Pentingnya NIB dan HAKI untuk Seller di Indonesia

Pentingnya NIB dan HAKI untuk Seller di Indonesia – digifolium.com. Memulai bisnis tidak cukup hanya dengan memiliki produk yang bagus dan toko online yang aktif. Ketika bisnis mulai berkembang, seller juga perlu memikirkan hal yang sering dianggap sepele: legalitas usaha dan perlindungan brand.

Dua hal yang penting untuk mulai diperhatikan adalah NIB (Nomor Induk Berusaha) dan HAKI (Hak Kekayaan Intelektual).

NIB membantu memberikan identitas resmi bagi pelaku usaha, sedangkan HAKI dapat membantu melindungi berbagai hasil karya dan aset intelektual yang dimiliki bisnis. Keduanya bisa menjadi bagian penting dalam membangun bisnis yang lebih profesional dan siap berkembang.

Lalu, apa sebenarnya NIB dan HAKI? Mengapa seller marketplace perlu memilikinya? Dan bagaimana cara mengurusnya?

Apa Itu NIB?

Apa Itu NIB?
Apa Itu NIB?

NIB atau Nomor Induk Berusaha adalah identitas resmi pelaku usaha yang diterbitkan melalui sistem OSS (Online Single Submission). Pemerintah melalui OSS menggunakan sistem perizinan berusaha berbasis risiko untuk menentukan perizinan dan kewajiban yang perlu dipenuhi berdasarkan kegiatan serta tingkat risiko usaha.

Sederhananya, NIB dapat dipahami sebagai salah satu identitas penting yang menunjukkan bahwa sebuah usaha telah terdaftar dalam sistem perizinan berusaha.

Pengurusan NIB dilakukan melalui sistem OSS. Untuk usaha mikro dan kecil, tersedia panduan pendaftaran dan pengajuan perizinan melalui OSS sesuai dengan kategori usahanya.

Namun, perlu dipahami bahwa memiliki NIB bukan berarti otomatis semua jenis izin usaha sudah terpenuhi. Perizinan berikutnya dapat bergantung pada bidang usaha dan tingkat risiko kegiatan usaha tersebut. OSS sendiri membagi kegiatan usaha berdasarkan tingkat risiko yang menentukan izin serta kewajiban yang perlu dipenuhi.

Mengapa NIB Penting untuk Seller?

Bagi seller yang awalnya menjalankan bisnis secara sederhana, legalitas usaha mungkin terasa belum terlalu penting.

Namun, ketika bisnis mulai berkembang, kebutuhan legalitas biasanya ikut meningkat.

Beberapa manfaat NIB bagi pelaku usaha antara lain:

  1. Menjadi Identitas Resmi Usaha

NIB merupakan identitas pelaku usaha yang diterbitkan melalui OSS. Dengan memiliki NIB, bisnis memiliki identitas usaha yang tercatat secara resmi dalam sistem perizinan berusaha.

  1. Membantu Mengurus Perizinan Usaha

NIB menjadi bagian dari proses perizinan berusaha melalui OSS. Setelah memiliki NIB, pelaku usaha dapat melanjutkan pengurusan perizinan atau persyaratan lain yang diperlukan sesuai bidang dan tingkat risiko usahanya.

  1. Membantu Bisnis Terlihat Lebih Profesional

Legalitas juga dapat meningkatkan kesiapan bisnis ketika seller ingin bekerja sama dengan pihak lain, mengembangkan usaha, atau masuk ke peluang bisnis yang membutuhkan data legalitas.

Bisnis yang ingin naik kelas sebaiknya tidak hanya memikirkan omzet, tetapi juga mulai membangun fondasi usaha yang lebih rapi.

Pengertian HAKI

Pengertian HAKI
Pengertian HAKI

Selain legalitas usaha, seller juga perlu memikirkan perlindungan terhadap aset intelektual bisnis.

HAKI atau Hak Kekayaan Intelektual merupakan istilah yang digunakan untuk hak atas hasil olah pikir manusia yang memiliki nilai ekonomi.

