tenggat pengemasan, dan kesiapan penyerahan paket kepada kurir.

Seller juga perlu memeriksa Seller Centre secara berkala untuk mengetahui pembaruan ketentuan, jadwal layanan, serta informasi operasional yang relevan dengan toko.

Kesimpulan

Perubahan aturan jam pick-up Shopee Instant dan Same Day menegaskan pentingnya kesiapan operasional dalam pengelolaan marketplace. Seller tidak cukup hanya mengandalkan kecepatan pengemasan, tetapi juga perlu memastikan jadwal kerja, alur pesanan, kesiapan stok, dan koordinasi tim berjalan selaras.

Dengan prosedur operasional yang lebih tertata, seller dapat memproses pesanan secara lebih efisien dan mengurangi risiko keterlambatan.

Sebelum melakukan penyesuaian, pastikan seluruh batas waktu dan kewajiban operasional sudah sesuai dengan pengumuman resmi terbaru di Seller Centre.

Butuh bantuan mengoptimalkan operasional toko dan pengelolaan marketplace? Digifolium siap membantu seller mengevaluasi kebutuhan toko, mulai dari optimasi marketplace hingga pengelolaan iklan. Hubungi tim Digifolium melalui WhatsApp 0813 9292 6565 untuk konsultasi.

 

[INSERT_ELEMENTOR id=”530″]

Persiapan Seller dalam Menghadapi Kuartal 4 di Marketplace

Persiapan Seller dalam Menghadapi Kuartal 4 di Marketplace

Persiapan Seller dalam Menghadapi Kuartal 4 di Marketplace – digifolium.com. Kuartal 4 menjadi salah satu periode paling penting bagi seller marketplace. Memasuki akhir tahun, aktivitas belanja online biasanya semakin ramai karena berbagai campaign besar, momen liburan, kebutuhan akhir tahun, hingga persiapan Ramadhan yang mulai diperhatikan lebih awal. Bagi seller, kondisi ini tentu membuka peluang untuk meningkatkan penjualan. Namun, tanpa persiapan yang matang, tingginya traffic juga bisa membuat operasional toko kewalahan.

Karena itu, persiapan seller menghadapi kuartal 4 di marketplace sebaiknya dilakukan jauh sebelum campaign besar dimulai. Lalu, apa saja yang perlu dipersiapkan?

  1. Evaluasi Performa Toko

Evaluasi Performa Toko
Evaluasi Performa Toko

Sebelum memasuki kuartal 4, seller perlu melihat kembali performa toko dalam beberapa bulan terakhir. Evaluasi dapat mencakup omzet, jumlah transaksi, produk terlaris, conversion rate, performa iklan, hingga produk yang memiliki traffic tinggi tetapi belum menghasilkan banyak penjualan.

Data tersebut dapat menjadi dasar untuk menentukan strategi berikutnya. Produk dengan performa baik dapat diprioritaskan, sedangkan produk yang masih kurang optimal bisa diperbaiki terlebih dahulu.

Evaluasi juga membantu seller memahami pola penjualan. Dengan mengetahui produk apa yang paling banyak dicari dan campaign seperti apa yang sebelumnya memberikan hasil, strategi kuartal 4 dapat dibuat berdasarkan data, bukan sekadar mengikuti tren.

  1. Tentukan Produk yang Akan Diprioritaskan

Tidak semua produk harus mendapatkan perlakuan yang sama selama campaign. Seller dapat menentukan beberapa produk utama yang berpotensi menjadi produk unggulan selama kuartal 4.

Pertimbangkan produk yang memiliki permintaan tinggi, margin yang sehat, stok mencukupi, serta riwayat penjualan yang baik. Selain produk utama, siapkan juga produk pendukung seperti bundle atau produk dengan harga lebih terjangkau untuk meningkatkan peluang terjadinya transaksi.

Menentukan produk prioritas sejak awal juga akan memudahkan seller dalam mengatur budget promosi dan iklan. Dengan begitu, sumber daya yang tersedia dapat diarahkan pada produk yang memang memiliki peluang untuk berkembang.

  1. Pastikan Stok dan Operasional Siap

Pastikan Stok dan Operasional Siap
Pastikan Stok dan Operasional Siap

Campaign besar bisa mendatangkan lonjakan pesanan. Jangan sampai peluang penjualan justru terganggu karena stok habis atau proses operasional tidak mampu mengikuti peningkatan order.

Pastikan stok produk unggulan sudah diperhitungkan berdasarkan performa penjualan sebelumnya. Seller juga perlu mengecek kesiapan tim, proses packing, pengiriman, hingga kapasitas customer service dalam menangani pertanyaan dan komplain pelanggan.

Selain stok produk, perhatikan juga kebutuhan packaging dan material pendukung lainnya. Persiapan sederhana ini dapat membantu mengurangi risiko operasional ketika jumlah pesanan meningkat secara signifikan.

  1. Optimasi Tampilan Toko dan Produk

Optimasi Tampilan Toko dan Produk
Optimasi Tampilan Toko dan Produk

Sebelum traffic meningkat, pastikan calon pembeli mendapatkan pengalaman yang baik ketika mengunjungi toko. Periksa kembali foto produk, judul, deskripsi, variasi, harga, serta informasi penting lainnya.

Tampilan toko juga dapat disesuaikan dengan campaign yang sedang berlangsung. Banner, dekorasi toko, dan produk yang ditampilkan di halaman utama sebaiknya membantu calon pembeli menemukan produk serta promo dengan lebih mudah.

Jangan lupa mengecek halaman produk dari sudut pandang calon pembeli. Apakah informasi produknya sudah jelas? Apakah foto mampu menunjukkan detail produk? Apakah harga dan variasinya mudah dipahami? Hal-hal kecil seperti ini dapat mempengaruhi keputusan pembelian.

  1. Siapkan Strategi Promo

Promo menjadi salah satu elemen yang banyak diperhatikan pembeli saat campaign marketplace. Namun, memberikan diskon besar tanpa menghitung margin dapat membuat omzet meningkat tetapi keuntungan justru menurun.

Seller perlu menentukan jenis promo berdasarkan kondisi bisnis. Mulai dari voucher toko, potongan harga, bundle, gratis ongkir, hingga promo khusus untuk produk tertentu. Pastikan setiap promo sudah dihitung agar tetap menarik bagi pembeli sekaligus masuk akal secara bisnis.

Jangan hanya terpaku pada besarnya diskon. Buat promo yang memiliki tujuan, misalnya untuk meningkatkan jumlah transaksi, menaikkan nilai keranjang belanja, atau mendorong pembelian produk tertentu.

  1. Persiapkan Strategi Iklan Marketplace

Persiapkan Strategi Iklan Marketplace
Persiapkan Strategi Iklan Marketplace

Persaingan mendapatkan traffic biasanya semakin tinggi ketika campaign besar berlangsung. Karena itu, strategi iklan perlu dipersiapkan sebelum campaign dimulai.

Seller dapat mengevaluasi iklan sebelumnya untuk mengetahui produk mana yang mampu menghasilkan penjualan dan bagaimana performanya. Tentukan budget, produk yang akan diprioritaskan, serta metrik yang akan digunakan untuk mengevaluasi hasil iklan.

Jangan hanya melihat omzet. Perhatikan juga CTR, conversion rate, ROAS, biaya iklan, hingga profit agar keputusan optimasi tidak hanya berdasarkan angka penjualan.

Iklan sebaiknya tidak dijalankan tanpa arah. Pastikan produk yang diiklankan sudah memiliki halaman produk yang optimal dan penawaran yang cukup kompetitif agar traffic yang datang memiliki peluang lebih besar untuk dikonversi menjadi transaksi.

  1. Siapkan Konten Sebelum Campaign

Traffic dari marketplace bukan satu-satunya sumber calon pembeli. Seller juga dapat memanfaatkan media sosial untuk membangun awareness sebelum campaign berlangsung.

Buat konten teaser, informasi promo, rekomendasi produk, hingga reminder menjelang campaign. Konten dapat digunakan untuk mengarahkan audience menuju toko marketplace ketika promo sudah dimulai.

Persiapan konten sejak awal juga membuat seller tidak perlu membuat semuanya secara mendadak ketika campaign sudah berjalan. Dengan kalender konten yang jelas, komunikasi promo dapat dibuat lebih konsisten di berbagai channel.

  1. Buat Timeline Campaign

Kuartal 4 biasanya dipenuhi berbagai momentum, mulai dari 10.10, 11.11, 12.12 atau Harbolnas, Natal, hingga Tahun Baru. Karena campaign datang berurutan, seller sebaiknya membuat timeline persiapan agar tidak selalu bekerja secara mendadak.

Tentukan kapan harus mengevaluasi toko, menyiapkan stok, membuat konten, mengatur promo, menjalankan iklan, hingga melakukan evaluasi setelah campaign selesai.

Dengan timeline yang jelas, seller dapat mengetahui apa yang harus dikerjakan dan kapan harus mulai mengerjakannya. Persiapan Q4 pun tidak terasa seperti pekerjaan yang menumpuk dalam waktu singkat.

Siap Menghadapi Kuartal 4?

Siap Menghadapi Kuartal 4?
Siap Menghadapi Kuartal 4?

Kuartal 4 bukan hanya tentang mengejar sebanyak-banyaknya order. Seller perlu memastikan bahwa toko, produk, stok, promo, iklan, konten, dan operasional berjalan dalam satu strategi yang saling mendukung.

Semakin awal persiapan dilakukan, semakin banyak waktu yang tersedia untuk menemukan masalah dan memperbaikinya sebelum campaign besar dimulai. Dengan strategi yang terarah, seller dapat memanfaatkan momentum kuartal 4 sekaligus menjaga bisnis tetap sehat setelah periode campaign berakhir.

Kalau persiapan terasa cukup kompleks, seller tidak harus mengurus semuanya sendiri. Digifolium membantu seller mengoptimalkan marketplace mulai dari dekorasi dan optimasi toko, riset judul dan SEO deskripsi, pengelolaan iklan marketplace, hingga kebutuhan foto dan video produk.

Dengan pengalaman lebih dari 5 tahun dan telah membantu mengoptimalkan ribuan toko, Digifolium siap membantu seller mempersiapkan marketplace agar lebih optimal menghadapi berbagai campaign di kuartal 4.

Sudah siap menghadapi Q4? Jangan tunggu campaign dimulai untuk berbenah. Mulai persiapkan marketplace kamu dari sekarang bersama Digifolium.

 

[INSERT_ELEMENTOR id=”530″]

 

Cara Mengendalikan Penyebab Retur di Marketplace

Cara Mengendalikan Penyebab Retur di Marketplace

Cara Mengendalikan Penyebab Retur di Marketplace – digifolium.com. Dalam bisnis marketplace, retur merupakan hal yang mungkin terjadi. Namun, seller tidak bisa hanya menerima paket yang kembali tanpa mencari tahu penyebabnya. Retur marketplace perlu dianalisis secara rutin agar seller bisa mengetahui masalah yang terjadi dan mencegah kesalahan yang sama terus berulang.

Tujuan mengelola retur bukan berarti membuat angka retur menjadi nol, karena tidak semua penyebab retur berada dalam kendali seller. Fokus utamanya adalah mengendalikan penyebab retur yang masih bisa diperbaiki dan menjaga return rate tetap terkendali.

Kenapa Data Retur Marketplace Perlu Dibedah?

Kenapa Data Retur Marketplace Perlu Dibedah?
Kenapa Data Retur Marketplace Perlu Dibedah?

Jangan hanya melihat berapa banyak paket yang diretur. Seller perlu melihat alasan di balik setiap retur.

Lakukan evaluasi data retur secara rutin, misalnya setiap minggu, untuk menemukan:

  • Penyebab retur yang paling sering terjadi
  • Produk yang memiliki tingkat retur tinggi
  • Tahapan operasional yang sering menimbulkan kesalahan
  • Perubahan return rate dari waktu ke waktu

Dengan begitu, data retur tidak hanya menjadi angka dalam laporan, tetapi bisa digunakan sebagai dasar untuk memperbaiki operasional toko.

Pisahkan Penyebab Retur Internal dan Eksternal

Pisahkan Penyebab Retur Internal dan Eksternal
Pisahkan Penyebab Retur Internal dan Eksternal

Langkah berikutnya adalah mengelompokkan penyebab retur berdasarkan apakah masalah tersebut berasal dari internal seller atau faktor eksternal.

Penyebab Internal Penyebab Eksternal
Salah kirim barang Customer menolak COD
Salah varian atau ukuran Pembeli tidak bisa dihubungi
Packing kurang aman Kendala pengiriman
Produk cacat Alamat bermasalah
Stok tidak sesuai Perubahan keputusan pembeli

Pemisahan ini penting karena setiap penyebab membutuhkan tindakan perbaikan yang berbeda. Masalah internal perlu dicari akar masalahnya, sedangkan faktor eksternal perlu dipantau dan diminimalkan risikonya.

Cara Mengurangi Retur Marketplace dari Sisi Internal

Cara Mengurangi Retur Marketplace dari Sisi Internal
Cara Mengurangi Retur Marketplace dari Sisi Internal

Jika retur terjadi karena kesalahan internal, seller perlu mencari tahu proses mana yang menjadi sumber masalah.

Misalnya, retur karena salah kirim barang bisa menjadi tanda bahwa proses picking atau pengecekan pesanan perlu dievaluasi. Jika masalahnya salah varian atau ukuran, seller dapat memperbaiki sistem labeling dan SOP packing.

Begitu juga dengan penyebab lainnya:

  • Packing rusak: evaluasi bahan dan standar packaging.
  • Produk cacat: perketat quality control sebelum produk dikirim.
  • Stok tidak sesuai: lakukan audit inventaris dan sinkronisasi stok.

Prinsipnya sederhana: satu penyebab retur harus menghasilkan tindakan perbaikan yang jelas. Jangan hanya mencatat masalah tanpa mengubah proses yang menyebabkannya.

Bagaimana Menghadapi Penyebab Retur dari Eksternal?

Bagaimana Menghadapi Penyebab Retur dari Eksternal?
Bagaimana Menghadapi Penyebab Retur dari Eksternal?

Tidak semua retur bisa dikendalikan langsung oleh seller. Customer yang menolak COD, kendala kurir, alamat bermasalah, atau perubahan keputusan pembeli merupakan beberapa contoh faktor eksternal.

Meski begitu, bukan berarti faktor tersebut tidak perlu dianalisis.

Seller tetap bisa melakukan langkah untuk meminimalkan risikonya. Contohnya, mengevaluasi layanan pengiriman yang digunakan, memastikan informasi alamat dan data pesanan lebih jelas, serta melihat pola retur berdasarkan metode pembayaran.

Untuk retur akibat perubahan keputusan pembeli, seller juga dapat mengevaluasi kembali foto produk, deskripsi, informasi ukuran, variasi, hingga informasi penting lainnya agar ekspektasi customer lebih sesuai dengan produk yang diterima.

Jangan Hanya Mengejar Order Masuk

Jumlah order yang tinggi memang penting, tetapi seller juga perlu memperhatikan kualitas order sampai transaksi benar-benar selesai.

Alurnya bukan hanya:

Order masuk → selesai.

Tetapi:

Order masuk → diproses → dikemas → dikirim → diterima → selesai.

Semakin banyak transaksi yang kembali, semakin banyak pula biaya dan waktu operasional yang berpotensi terbuang.

Karena itu, seller perlu membiasakan bedah data retur marketplace secara rutin. Targetnya bukan sekadar mencapai retur 0%, tetapi memastikan return rate tetap terkendali dan kesalahan yang sebenarnya bisa diperbaiki tidak terus berulang.

Dengan pengelolaan retur yang lebih terstruktur, seller tidak hanya mengejar omzet, tetapi juga menjaga kualitas operasional dan pengalaman customer.

 

[INSERT_ELEMENTOR id=”530″]

Pentingnya NIB dan HAKI untuk Seller di Indonesia

Pentingnya NIB dan HAKI untuk Seller di Indonesia

Pentingnya NIB dan HAKI untuk Seller di Indonesia – digifolium.com. Memulai bisnis tidak cukup hanya dengan memiliki produk yang bagus dan toko online yang aktif. Ketika bisnis mulai berkembang, seller juga perlu memikirkan hal yang sering dianggap sepele: legalitas usaha dan perlindungan brand.

Dua hal yang penting untuk mulai diperhatikan adalah NIB (Nomor Induk Berusaha) dan HAKI (Hak Kekayaan Intelektual).

NIB membantu memberikan identitas resmi bagi pelaku usaha, sedangkan HAKI dapat membantu melindungi berbagai hasil karya dan aset intelektual yang dimiliki bisnis. Keduanya bisa menjadi bagian penting dalam membangun bisnis yang lebih profesional dan siap berkembang.

Lalu, apa sebenarnya NIB dan HAKI? Mengapa seller marketplace perlu memilikinya? Dan bagaimana cara mengurusnya?

Apa Itu NIB?

Apa Itu NIB?
Apa Itu NIB?

NIB atau Nomor Induk Berusaha adalah identitas resmi pelaku usaha yang diterbitkan melalui sistem OSS (Online Single Submission). Pemerintah melalui OSS menggunakan sistem perizinan berusaha berbasis risiko untuk menentukan perizinan dan kewajiban yang perlu dipenuhi berdasarkan kegiatan serta tingkat risiko usaha.

Sederhananya, NIB dapat dipahami sebagai salah satu identitas penting yang menunjukkan bahwa sebuah usaha telah terdaftar dalam sistem perizinan berusaha.

Pengurusan NIB dilakukan melalui sistem OSS. Untuk usaha mikro dan kecil, tersedia panduan pendaftaran dan pengajuan perizinan melalui OSS sesuai dengan kategori usahanya.

Namun, perlu dipahami bahwa memiliki NIB bukan berarti otomatis semua jenis izin usaha sudah terpenuhi. Perizinan berikutnya dapat bergantung pada bidang usaha dan tingkat risiko kegiatan usaha tersebut. OSS sendiri membagi kegiatan usaha berdasarkan tingkat risiko yang menentukan izin serta kewajiban yang perlu dipenuhi.

Mengapa NIB Penting untuk Seller?

Bagi seller yang awalnya menjalankan bisnis secara sederhana, legalitas usaha mungkin terasa belum terlalu penting.

Namun, ketika bisnis mulai berkembang, kebutuhan legalitas biasanya ikut meningkat.

Beberapa manfaat NIB bagi pelaku usaha antara lain:

  1. Menjadi Identitas Resmi Usaha

NIB merupakan identitas pelaku usaha yang diterbitkan melalui OSS. Dengan memiliki NIB, bisnis memiliki identitas usaha yang tercatat secara resmi dalam sistem perizinan berusaha.