Dalam praktik bisnis, kekayaan intelektual dapat berkaitan dengan berbagai hal seperti merek, hak cipta, paten, desain industri, dan bentuk kekayaan intelektual lainnya.

Salah satu yang paling relevan bagi banyak seller adalah merek.

Merek dapat menjadi identitas yang membedakan produk atau jasa sebuah bisnis dari kompetitor. Karena itu, semakin besar sebuah brand berkembang, semakin penting pula memikirkan perlindungan terhadap mereknya.

Apa Bedanya HAKI dan Merek?

Apa Bedanya HAKI dan Merek?
Apa Bedanya HAKI dan Merek?

HAKI adalah istilah yang lebih luas, sedangkan merek merupakan salah satu bagian dari kekayaan intelektual.

Jadi, ketika seller mengatakan ingin “mengurus HAKI”, sebenarnya perlu ditentukan terlebih dahulu jenis kekayaan intelektual apa yang ingin dilindungi.

Untuk brand yang menjual produk melalui marketplace, pembahasan HAKI sering kali berkaitan dengan pendaftaran merek.

Menurut DJKI, pendaftaran merek memiliki fungsi sebagai alat bukti bagi pemilik yang berhak atas merek, menjadi dasar penolakan terhadap merek yang sama atau memiliki persamaan pada pokoknya untuk barang/jasa sejenis, serta menjadi dasar untuk mencegah penggunaan merek yang sama atau memiliki persamaan pada pokoknya oleh pihak lain untuk barang/jasa sejenis.

Mengapa Pendaftaran Merek Penting untuk Bisnis?

Mengapa Pendaftaran Merek Penting untuk Bisnis?
Mengapa Pendaftaran Merek Penting untuk Bisnis?

Bayangkan seller sudah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk membangun sebuah brand.

Mulai dari membuat logo, desain kemasan, konten, iklan, mengumpulkan review, membangun pelanggan, sampai membuat brand semakin dikenal.

Lalu, ternyata ada pihak lain yang menggunakan nama yang sama atau memiliki merek yang sama/serupa untuk barang atau jasa sejenis.

Tentu situasi seperti ini bisa menjadi masalah.

Karena itu, perlindungan merek sebaiknya mulai dipikirkan sejak awal, terutama ketika seller sudah serius membangun brand.

  1. Memberikan Hak Eksklusif atas Merek Terdaftar

DJKI menjelaskan bahwa hak eksklusif atas merek diberikan negara melalui pendaftaran. Pemilik merek terdaftar memiliki hak untuk menggunakan mereknya sendiri, memberikan izin kepada pihak lain, dan melarang pihak lain menggunakan merek tersebut.

  1. Membantu Melindungi Identitas Brand

Nama brand bukan sekadar nama.

Bagi bisnis, nama tersebut dapat menjadi aset yang melekat pada produk, reputasi, pelanggan, dan aktivitas pemasaran.

DJKI juga menjelaskan bahwa merek dapat berfungsi sebagai identitas produk atau jasa, menambah nilai barang, menjadi aset tidak berwujud, serta mendukung pengembangan usaha.

  1. Menjadi Bagian dari Strategi Membangun Brand Jangka Panjang

Seller yang serius membangun brand sebaiknya tidak hanya fokus pada bagaimana mendapatkan penjualan hari ini.

Brand juga perlu dipersiapkan untuk berkembang dalam jangka panjang.

Ketika bisnis semakin besar, merek dapat menjadi salah satu aset penting yang memiliki nilai ekonomi bagi perusahaan.

NIB dan HAKI: Mana yang Harus Diurus Dulu?

NIB dan HAKI memiliki fungsi yang berbeda, sehingga keduanya tidak bisa dianggap sebagai pengganti satu sama lain.

NIB berkaitan dengan identitas dan perizinan berusaha.