  1. Membantu Mengurus Perizinan Usaha

NIB menjadi bagian dari proses perizinan berusaha melalui OSS. Setelah memiliki NIB, pelaku usaha dapat melanjutkan pengurusan perizinan atau persyaratan lain yang diperlukan sesuai bidang dan tingkat risiko usahanya.

  1. Membantu Bisnis Terlihat Lebih Profesional

Legalitas juga dapat meningkatkan kesiapan bisnis ketika seller ingin bekerja sama dengan pihak lain, mengembangkan usaha, atau masuk ke peluang bisnis yang membutuhkan data legalitas.

Bisnis yang ingin naik kelas sebaiknya tidak hanya memikirkan omzet, tetapi juga mulai membangun fondasi usaha yang lebih rapi.

Pengertian HAKI

Pengertian HAKI
Pengertian HAKI

Selain legalitas usaha, seller juga perlu memikirkan perlindungan terhadap aset intelektual bisnis.

HAKI atau Hak Kekayaan Intelektual merupakan istilah yang digunakan untuk hak atas hasil olah pikir manusia yang memiliki nilai ekonomi.

Dalam praktik bisnis, kekayaan intelektual dapat berkaitan dengan berbagai hal seperti merek, hak cipta, paten, desain industri, dan bentuk kekayaan intelektual lainnya.

Salah satu yang paling relevan bagi banyak seller adalah merek.

Merek dapat menjadi identitas yang membedakan produk atau jasa sebuah bisnis dari kompetitor. Karena itu, semakin besar sebuah brand berkembang, semakin penting pula memikirkan perlindungan terhadap mereknya.

Apa Bedanya HAKI dan Merek?

Apa Bedanya HAKI dan Merek?
Apa Bedanya HAKI dan Merek?

HAKI adalah istilah yang lebih luas, sedangkan merek merupakan salah satu bagian dari kekayaan intelektual.

Jadi, ketika seller mengatakan ingin “mengurus HAKI”, sebenarnya perlu ditentukan terlebih dahulu jenis kekayaan intelektual apa yang ingin dilindungi.

Untuk brand yang menjual produk melalui marketplace, pembahasan HAKI sering kali berkaitan dengan pendaftaran merek.

Menurut DJKI, pendaftaran merek memiliki fungsi sebagai alat bukti bagi pemilik yang berhak atas merek, menjadi dasar penolakan terhadap merek yang sama atau memiliki persamaan pada pokoknya untuk barang/jasa sejenis, serta menjadi dasar untuk mencegah penggunaan merek yang sama atau memiliki persamaan pada pokoknya oleh pihak lain untuk barang/jasa sejenis.

Mengapa Pendaftaran Merek Penting untuk Bisnis?

Mengapa Pendaftaran Merek Penting untuk Bisnis?
Mengapa Pendaftaran Merek Penting untuk Bisnis?

Bayangkan seller sudah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk membangun sebuah brand.

Mulai dari membuat logo, desain kemasan, konten, iklan, mengumpulkan review, membangun pelanggan, sampai membuat brand semakin dikenal.

Lalu, ternyata ada pihak lain yang menggunakan nama yang sama atau memiliki merek yang sama/serupa untuk barang atau jasa sejenis.

Tentu situasi seperti ini bisa menjadi masalah.

Karena itu, perlindungan merek sebaiknya mulai dipikirkan sejak awal, terutama ketika seller sudah serius membangun brand.

  1. Memberikan Hak Eksklusif atas Merek Terdaftar

DJKI menjelaskan bahwa hak eksklusif atas merek diberikan negara melalui pendaftaran. Pemilik merek terdaftar memiliki hak untuk menggunakan mereknya sendiri, memberikan izin kepada pihak lain, dan melarang pihak lain menggunakan merek tersebut.

  1. Membantu Melindungi Identitas Brand

Nama brand bukan sekadar nama.

Bagi bisnis, nama tersebut dapat menjadi aset yang melekat pada produk, reputasi, pelanggan, dan aktivitas pemasaran.

DJKI juga menjelaskan bahwa merek dapat berfungsi sebagai identitas produk atau jasa, menambah nilai barang, menjadi aset tidak berwujud, serta mendukung pengembangan usaha.

  1. Menjadi Bagian dari Strategi Membangun Brand Jangka Panjang

Seller yang serius membangun brand sebaiknya tidak hanya fokus pada bagaimana mendapatkan penjualan hari ini.

Brand juga perlu dipersiapkan untuk berkembang dalam jangka panjang.

Ketika bisnis semakin besar, merek dapat menjadi salah satu aset penting yang memiliki nilai ekonomi bagi perusahaan.

NIB dan HAKI: Mana yang Harus Diurus Dulu?

NIB dan HAKI memiliki fungsi yang berbeda, sehingga keduanya tidak bisa dianggap sebagai pengganti satu sama lain.

NIB berkaitan dengan identitas dan perizinan berusaha.

Sementara itu, HAKI berkaitan dengan perlindungan kekayaan intelektual, yang jenis perlindungannya perlu disesuaikan dengan aset intelektual yang dimiliki.

Untuk seller yang baru membangun bisnis, langkah yang bisa dipertimbangkan adalah:

  1. Menentukan bidang dan kegiatan usaha.
  2. Mengurus NIB melalui OSS sesuai ketentuan yang berlaku.
  3. Menentukan aset kekayaan intelektual yang perlu dilindungi.
  4. Jika ingin melindungi brand, melakukan pengecekan merek terlebih dahulu.
  5. Mengajukan pendaftaran merek melalui sistem DJKI sesuai persyaratan.
  6. Menyimpan dan mengelola dokumen legalitas bisnis dengan baik.

DJKI juga menyediakan layanan dan panduan pendaftaran merek secara online. Sebelum mengajukan, pemilik usaha dapat melakukan penelusuran untuk mencari data merek pembanding agar dapat mempertimbangkan ketersediaan nama yang akan digunakan.

Jangan Tunggu Bisnis Besar untuk Mengurus Legalitas

Banyak seller baru memikirkan legalitas ketika bisnisnya sudah besar.

Padahal, semakin cepat fondasi bisnis disiapkan, semakin siap pula bisnis ketika menemukan peluang baru.

Misalnya ketika ingin:

  • Mengembangkan brand ke marketplace lain
  • Membangun kerja sama dengan perusahaan
  • Mengembangkan produk baru
  • Mengikuti peluang bisnis tertentu
  • Membangun brand secara lebih serius
  • Melindungi identitas brand dari penggunaan pihak lain

Legalitas memang bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan bisnis.

Namun, legalitas yang rapi dapat menjadi salah satu fondasi penting agar bisnis bisa berkembang dengan lebih terstruktur.

Bingung Mengurus NIB dan HAKI? Digifolium Kini Bisa Bantu!

Bingung Mengurus NIB dan HAKI? Digifolium Kini Bisa Bantu!
Bingung Mengurus NIB dan HAKI? Digifolium Kini Bisa Bantu!

Mengurus bisnis bukan hanya soal mengatur produk, pesanan, konten, dan iklan.

Ketika bisnis mulai berkembang, ada semakin banyak hal yang perlu diperhatikan—termasuk legalitas dan perlindungan brand.

Karena itu, Digifolium kini menghadirkan layanan Pembuatan NIB dan HAKI untuk membantu seller mempersiapkan kebutuhan legalitas bisnisnya.

Dengan layanan ini, seller tidak perlu mengurus semuanya sendirian dari awal.

Digifolium membantu proses pengurusan sesuai kebutuhan yang dipilih, sehingga seller dapat lebih fokus pada hal yang lebih penting: mengembangkan produk, mengelola bisnis, dan meningkatkan penjualan.

Saatnya Bangun Bisnis yang Bukan Cuma Laris, tapi Juga Lebih Siap Berkembang

Bisnis yang sehat bukan hanya bisnis yang menghasilkan omzet.

Bisnis yang sehat juga memiliki fondasi yang dipersiapkan untuk jangka panjang.

Mulai dari legalitas usaha melalui NIB hingga perlindungan kekayaan intelektual seperti merek, setiap langkah dapat membantu seller membangun bisnis yang lebih profesional.

Sudah punya brand dan mulai serius mengembangkan bisnis? Jangan tunggu sampai muncul masalah baru mengurus legalitas.

Hubungi Digifolium untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai layanan Pembuatan NIB dan HAKI.

Urus legalitasnya, lindungi brand-nya, dan fokus kembangkan bisnisnya bersama Digifolium!

 

[INSERT_ELEMENTOR id=”530″]

Produk Laris Kemerdekaan di Marketplace 2026

Produk Laris Kemerdekaan di Marketplace 2026

Produk Laris Kemerdekaan di Marketplace 2026 – digifolium.com. Setiap momen besar selalu menghadirkan peluang baru bagi para seller marketplace, termasuk Hari Kemerdekaan Indonesia. Menjelang tanggal 17 Agustus, minat masyarakat terhadap berbagai produk bertema kemerdekaan biasanya meningkat, mulai dari perlengkapan lomba, dekorasi, fashion merah putih, hingga kebutuhan acara kantor dan sekolah.

Bagi seller di Shopee, Tokopedia, Lazada, maupun TikTok Shop, momen ini bisa menjadi kesempatan untuk meningkatkan omzet. Namun, peluang tersebut hanya bisa dimanfaatkan jika toko sudah siap dari sisi produk, optimasi, hingga strategi promosi.

Lalu, produk apa saja yang paling laris saat momen kemerdekaan? Simak daftar lengkapnya berikut ini.

Daftar Produk Laris Jelang HUT RI di Marketplace

Daftar Produk Laris Jelang HUT RI di Marketplace
Daftar Produk Laris Jelang HUT RI di Marketplace
  1. Dekorasi Merah Putih

Produk dekorasi menjadi salah satu kategori yang paling banyak dicari menjelang 17 Agustus. Tidak hanya digunakan oleh sekolah, tetapi juga kantor, instansi pemerintahan, UMKM, hingga perumahan.

Contoh produk yang banyak dicari:

  • Bendera Merah Putih
  • Umbul-umbul
  • Dekorasi HUT RI
  • Balon Merah Putih
  • Banner Kemerdekaan
  • Backdrop Acara
  • Lampu Hias Outdoor
  • Kain Dekorasi Merah Putih

Tips:
Gunakan foto produk yang memperlihatkan hasil pemasangan agar calon pembeli lebih mudah membayangkan penggunaannya.

  1. Perlengkapan Lomba 17 Agustus

Lomba menjadi tradisi yang hampir selalu ada saat perayaan kemerdekaan. Hal ini membuat perlengkapan lomba mengalami peningkatan pencarian setiap tahunnya.

Produk yang berpotensi laris:

  • Karung Balap
  • Tali Tambang
  • Sendok Lomba Kelereng
  • Balon
  • Pita Garis Finish
  • Peluit
  • Medali
  • Piala
  • Hadiah Lomba

Semakin lengkap pilihan produk yang tersedia, semakin besar peluang pembeli melakukan checkout dalam satu toko.

  1. Fashion Bertema Merah Putih

Banyak masyarakat menggunakan pakaian bernuansa merah putih untuk mengikuti berbagai kegiatan kemerdekaan.

Beberapa produk yang banyak diminati:

  • Kaos Merah Putih
  • Jersey Kemerdekaan
  • Hijab Merah
  • Hijab Putih
  • Topi Merah Putih
  • Pin HUT RI
  • Aksesoris Kemerdekaan

Tambahkan variasi ukuran dan warna agar produk lebih mudah ditemukan di pencarian marketplace.

  1. Souvenir dan Merchandise Kemerdekaan

Banyak perusahaan, sekolah, hingga komunitas membutuhkan merchandise sebagai hadiah atau kenang-kenangan acara.

Produk yang bisa dijual antara lain:

  • Gantungan Kunci
  • Mug Custom
  • Tumbler
  • Totebag
  • Goodie Bag
  • Notebook
  • Pulpen Custom
  • Stiker HUT RI

Produk custom biasanya memiliki margin keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan produk biasa.

  1. Kemasan UMKM

Momentum kemerdekaan juga sering dimanfaatkan UMKM untuk membuat promo bertema merah putih.

Produk yang banyak dicari:

  • Paper Bag
  • Stiker Kemerdekaan
  • Box Snack
  • Cup Minuman
  • Label Produk
  • Pita Merah Putih
  • Kemasan Hampers

Seller yang menjual perlengkapan kemasan sebaiknya mulai meningkatkan stok sejak awal Agustus.

  1. Peralatan Acara

Banyak acara kemerdekaan membutuhkan perlengkapan pendukung.

Contohnya:

  • Tenda Lipat
  • Meja Lipat
  • Kursi Lipat
  • Speaker Portable
  • Mikrofon
  • Standing Banner
  • Tripod Banner

Kategori ini biasanya banyak dicari oleh panitia acara maupun instansi.

Tips Agar Produk Kemerdekaan Cepat Laris di Marketplace

Tips Agar Produk Kemerdekaan Cepat Laris di Marketplace
Tips Agar Produk Kemerdekaan Cepat Laris di Marketplace

Memiliki produk yang tepat saja belum cukup. Persaingan di marketplace semakin ketat sehingga seller perlu melakukan optimasi secara menyeluruh.

  1. Gunakan Keyword yang Banyak Dicari

Optimalkan judul produk menggunakan kata kunci yang relevan, misalnya:

  • Bendera Merah Putih
  • Dekorasi 17 Agustus
  • Perlengkapan Lomba 17 Agustus
  • Kaos Merah Putih
  • Hadiah Lomba
  • Umbul Umbul Merah Putih

Judul yang mengandung keyword akan lebih mudah muncul di hasil pencarian marketplace.

  1. Upload Produk Lebih Awal

Jangan menunggu mendekati tanggal 17 Agustus.

Idealnya produk sudah aktif sejak akhir Juli atau awal Agustus agar marketplace memiliki waktu untuk mengindeks produk dan mengumpulkan performa penjualan.

  1. Optimalkan Foto Produk

Gunakan foto yang:

  • Terang
  • Resolusi tinggi
  • Menampilkan detail produk
  • Memiliki variasi sudut pengambilan gambar
  • Menampilkan contoh penggunaan produk

Foto yang menarik dapat meningkatkan peluang klik dan konversi.

  1. Manfaatkan Iklan Marketplace

Saat momen campaign, persaingan akan meningkat.

Menggunakan Shopee Ads, Tokopedia Ads, maupun TikTok Shop Ads dapat membantu produk tampil di posisi yang lebih strategis sehingga peluang mendapatkan order juga meningkat.

Pastikan strategi iklan disesuaikan dengan produk, target pasar, serta budget yang dimiliki agar hasilnya lebih optimal.

  1. Ikuti Program Campaign Marketplace

Marketplace biasanya menghadirkan berbagai program khusus menjelang Hari Kemerdekaan.

Mengikuti campaign dapat membantu meningkatkan visibilitas toko sekaligus menarik lebih banyak pembeli melalui promo yang sedang berlangsung.

  1. Pastikan Stok Selalu Aman

Tidak sedikit seller kehilangan peluang karena stok habis di tengah campaign.

Lakukan perhitungan stok berdasarkan tren penjualan tahun sebelumnya dan siapkan cadangan agar toko tetap bisa menerima pesanan selama periode ramai.

Maksimalkan Momentum Kemerdekaan Bersama Digifolium

<yoastmark class=

Momentum Hari Kemerdekaan hanya datang satu kali dalam setahun. Sayang jika peluang tersebut terlewat karena toko belum dioptimasi atau strategi iklan kurang maksimal.

Jika kamu ingin fokus mengembangkan bisnis tanpa repot mengurus marketplace setiap hari, Digifolium siap membantu melalui layanan:

  • Optimasi Marketplace (Shopee, Tokopedia, Lazada, dan TikTok Shop)
  • Jasa Iklan Marketplace
  • Optimasi Judul & SEO Produk
  • Riset Keyword Marketplace
  • Desain Banner dan Foto Produk
  • Dekorasi Toko Marketplace
  • Analisis Performa dan Strategi Scale Up

Dengan strategi yang tepat, peluang produk muncul di pencarian, mendapatkan klik, hingga menghasilkan penjualan akan semakin besar.

Yuk, maksimalkan momen campaign berikutnya bersama Digifolium! 

Fokus mengembangkan bisnis, biarkan tim Digifolium membantu mengelola dan mengoptimalkan marketplace agar omzet bisnismu terus bertumbuh.

 

[INSERT_ELEMENTOR id=”530″]

 

Lakukan 3 Hal Ini di Tokomu Agar Tetap Cuan saat Ditinggal Mudik!

Lakukan 3 Hal Ini di Tokomu Agar Tetap Cuan saat Ditinggal Mudik!

Lakukan 3 Hal Ini di Tokomu Agar Tetap Cuan saat Ditinggal Mudik! – digifolium.com. Momen libur panjang selalu menjadi pedang bermata dua bagi para pemilik toko online. Di satu sisi, momen seperti Hari Raya Idul Adha yang disertai dengan rincian cuti bersama resmi dari pemerintah adalah waktu yang sangat dinantikan untuk beristirahat, berkumpul bersama keluarga besar, dan menikmati hasil kerja keras selama ini. 

Namun, di sisi lain, bagi seorang marketplace seller, libur panjang sering kali mendatangkan kecemasan tersendiri. Pertanyaan-pertanyaan seperti “Bagaimana nasib operasional toko nanti?”, “Apakah chat pembeli akan terbengkalai?”, hingga “Bagaimana kalau toko kena penalti karena pengiriman telat?” kerap kali membayangi pikiran para owner.

Kecemasan ini sangat beralasan. Ketika tim operasional, admin customer service, hingga tim gudang mengambil hak mereka untuk mudik dan menikmati libur Idul Adha, roda bisnis tokomu terancam mandek. Jika toko dibiarkan begitu saja tanpa persiapan, performa toko bisa langsung terjun bebas hanya dalam hitungan hari. Skor performa chat yang menurun atau tumpukan pesanan yang terlambat dikirim bisa membuat algoritma Shopee maupun TikTok Shop “menghukum” tokomu dengan menurunkan visibilitas produk di halaman pencarian.

Tapi tenang, kamu tidak perlu mengorbankan waktu liburanmu atau terpaksa menahan karyawan tidak mudik demi menjaga kestabilan toko. Solusi terbaiknya bukan mematikan toko, melainkan membangun sistem yang membuatnya berjalan secara auto-pilot. Dengan memanfaatkan teknologi dan ekosistem digital saat ini, kamu bisa berlibur dengan tenang tanpa takut kehilangan momentum penjualan.