Sementara itu, HAKI berkaitan dengan perlindungan kekayaan intelektual, yang jenis perlindungannya perlu disesuaikan dengan aset intelektual yang dimiliki.

Untuk seller yang baru membangun bisnis, langkah yang bisa dipertimbangkan adalah:

  1. Menentukan bidang dan kegiatan usaha.
  2. Mengurus NIB melalui OSS sesuai ketentuan yang berlaku.
  3. Menentukan aset kekayaan intelektual yang perlu dilindungi.
  4. Jika ingin melindungi brand, melakukan pengecekan merek terlebih dahulu.
  5. Mengajukan pendaftaran merek melalui sistem DJKI sesuai persyaratan.
  6. Menyimpan dan mengelola dokumen legalitas bisnis dengan baik.

DJKI juga menyediakan layanan dan panduan pendaftaran merek secara online. Sebelum mengajukan, pemilik usaha dapat melakukan penelusuran untuk mencari data merek pembanding agar dapat mempertimbangkan ketersediaan nama yang akan digunakan.

Jangan Tunggu Bisnis Besar untuk Mengurus Legalitas

Banyak seller baru memikirkan legalitas ketika bisnisnya sudah besar.

Padahal, semakin cepat fondasi bisnis disiapkan, semakin siap pula bisnis ketika menemukan peluang baru.

Misalnya ketika ingin:

  • Mengembangkan brand ke marketplace lain
  • Membangun kerja sama dengan perusahaan
  • Mengembangkan produk baru
  • Mengikuti peluang bisnis tertentu
  • Membangun brand secara lebih serius
  • Melindungi identitas brand dari penggunaan pihak lain

Legalitas memang bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan bisnis.

Namun, legalitas yang rapi dapat menjadi salah satu fondasi penting agar bisnis bisa berkembang dengan lebih terstruktur.

Bingung Mengurus NIB dan HAKI? Digifolium Kini Bisa Bantu!

Bingung Mengurus NIB dan HAKI? Digifolium Kini Bisa Bantu!
Bingung Mengurus NIB dan HAKI? Digifolium Kini Bisa Bantu!

Mengurus bisnis bukan hanya soal mengatur produk, pesanan, konten, dan iklan.

Ketika bisnis mulai berkembang, ada semakin banyak hal yang perlu diperhatikan—termasuk legalitas dan perlindungan brand.

Karena itu, Digifolium kini menghadirkan layanan Pembuatan NIB dan HAKI untuk membantu seller mempersiapkan kebutuhan legalitas bisnisnya.

Dengan layanan ini, seller tidak perlu mengurus semuanya sendirian dari awal.

Digifolium membantu proses pengurusan sesuai kebutuhan yang dipilih, sehingga seller dapat lebih fokus pada hal yang lebih penting: mengembangkan produk, mengelola bisnis, dan meningkatkan penjualan.

Saatnya Bangun Bisnis yang Bukan Cuma Laris, tapi Juga Lebih Siap Berkembang

Bisnis yang sehat bukan hanya bisnis yang menghasilkan omzet.

Bisnis yang sehat juga memiliki fondasi yang dipersiapkan untuk jangka panjang.

Mulai dari legalitas usaha melalui NIB hingga perlindungan kekayaan intelektual seperti merek, setiap langkah dapat membantu seller membangun bisnis yang lebih profesional.

Sudah punya brand dan mulai serius mengembangkan bisnis? Jangan tunggu sampai muncul masalah baru mengurus legalitas.

Hubungi Digifolium untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai layanan Pembuatan NIB dan HAKI.

Urus legalitasnya, lindungi brand-nya, dan fokus kembangkan bisnisnya bersama Digifolium!

 

[INSERT_ELEMENTOR id=”530″]

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

Alamat Kantor

Digifolium

Jl. Nitipuran No.89, Sonosewu, Ngestiharjo, Kec. Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
( Klik langsung menuju lokasi )

Copyright © 2026 Jasa Optimasi Marketplace Shopee, TikTok Shop, Tokopedia, Lazada - Digifolium.com