Berikut adalah 3 hal krusial yang wajib kamu lakukan di tokomu supaya tetap cuan dan aman meskipun ditinggal mudik karyawan!

  1. Maksimalkan Fitur Otomatisasi Balas Chat dan Auto-Reply

Maksimalkan Fitur Otomatisasi Balas Chat dan Auto-Reply
Maksimalkan Fitur Otomatisasi Balas Chat dan Auto-Reply

Salah satu metrik paling sensitif di marketplace seperti Shopee dan TikTok Shop adalah persentase membalas chat (Chat Response Rate). Ketika admin tokomu mudik dan tidak ada yang memegang aplikasi seller, chat yang masuk dari calon pembeli akan menumpuk. 

Jika dibiarkan tidak terbalas dalam waktu 24 jam, metrik tokomu akan langsung memburuk, yang berujung pada turunnya reputasi tokomu di mata algoritma.

Untuk mengatasinya, kamu wajib mengoptimalkan fitur otomatisasi marketplace sebelum hari libur tiba:

  • Aktifkan Asisten Chat / Auto-Reply: Susun kalimat balasan otomatis yang informatif, transparan, namun tetap ramah. Beritahu calon pembeli secara jujur mengenai kondisi operasional tokomu selama libur Idul Adha dan cuti bersama.
  • Gunakan Fitur FAQ (Frequently Asked Questions): Buat daftar pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh pembeli, seperti ketersediaan stok, detail ukuran, atau jadwal pengiriman terupdate. Masukkan jawaban instan agar sistem bisa langsung menyelesaikannya tanpa bantuan manusia.

Contoh Template Chat Auto-Reply yang Ramah: “Halo Kak! Terima kasih telah menghubungi [Nama Tokomu]. Menyambut Hari Raya Idul Adha dan cuti bersama, operasional admin kami sedang libur mulai tanggal [Tanggal] hingga [Tanggal].

Toko kami TETAP MENERIMA PESANAN secara otomatis. Seluruh pesanan yang masuk selama periode libur ini akan diprioritaskan untuk dikirim serentak pada tanggal [Tanggal Mulai Masuk]. > Untuk informasi ketersediaan produk, stok yang tertera di etalase selalu up-to-date ya Kak, silakan langsung diorder! Selamat merayakan Idul Adha! ✨“

  1. Amankan Trafik dengan Migrasi ke Fitur Iklan Otomatis (GMV Max / Kompas Iklan)

Amankan Trafik dengan Migrasi ke Fitur Iklan Otomatis (GMV Max / Kompas Iklan)
Amankan Trafik dengan Migrasi ke Fitur Iklan Otomatis (GMV Max / Kompas Iklan)

Kesalahan fatal yang sering dilakukan oleh banyak owner toko online saat liburan adalah mematikan seluruh iklan berbayar karena takut boncos tidak ada yang memantau. Mematikan iklan secara total akan memutus aliran trafik masuk ke tokomu. Akibatnya, saat liburan selesai dan tokomu kembali beroperasi normal, kamu harus membangun momentum dan memancing algoritma dari nol lagi—proses yang memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit.

Strategi jualan di shopee dan TikTok Shop yang benar saat liburan adalah bukan mematikan iklan, melainkan mengubah metodenya dari manual ke otomatis. Manfaatkan iklan gmv max tiktok shop atau fitur optimasi otomatis di Shopee Ads.

Fitur otomatisasi ini menggunakan kecerdasan buatan (AI) milik marketplace untuk mencari audiens yang paling berpotensi melakukan pembelian berdasarkan data historis tokomu. Kamu hanya perlu menetapkan batas anggaran harian (daily budget) yang aman dan rasional agar pengeluaran tetap terkontrol. Dengan begitu, iklan akan tetap bekerja mencari cuan di latar belakang secara mandiri tanpa perlu dipantau ketat setiap jam oleh tim iklanmu yang sedang di perjalanan mudik.

  1. Atur Strategi Batas Pengiriman dan Manajemen Stok Khusus

Atur Strategi Batas Pengiriman dan Manajemen Stok Khusus
Atur Strategi Batas Pengiriman dan Manajemen Stok Khusus

Masalah terbesar saat libur panjang bukan hanya absennya tim gudang yang melakukan packing, tetapi juga operasional pihak ekspedisi atau kurir logistik yang biasanya ikut libur atau mengalami keterlambatan operasional. 

Jika kamu salah mengelola ekspektasi waktu pengiriman, tokomu akan kebanjiran komplain dan pengajuan pembatalan dari pembeli.

Untuk mengelola toko saat libur agar tetap aman, lakukan penyesuaian pada manajemen pengiriman tokomu:

  • Gunakan Fitur Pre-Order (PO) Secara Selektif: Jika tokomu tetap ingin membuka penjualan pada produk-produk best seller, ubah status produk tersebut menjadi Pre-Order (PO) khusus untuk memperpanjang masa pengemasan di dashboard agar tidak melewati batas waktu reguler marketplace. Ini akan menghindarkan tokomu dari poin penalti akibat keterlambatan pengiriman.
  • Batasi Stok Etalase Hanya pada Produk yang Mudah Di-packing: Jika kamu terpaksa mengurus beberapa orderan sendirian tanpa tim gudang, batasi stok produk yang rumit dikemas. Fokuskan stok pada produk ringan yang praktis pengemasannya sehingga kamu bisa menanganinya dengan cepat di sela-sela waktu liburanmu.
  • Buat Pengumuman Jelas di Banner Toko: Pasang pengumuman visual di halaman utama toko mengenai batas maksimal order agar bisa dikirim sebelum libur (misal: “Order sebelum H-2 Idul Adha dikirim di hari yang sama, selebihnya dikirim H+2 setelah cuti bersama”).

Kesimpulan: Bisnis yang Sehat adalah Bisnis yang Tersistem

Menikmati momen libur Idul Adha dan membiarkan karyawan berkumpul bersama keluarga adalah bagian dari menjaga kebahagiaan tim dan kelangsungan bisnis jangka panjang. Bisnis online yang sehat bukanlah bisnis yang menuntut pemilik atau karyawannya bekerja 24 jam tanpa henti, melainkan bisnis yang sistem operasionalnya tetap mampu berjalan menghasilkan profit meskipun ditinggal rehat sejenak.

Dengan menerapkan tiga langkah optimasi di atas—memaksimalkan auto-reply chat, memanfaatkan fitur iklan otomatis seperti GMV Max, serta melakukan penyesuaian durasi pengiriman—tokomu akan tetap aman dari penalti, trafik toko terjaga, dan pundi-pundi cuan tetap mengalir masuk ke rekening tokomu secara otomatis.

Ingin Tokomu Tetap Auto-Pilot dan Melejit Sepanjang Tahun? Hubungi Digifolium Sekarang Juga!

Ingin Tokomu Tetap Auto-Pilot dan Melejit Sepanjang Tahun? Hubungi Digifolium Sekarang Juga!
Ingin Tokomu Tetap Auto-Pilot dan Melejit Sepanjang Tahun? Hubungi Digifolium Sekarang Juga!

Mempersiapkan sistem toko online agar tetap menghasilkan cuan maksimal memang membutuhkan strategi yang matang dan pemahaman mendalam tentang algoritma marketplace terbaru. Jika kamu sebagai owner ingin fokus pada pengembangan produk skala besar dan menyerahkan pengelolaan toko, optimasi toko, hingga manajemen iklan (ads) kepada tim profesional, Digifolium siap membantumu!

Sebagai Shopee Certified Enabler resmi, Digifolium memiliki tim ahli yang siap mendampingi dan mengelola tokomu agar terus bertumbuh secara konsisten, baik di hari kerja maupun di musim liburan. Hubungi tim Digifolium sekarang untuk konsultasi strategis gratis mengenai toko onlinemu!

 

[INSERT_ELEMENTOR id=”530″]

Strategi Jualan Produk Non-Kurban di Shopee dan Tiktok Shop

Strategi Jualan Produk Non-Kurban di Shopee dan Tiktok Shop

Strategi Jualan Produk Non-Kurban di Shopee dan Tiktok Shop –  digifolium.com. Menjelang Idul Adha, banyak seller langsung berpikir: “Harus jual hewan kurban biar bisa cuan.”
Padahal faktanya, gak semua seller punya akses, modal, atau kesiapan untuk masuk ke kategori tersebut.

Menariknya, justru ada peluang besar dari produk non-kurban yang ikut naik saat Idul Adha dan seringkali lebih mudah dijalankan, lebih fleksibel, serta punya margin yang lebih terkontrol.

Sayangnya, masih banyak seller yang melewatkan momen ini. Mereka hanya ikut ramai tanpa strategi, atau sekadar menaikkan iklan tanpa memahami perilaku pembeli di momen Idul Adha.

Padahal, di marketplace seperti Shopee dan TikTok Shop, momen musiman seperti ini bisa jadi salah satu booster penjualan terbesar… kalau kamu tahu cara memaksimalkannya.

Di artikel ini, kita akan bahas strategi jualan saat Idul Adha di Shopee dan TikTok Shop, mulai dari ide produk sampai tips praktis yang bisa langsung kamu terapkan.

Kenapa Produk Non-Kurban Ikut Laris Saat Idul Adha?

Kenapa Produk Non-Kurban Ikut Laris Saat Idul Adha?
Kenapa Produk Non-Kurban Ikut Laris Saat Idul Adha?

Idul Adha identik dengan aktivitas memasak, berbagai makanan, dan menyimpan stok daging. Dari sini, muncul lonjakan kebutuhan untuk berbagai produk pendukung.

Artinya, kamu gak harus jual kambing atau sapi untuk dapat cuan. Dengan strategi yang tepat, jualan produk non-kurban saat Idul Adha justru bisa lebih sustain dan scalable.

Rekomendasi Produk Non-Kurban yang Laris Saat Idul Adha

Rekomendasi Produk Non-Kurban yang Laris Saat Idul Adha
Rekomendasi Produk Non-Kurban yang Laris Saat Idul Adha

 

Berikut beberapa kategori produk yang biasanya mengalami peningkatan:

1. Bumbu Masak & Marinasi

Permintaan bumbu rendang, sate, dan olahan daging meningkat drastis.

2. Alat Masak & BBQ

Seperti grill, tusuk sate, hingga alat bakar portable.

3. Kemasan Makanan

Box makanan, plastik vacuum, dan packaging untuk distribusi daging kurban.

4. Freezer & Penyimpanan

Chest freezer, plastik ziplock, dan wadah penyimpanan.

5. Peralatan Dapur

Pisau daging, talenan, hingga sarung tangan food grade.

Strategi Jualan di Shopee & TikTok Shop Saat Idul Adha

Strategi Jualan di Shopee & TikTok Shop Saat Idul Adha
Strategi Jualan di Shopee & TikTok Shop Saat Idul Adha

Supaya gak cuma ikut tren, tapi juga menghasilkan, ini beberapa strategi jualan marketplace saat Idul Adha yang bisa langsung kamu terapkan:

  1. Optimasi Judul Produk dengan Keyword Idul Adha

Gunakan kata kunci seperti:

  • “bumbu sate Idul Adha”
  • “alat BBQ kurban”
  • “plastik daging kurban”

Ini penting untuk meningkatkan pencarian di Shopee dan TikTok Shop.

👉 Contoh:
“Bumbu Sate Siap Pakai untuk Idul Adha | Marinasi Daging Kurban”

  1. Maksimalkan Visual Produk

Di kategori seperti makanan dan alat dapur, visual sangat menentukan.

Tips:

  • Gunakan foto close-up yang menggugah selera
  • Tambahkan konteks Idul Adha (daging, sate, suasana bakar-bakar)
  • Uji beberapa variasi foto (A/B testing)
  1. Bundling Produk untuk Naikkan AOV

Daripada jual satuan, coba buat bundling:

  • Bumbu + tusuk sate
  • Plastik + sarung tangan
  • BBQ set + arang

Strategi ini efektif untuk meningkatkan nilai transaksi (AOV).

  1. Manfaatkan Momentum Live Streaming (TikTok Shop)

Live streaming bisa bantu dorong penjualan, terutama untuk produk yang butuh demonstrasi.

Contoh:

  • Demo masak daging kurban
  • Review alat BBQ
  • Edukasi cara simpan daging yang benar

👉 Tapi ingat, live tanpa optimasi produk = hasilnya gak maksimal.

  1. Perkuat Review & Social Proof

Menjelang momen besar, pembeli cenderung lebih selektif.

Pastikan:

  • Review produk terlihat jelas
  • Rating tinggi ditampilkan di visual
  • Tambahkan testimoni di deskripsi
  1. Siapkan Stok & Operasional

Jangan sampai momentum hilang karena:

  • Stok habis
  • Pengiriman telat
  • Packing asal

Tips:

  • Prediksi lonjakan permintaan
  • Siapkan tim tambahan kalau perlu
  • Gunakan SOP packing yang rapi

Kesalahan Seller Saat Idul Adha yang Harus Dihindari

Banyak seller gagal memaksimalkan momen karena:

  • Asal ikut tren tanpa riset produk
  • Tidak optimasi listing (judul & foto seadanya)
  • Mengandalkan iklan tanpa persiapan produk
  • Tidak siap operasional saat order naik

Padahal, strategi jualan saat Idul Adha di Shopee dan TikTok Shop bukan cuma soal traffic, tapi kesiapan toko secara keseluruhan.

Kesimpulan: Jangan Cuma Ikut Ramai, Tapi Siap Bertumbuh

Kesimpulan: Jangan Cuma Ikut Ramai, Tapi Siap Bertumbuh
Kesimpulan: Jangan Cuma Ikut Ramai, Tapi Siap Bertumbuh

Idul Adha adalah momentum besar—tapi bukan sekadar soal ikut tren atau berharap traffic naik.

Yang membedakan seller yang “cuma ramai” dan yang benar-benar growth adalah:
👉 strategi yang tepat
👉 eksekusi yang rapi
👉 dan kesiapan toko secara menyeluruh

Kalau kamu merasa:

  • sudah coba berbagai cara tapi hasil belum maksimal
  • iklan jalan tapi belum efisien
  • atau bingung mau mulai dari mana untuk scale up

Mungkin yang kamu butuhkan bukan sekadar “coba lagi”… tapi strategi yang lebih terarah.

Digifolium siap bantu kamu mulai dari optimasi toko, strategi iklan (Shopee & TikTok Shop), sampai scale up bisnis secara lebih terukur.

Kalau kamu mau diskusi atau konsultasi, langsung aja hubungi tim Digifolium ya.

Siapa tau, momentum Idul Adha ini jadi titik balik growth bisnismu 🚀

 

[INSERT_ELEMENTOR id=”530″]

Update Terbaru TikTok Shop 1 Mei 2026: Biaya Logistik Baru

Update Terbaru TikTok Shop 1 Mei 2026: Biaya Logistik Baru

Update Terbaru TikTok Shop 1 Mei 2026: Biaya Logistik Baru – digifolium.com. Dunia social commerce di Indonesia kembali dikejutkan dengan kebijakan terbaru dari TikTok Shop. Setelah sebelumnya para seller harus menyesuaikan diri dengan kenaikan biaya komisi dan biaya admin, kini tantangan baru muncul di depan mata. Mulai 1 Mei 2026, TikTok Shop secara resmi menerapkan kebijakan Biaya Layanan Logistik baru yang berpotensi memotong keuntungan hingga Rp3.000 per pesanan.

Bagi kamu para pelaku UMKM dan pemilik brand di TikTok, kebijakan ini bukan sekadar informasi lewat. Jika tidak diantisipasi dengan perhitungan harga yang presisi, margin keuntungan yang sudah tipis bisa semakin tergerus, bahkan berisiko mengalami kerugian operasional.

Dalam artikel ini, kita akan bedah secara tuntas apa itu biaya layanan logistik terbaru, bagaimana dampaknya bagi bisnis kamu, dan strategi apa yang harus kalian lakukan agar profit tetap terjaga.

Apa Itu Biaya Layanan Logistik TikTok Shop?

Berbeda dengan ongkos kirim (ongkir) yang biasanya dibebankan kepada pembeli atau disubsidi lewat voucher, Biaya Layanan Logistik ini adalah biaya tambahan yang dibebankan kepada seller untuk mendukung optimalisasi operasional pengiriman di platform.

Mulai 1 Mei 2026, biaya ini tidak lagi bersifat flat, melainkan dihitung berdasarkan beberapa variabel dinamis, yaitu:

  1. Persentase Ongkir: Proporsi dari total biaya pengiriman.
  2. Berat Paket: Semakin berat produk yang kamu jual, semakin besar potensi biayanya.
  3. Jarak Pengiriman: Lokasi gudang seller ke alamat pembeli kini menjadi faktor penentu.

Artinya, setiap ada pesanan masuk, saldo penjual kamu akan otomatis terpotong untuk biaya ini. Secara nominal, tambahan biaya ini berkisar antara Rp100 hingga Rp3.000 per order.

Mengapa Kebijakan Ini Menjadi “Lampu Kuning” bagi Seller?

Mengapa Kebijakan Ini Menjadi "Lampu Kuning" bagi Seller?
Mengapa Kebijakan Ini Menjadi “Lampu Kuning” bagi Seller?

Mungkin bagi sebagian orang, angka Rp3.000 terdengar kecil. Namun, jika kamu adalah seller dengan volume penjualan tinggi atau menjual produk dengan harga terjangkau (low-ticket items), kebijakan ini bisa menjadi mimpi buruk.

Berikut adalah beberapa dampak nyata yang perlu kalian waspadai:

  • Margin Makin Tipis: Untuk produk dengan profit bersih di bawah Rp10.000, potongan Rp3.000 berarti kehilangan 30% dari keuntungan bersih.
  • Risiko Profit Minus: Jika kamu tidak menghitung biaya retur dan biaya operasional lainnya, ada kemungkinan biaya yang dikeluarkan untuk menjual barang justru lebih besar dari pemasukan.
  • Beban Berat bagi UMKM: Seller kecil yang belum memiliki kontrak khusus dengan ekspedisi atau volume besar akan paling merasakan dampak dari kenaikan biaya per item ini.

Struktur Biaya yang Harus Kamu Perhatikan

Struktur Biaya yang Harus Kamu Perhatikan
Struktur Biaya yang Harus Kamu Perhatikan

Sebelum melangkah ke strategi, mari kita bedah komponen biaya yang kini melekat pada setiap transaksi di TikTok Shop per Mei 2026:

  1. Komisi Platform (Marketplace Fee): Berkisar antara 6% hingga 10% tergantung kategori produk.
  2. Komisi Dinamis: Biaya tambahan sekitar 4% hingga 6%.
  3. Biaya Proses Order: Biaya tetap sekitar Rp1.250 per pesanan.
  4. Biaya Layanan Logistik (Terbaru): Tambahan Rp100 hingga Rp3.000 per pesanan.
  5. Buffer Retur: Disarankan menyisihkan 5% hingga 10% dari omzet untuk menanggung risiko barang kembali.

Jika dijumlahkan, total potongan dari platform bisa mencapai 15% hingga 20% dari harga jual. Apakah harga produk kamu saat ini sudah sanggup menanggung beban ini?

Strategi Menghadapi Kenaikan Biaya: Langkah Demi Langkah

Strategi Menghadapi Kenaikan Biaya: Langkah Demi Langkah
Strategi Menghadapi Kenaikan Biaya: Langkah Demi Langkah

Jangan panik! Setiap perubahan kebijakan selalu membawa peluang bagi seller yang cepat beradaptasi. Berikut adalah panduan yang bisa kalian terapkan segera:

1. Lakukan Audit Harga (Price Adjustment)

Kamu tidak bisa lagi menggunakan harga lama jika ingin bisnis tetap sehat. Lakukan kenaikan harga secara bertahap. Rekomendasinya adalah menaikkan harga maksimal 3% dari harga awal. Kenaikan kecil ini biasanya tidak terlalu disadari oleh konsumen, namun sangat berarti untuk menutupi biaya logistik baru.

2. Optimasi Packaging dan Berat Produk

Karena biaya logistik kini bergantung pada berat, saatnya kalian melakukan efisiensi kemasan.

  • Gunakan box yang pas dengan ukuran produk (jangan gunakan box terlalu besar yang menambah berat volume).
  • Pertimbangkan beralih ke polymailer jika produk tidak pecah belah untuk mengurangi berat kotor.
  • Pastikan input berat produk di sistem akurat hingga satuan gram terkecil.

3. Pantau Pergerakan Kompetitor

Sebelum menaikkan harga, pastikan kamu melakukan riset pasar. Jika semua kompetitor di ceruk pasar yang sama juga menaikkan harga, maka posisi kamu tetap aman. Namun, jika harga pasar tetap rendah, kamu perlu menonjolkan Unique Selling Point (USP) agar pembeli tetap memilih toko kalian meskipun harganya sedikit lebih mahal.

4. Fokus pada Paket Bundling

Salah satu cara mengakali biaya per order adalah dengan meningkatkan Average Order Value (AOV). Daripada menjual satu barang dengan potongan biaya Rp3.000, lebih baik menjual 3 barang dalam satu paket (bundling) dengan potongan biaya logistik yang tetap sama (atau hanya naik sedikit karena berat). Dengan begitu, biaya logistik per item menjadi lebih murah.

Kesimpulan

Kebijakan baru TikTok Shop per 1 Mei 2026 ini memang menuntut kita untuk lebih “melek” angka. Bisnis yang bertahan bukanlah bisnis yang penjualannya paling banyak, melainkan bisnis yang mampu mengelola margin dengan efisien.

Segera hitung ulang harga jual kamu, perbaiki sistem pengemasan, dan jangan ragu untuk melakukan penyesuaian harga demi keberlangsungan bisnis jangka panjang. Tetap semangat para seller, mari kita jadikan tantangan ini sebagai batu loncatan untuk mengelola toko dengan lebih profesional!

Butuh bantuan dalam mengelola operasional toko atau optimasi konten agar tetap profit di tengah gempuran biaya baru? Digifolium siap menjadi partner strategis kalian dalam menaklukkan ekosistem marketplace Indonesia.

 

[INSERT_ELEMENTOR id=”530″]

Digifolium Resmi Menjadi Shopee Certified Enabler

Digifolium Resmi Menjadi Shopee Certified Enabler

Digifolium Resmi Menjadi Shopee Certified Enabler – digifolium.com. Kabar membanggakan datang dari Digifolium. Kini Digifolium resmi menjadi Shopee Certified Enabler, sebuah pengakuan langsung dari Shopee atas kualitas strategi, performa, dan pengalaman dalam membantu brand berkembang di marketplace.

Pencapaian ini bukan sekadar gelar. Sertifikasi ini menunjukkan bahwa Digifolium telah memenuhi standar tinggi dalam membantu seller meningkatkan performa toko, mengoptimalkan iklan, hingga melakukan scale penjualan secara konsisten.

Dengan sertifikasi ini, Digifolium semakin memperkuat posisinya sebagai partner terpercaya untuk seller yang ingin berkembang di Shopee, TikTok Shop, dan Lazada.

Dipercaya Ribuan Klien di Seluruh Indonesia

Selama lebih dari 5 tahun, Digifolium telah membantu ribuan bisnis dari berbagai industri untuk berkembang di marketplace. Pengalaman ini menjadi fondasi kuat dalam menyusun strategi yang tepat dan berbasis data.

Hingga saat ini, Digifolium telah mencatatkan pencapaian:

  • 5+ Tahun Pengalaman dalam digital marketing marketplace
  • 2.500++ Klien dari berbagai kategori bisnis
  • 3.200++ Toko Teroptimasi di seluruh Indonesia

Angka ini bukan sekadar statistik, tetapi bukti nyata bahwa Digifolium telah dipercaya oleh banyak brand untuk mengelola dan mengembangkan bisnis mereka secara berkelanjutan.

Sebagai Shopee Certified Enabler, Digifolium menyediakan berbagai layanan yang dirancang untuk membantu seller scale lebih cepat dan stabil.

Jasa Dekorasi Shopee (Spesialis Shopee)

Jasa Dekorasi Shopee (Spesialis Shopee)
Jasa Dekorasi Shopee (Spesialis Shopee)

Salah satu kekuatan utama Digifolium terletak pada jasa dekorasi Shopee. Banyak seller belum menyadari bahwa tampilan toko memiliki pengaruh besar terhadap keputusan pembelian. Toko yang terlihat profesional cenderung lebih dipercaya dan memiliki tingkat konversi yang lebih tinggi.

Digifolium membantu mengoptimalkan tampilan toko Shopee secara menyeluruh, mulai dari desain banner, layout homepage, hingga strategi penempatan produk best seller. Selain itu, Digifolium juga membantu menyusun kategori produk yang lebih rapi dan mudah dinavigasi oleh calon pembeli.

Dengan dekorasi Shopee yang optimal, toko tidak hanya terlihat lebih profesional, tetapi juga mampu meningkatkan kepercayaan pembeli, memperpanjang waktu kunjungan toko, dan meningkatkan konversi penjualan secara signifikan.

Tidak heran jika banyak seller memilih Digifolium sebagai partner untuk optimasi toko Shopee mereka.

Jasa Iklan Marketplace Shopee, TikTok Shop, dan Lazada

Jasa Iklan Marketplace Shopee, TikTok Shop, dan Lazada
Jasa Iklan Marketplace Shopee, TikTok Shop, dan Lazada

Selain dekorasi toko, Digifolium juga menyediakan layanan pengelolaan iklan marketplace secara profesional. Persaingan yang semakin ketat membuat strategi iklan menjadi faktor penting dalam meningkatkan visibilitas produk.

Digifolium membantu seller dalam merancang strategi iklan mulai dari riset produk potensial, optimasi keyword, hingga scale budget secara bertahap. Semua strategi dilakukan berdasarkan data performa toko agar hasilnya lebih optimal dan efisien.

Pengelolaan iklan ini mencakup:

  • Shopee Ads
  • TikTok Shop Ads
  • Lazada Ads

Dengan strategi yang tepat, seller dapat meningkatkan traffic, memperbesar peluang konversi, dan scale penjualan secara konsisten.

Jasa Foto Produk untuk Meningkatkan Konversi

Selain strategi dan iklan, visual produk juga memainkan peran penting dalam menarik perhatian pembeli. Digifolium menyediakan layanan foto produk profesional yang disesuaikan dengan kebutuhan marketplace.

Foto produk yang menarik dapat meningkatkan CTR, memperkuat branding, serta membantu produk lebih menonjol dibanding kompetitor. Digifolium membantu membuat foto katalog, foto lifestyle, hingga visual hero product yang lebih menarik dan profesional.

Jasa Meta Ads untuk Meningkatkan Trafik

Jasa Meta Ads untuk Meningkatkan Trafik
Jasa Meta Ads untuk Meningkatkan Trafik

Untuk mendukung performa marketplace, Digifolium juga menyediakan layanan Meta Ads. Strategi ini digunakan untuk mendatangkan traffic tambahan dari luar marketplace seperti Facebook dan Instagram.

Dengan strategi funnel marketing dan retargeting yang tepat, Meta Ads dapat membantu meningkatkan awareness brand sekaligus mendorong penjualan di marketplace.

Jasa Pendukung Marketplace Lainnya

Selain layanan utama, Digifolium juga menyediakan berbagai jasa pendukung lainnya seperti optimasi judul produk, strategi promo, analisa performa toko, hingga konsultasi scale bisnis marketplace.

Semua layanan ini dirancang untuk membantu seller berkembang secara menyeluruh, bukan hanya sekadar meningkatkan traffic, tetapi juga meningkatkan omzet secara berkelanjutan.

Kenapa Harus Digifolium?

Kenapa Harus Digifolium?
Kenapa Harus Digifolium?

Sebagai Shopee Certified Enabler, Digifolium memiliki pengalaman dan strategi yang sudah terbukti. Dengan pendekatan berbasis data dan pengalaman menangani ribuan klien, Digifolium mampu membantu seller mengatasi berbagai tantangan di marketplace.

Jika saat ini kamu mengalami omzet yang stuck, iklan belum maksimal, atau ingin scale bisnis marketplace, Digifolium bisa menjadi partner yang tepat.

Saatnya scale bisnis kamu lebih cepat bersama Digifolium 🚀

 

[INSERT_ELEMENTOR id=”530″]

Per 2 Mei 2026, Biaya Gratis Ongkir XTRA Shopee Naik 9,5%

Per 2 Mei 2026, Biaya Gratis Ongkir XTRA Shopee Naik 9,5%

Per 2 Mei 2026, Biaya Gratis Ongkir XTRA Shopee Naik 9,5% – digifolium.com. Mulai 2 Mei 2026, Shopee Indonesia kembali melakukan kenaikan biaya layanan Program Gratis Ongkir XTRA bagi penjual. Kenaikan ini berlaku untuk beberapa kategori produk (E–H) dengan estimasi tarif 6,00% hingga 9,50% per pesanan.

Perubahan ini tentu menjadi perhatian bagi para seller, terutama karena biaya layanan Gratis Ongkir XTRA langsung memotong margin keuntungan dari setiap transaksi yang berhasil diselesaikan.

Dengan adanya kebijakan terbaru ini, penjual disarankan untuk meninjau ulang harga jual, strategi iklan, dan margin keuntungan agar bisnis tetap sehat dan berkelanjutan.

Lalu, bagaimana detail perubahan biaya Gratis Ongkir XTRA terbaru? Simak penjelasan lengkap berikut ini.

Apa Itu Program Gratis Ongkir XTRA Shopee dan Biaya Layanannya?

Apa Itu Program Gratis Ongkir XTRA Shopee dan Biaya Layanannya?
Apa Itu Program Gratis Ongkir XTRA Shopee dan Biaya Layanannya?

Program Gratis Ongkir XTRA Shopee adalah program yang memberikan kesempatan bagi penjual untuk menawarkan promo Gratis Ongkir kepada pembeli guna meningkatkan daya tarik toko dan potensi penjualan.

Penjual yang telah memenuhi kriteria dapat mengajukan pendaftaran Program Gratis Ongkir XTRA. Namun, setelah bergabung, penjual akan dikenakan biaya layanan Gratis Ongkir XTRA pada setiap pesanan yang berhasil diselesaikan.

Hal penting yang perlu diketahui:

  • Biaya layanan tidak dibebankan pada ongkos kirim
  • Tidak dibebankan pada diskon atau voucher yang ditanggung penjual
  • Biaya tetap dikenakan pada semua pesanan yang terselesaikan, baik menggunakan voucher Gratis Ongkir XTRA maupun tidak

Artinya, meskipun pembeli tidak menggunakan voucher gratis ongkir, penjual tetap dikenakan biaya layanan selama masih mengikuti program tersebut.

Inilah yang membuat seller perlu lebih berhati-hati dalam mengatur margin produk dan strategi harga.

Rincian Kenaikan Biaya Gratis Ongkir XTRA Shopee Per 2 Mei 2026

Rincian Kenaikan Biaya Gratis Ongkir XTRA Shopee Per 2 Mei 2026
Rincian Kenaikan Biaya Gratis Ongkir XTRA Shopee Per 2 Mei 2026

Berikut adalah rincian penyesuaian biaya layanan Gratis Ongkir XTRA per 2 Mei 2026 berdasarkan informasi terbaru:

Kategori Produk (Pengguna Iklan Minimal 3%)

a. Kategori E

– 6,00% (Non ukuran khusus)

– 7,50% (Ukuran khusus)

b. Kategori F:

– 6,50% – 8,00%

c. Kategori G:

– 7,00% – 9,00%

– Kategori H:

– 7,50% – 9,50%

Ketentuan Tambahan Biaya Gratis Ongkir XTRA

Beberapa ketentuan tambahan yang perlu diperhatikan oleh penjual:

  1. Berlaku untuk pengguna iklan minimal 3%

Kenaikan biaya ini berlaku bagi penjual yang menggunakan fitur iklan dengan minimal biaya iklan bersih 3% dari penjualan.

  1. Penjual baru mendapatkan promo khusus

Penjual yang bergabung mulai 1 Februari 2026 akan mendapatkan bebas biaya layanan untuk 1000 pesanan pertama.

  1. Batas maksimal biaya layanan

Selain dihitung berdasarkan persentase, biaya layanan juga biasanya memiliki batas maksimal per produk, seperti update sebelumnya yang mencapai Rp. 40.000 per produk.

Dengan adanya perubahan ini, penjual disarankan untuk:

  • Meninjau ulang harga jual produk
  • Menghitung ulang margin keuntungan
  • Mengoptimalkan strategi iklan
  • Mengatur ulang kategori produk di Seller Centre

Hal ini penting agar bisnis tetap profit dan tidak sekadar mengejar omzet.

Keuntungan Program Gratis Ongkir XTRA Shopee untuk Penjual

Meski biaya layanan meningkat, Program Gratis Ongkir XTRA tetap memiliki beberapa keuntungan bagi penjual, di antaranya:

  1. Menarik Lebih Banyak Pembeli

Dengan adanya promo Gratis Ongkir, pembeli cenderung lebih tertarik untuk checkout, terutama jika menggunakan layanan pengiriman rekomendasi Shopee.

Promo gratis ongkir juga menjadi salah satu faktor utama yang meningkatkan conversion rate toko.

  1. Exposure di Halaman Gratis Ongkir & Voucher

Penjual yang mengikuti program ini akan mendapatkan penempatan khusus di halaman:

  • Halaman Gratis Ongkir
  • Halaman Voucher
  • Halaman Promo Shopee

Hal ini membantu meningkatkan visibilitas toko dan produk.

  1. Exposure di Halaman Keranjang Saya

Produk penjual juga berpeluang muncul di halaman keranjang pembeli, sehingga meningkatkan kemungkinan checkout.

Dengan kata lain, program ini membantu:

  • Meningkatkan traffic toko
  • Meningkatkan konversi
  • Meningkatkan penjualan

Namun, tetap perlu dihitung dengan matang agar penjualan tetap menghasilkan profit.

Daftar Jasa Kirim yang Mendukung Program Gratis Ongkir XTRA Shopee

Daftar Jasa Kirim yang Mendukung Program Gratis Ongkir XTRA Shopee
Daftar Jasa Kirim yang Mendukung Program Gratis Ongkir XTRA Shopee

Berikut daftar tipe layanan pengiriman dan jasa kirim yang mendukung program Gratis Ongkir XTRA:

Penjual perlu mengaktifkan minimal satu jasa kirim di atas agar pembeli dapat menggunakan Voucher Gratis Ongkir XTRA.

Dengan mengaktifkan layanan pengiriman rekomendasi Shopee atau penyedia jasa kirim dalam daftar tersebut, penjual dapat memaksimalkan manfaat dari program Gratis Ongkir XTRA.

Dampak Kenaikan Biaya Gratis Ongkir XTRA terhadap Seller Shopee

Dampak Kenaikan Biaya Gratis Ongkir XTRA terhadap Seller Shopee
Dampak Kenaikan Biaya Gratis Ongkir XTRA terhadap Seller Shopee

Kenaikan biaya layanan Gratis Ongkir XTRA hingga 9,50% tentu berdampak langsung pada:

  • Margin keuntungan
  • Harga jual produk
  • Strategi promo
  • Strategi iklan

Jika tidak dihitung dengan baik, seller bisa mengalami:

  • Omzet besar tapi profit kecil 
  • Margin tipis bahkan rugi
  • Biaya iklan tidak terkendali

Karena itu, penting bagi seller untuk mulai:

  • Menghitung ulang HPP
  • Menyesuaikan harga jual
  • Mengoptimalkan iklan
  • Menentukan produk unggulan

Dengan strategi yang tepat, kenaikan biaya ini tetap bisa diatasi tanpa mengorbankan profit.

Seller Harus Adaptif dengan Kenaikan Biaya Shopee 2026

Kenaikan biaya layanan Gratis Ongkir XTRA Shopee per 2 Mei 2026 menjadi tantangan baru bagi para penjual. Dengan tarif yang mencapai 6,00% hingga 9,50%, seller perlu lebih cermat dalam mengelola margin keuntungan.

Namun, di sisi lain, program ini tetap memberikan keuntungan berupa peningkatan exposure, traffic, dan potensi penjualan. 

Kunci utamanya adalah:

  • Hitung margin dengan tepat
  • Sesuaikan harga jual
  • Optimalkan strategi iklan
  • Pilih produk dengan profit terbaik

Dengan strategi yang tepat, seller tetap bisa meningkatkan omzet sekaligus menjaga profit tetap aman.

 

[INSERT_ELEMENTOR id=”530″]

Alamat Kantor

Digifolium

Jl. Nitipuran No.89, Sonosewu, Ngestiharjo, Kec. Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
( Klik langsung menuju lokasi )

Copyright © 2026 Jasa Optimasi Marketplace Shopee, TikTok Shop, Tokopedia, Lazada - Digifolium.com